Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ustadz M. Ihsan Abdul Djalil _ Indonesia Merdeka Hanya Dengan Khilafah

Ustadz M. Ihsan Abdul Djalil _ Indonesia Merdeka Hanya Dengan Khilafah

Ratings: (0)|Views: 2 |Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Jul 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2013

pdf

text

original

 
1
Kajian UtamaNasionalInternasionalAnalisisKristologiKonspirasiMercusuarContentsWallpaper Islami
HomeDaftar IsiAboutOur IdeologyAkhwat ZoneRecent CommentStay Connected
 
30/07/13Islam Will Dominate: Ustadz M. Ihsan Abdul Djalil: Indonesia Merdeka Hanya Dengan Khilafahwww.globalmuslim.web.id/2013/07/ustadz-m-ihsan-abdul-djalil-indonesia.html2/6
Lihat saja kebijakan ekonomi di Indonesia yang masih merujuk pada Kapitalismeyang merupakan ideologi penjajah. Di bidang politik kita mengadopsi sistemdemokrasi yang juga bawaan para penjajah. Di bidang hukum, yang diberlakukandi sini justru undang-undang warisan kolonial penjajah. Jadi, penjajahnya diusir pergi,
eh
undang-undangnya malah dipakai.Demikian pula dalam bidang budaya,pemikiran, dan lain-lain. Semuanya masih kental pengaruh asing penjajah.Jadi, meski tiap tanggal 17 Agustus rakyat mengibarkan bendera untukmemperingati Hari Kemerdekaan, sebenarnya itu hanyalah simbol merdeka daripenjajahan fisik semata. Sejatinya, ini negeri belum merdeka dalam arti yangsebenarnya.
 Artinya, negeri ini belum lepas dari penjajahan secara total?
Tepat sekali. Bahkan sistem demokrasi yang diadopsi Indonesia, misalnya, telahmenjelma menjadi alat penjajahan gaya baru yang membuat penjajah asing kiankuat mencengkeram Indonesia. Lihat saja produk undang-undang yang dihasilkanDPR melalui proses demokrasi. Misalnya UU Migas, UU Kelistrikan, UUPenanaman Modal Asing, dan lain-lain. Meski disusun atas nama rakyat, berbagaiUU yang dihasilkan lembaga yang mengatasnamakan wakil rakyat ini justru lebihberpihak pada kepentingan asing dan malah berpotensi menyengsarakan rakyat.
Jadi, penjajahan itu apa sebenarnya?
Penjajahan secara bebas bisa diartikan sebagai upaya sebuah bangsa menguasaibangsa lain untuk kepentingan sendiri. Menguasai di sini tidak mesti harus sepertipenjajahan gaya lama, yaitu menduduki sebuah wilayah bangsa lain secara fisik;bisa juga menguasai secara non fisik. Inilah strategi penjajahan gaya baru saat ini,misalnya dengan kekuatan ekonomi, ideologi, dan sebagainya.Jadi, kalau kita maumenganalisis apakah sebuah negara masih terjajah atau sudah merdeka, lihat sajaapakah negara tersebut memiliki kemandirian untuk memutuskan apa yangmenjadi kebijakannya, atau terpaksa masih harus tunduk pada kepentinganpenjajah.
 Apa bedanya penjajahan gaya lama dan penjajahan gaya baru itu?
Pendudukan fisik seperti yang dulu pernah dilakukan Belanda dan Jepang itu bisadisebut penjajahan gaya lama. Mereka mengunakan kekuatan militernya untukmenguasai bangsa lain. Secara fisik, pasukannya memang ada di negara yangdijajahnya. Adapun penjajahan gaya baru tidak mesti memerlukan kekuatan militer. Bahkanmungkin tidak memerlukan sebutir peluru pun. Penjajahan ini dilakukan secara nonfisik, bisa melalui penjajahan ekonomi, dominasi politik, atau pengaruh sosialbudaya. Indonesia sekarang sedang berada dalam situasi ini. Banyak sekalikebijakan yang diambil Pemerintah Indonesia sebenarnya adalah karena adanyatekanan asing yang sangat kuat. Contoh paling baru misalnya adalah kebijakankenaikan harga BBM; Pemerintah lebih mematuhi amanat liberalisasi migas dariIMF dan Bank Dunia ketimbang memikirkan beban rakyat yang kian berat akibatkenaikan BBM.
Lebih bahaya mana, penjajahan gaya lama dan gaya baru itu?
Jelas lebih bahaya penjajahan gaya baru. Penjajahan gaya lama mengandalkankekuatan militer untuk menduduki sebuah wilayah. Ini rentan mendapatkan
 
30/07/13Islam Will Dominate: Ustadz M. Ihsan Abdul Djalil: Indonesia Merdeka Hanya Dengan Khilafahwww.globalmuslim.web.id/2013/07/ustadz-m-ihsan-abdul-djalil-indonesia.html3/6
perlawanan. Rakyat pasti mudah dibangkitkan untuk melawan, karena fisik musuhterlihat jelas ada di depan matanya.Sebaliknya, dengan strategi penjajahan gaya baru atau neo imperialisme, penjajahbisa lebih leluasa menguasai negeri-negeri Muslim hampir tanpaperlawanan. Bahkan kepandaian penjajah menutupi strateginya yang busukmembuat banyak kaum Muslim tertipu. Alih-alih mencegah kehadiran penjajah,penguasa negeri Muslim justru mengundang mereka. Contohnya utang luar negeri.Hizbut Tahrir jauh hari sudah memberikan
warning 
melalui tulisan Syaikh Abdurrahman al-Maliki dalam Kitab
 As-Siyasah al-Iqtishadiyah al-Mutsla
, bahwapinjaman dan bantuan luar negeri itu merupakan salah satu alat penjajahan gayabaru. Namun, penguasa negeri Muslim dan juga pakar-pakar ekonominyamengabaikan bahaya itu. Mereka masuk perangkap utang luar negeri dari IMF,Bank Dunia, dan lembaga sejenis. Akibatnya, hari ini kita menyaksikan denganmata kepala sendiri bahwa peringatan Hizbut Tahrir itu benar: utang luar negeritelah menjadi jalan mudah bagi penjajah untuk menguasai sebuahnegara. Bayangkan saja, sekarang ini tiap tahun hampir 25% APBN dihabiskanhanya untuk membayar cicilan pokok dan bunganya. Setiap tahun
lho
! Itu jumlahyang sangat besar sekali. Kalau digunakan untuk membiayai pembangunan,hasilnya pasti bisa dirasakan rakyat.Indonesia harus mengeksploitasi sumberdaya alam yang dimiliki, juga mengurascadangan devisanya, untuk membayar beban utang ini. Namun, semua menguapsia-sia. Belum lagi fakta bahwa bantuan dan pinjaman luar negeri kerap digunakanBarat untuk memaksakan kepentingan mereka atas negara-negara yang berutang.Jadi jelas, kemerdekaan yang tiap bulan Agustus ini dirayakan hanyalahkemerdekaan semu saja. Secara hakiki, kita belum merdeka.
Lalu kemerdekaan yang hakiki itu seperti apa?
Kemerdekaan hakiki baru bisa diraih kalau kita bisa merdeka bukan saja daripenjajahan fisik, tetapi juga bebas lepas dari penjajahan non fisik. Untuk bisaterbebas dari penjajahan non fisik, maka kita harus mencampakkan sistemKapitalisme di semua aspek kehidupan, serta berlepas diri dari penguasa yangmerupakan kepanjangan tangan negara-negara kapitalis penjajah. Sebagaigantinya, kita harus bersegera menerapkan seluruh aturan Islam dalamkehidupan. Hanya dengan itulah kita bisa melepaskan diri dari aturan penjajah, danbisa meraih kemerdekaan yang hakiki.
Bisakah negeri ini meraih kemerdekaan hakiki itu dengan sistem sekarang ini?
Tidak bisa, tidak mungkin, dan tidak akan pernah bisa. Sebab, justru akibatmenerapkan sistem Kapitalisme seperti sekarang inilah negeri ini mengalamiketerpurukan dalam semua aspek kehidupan. Berbagai upaya perubahan yangdilakukan selama ini hanya sebatas mengganti orangnya saja; tidak akan berartiapa-apa. Pasalnya, penyebabnya justru akibat kegagalan sistem Kapitalisme yangdianut.
Lalu bagaimana kemerdekaan hakiki itu kita wujudkan?
Sebenarnya Allah SWT sudah memperingatkan kita di dalam al-Quran:
Wa mana’radha ‘an dzikrî, fa inna lahu ma’îsyatan dhanka
. Artinya,
“Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku, bagi dia penghidupan yang sempit.” 
(QS Thaha [20]:124).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->