Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
22Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kemasan

Kemasan

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 5,052|Likes:
Published by naritul

More info:

Published by: naritul on May 22, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/31/2013

pdf

text

original

 
Kemasan: Pengaman & Pengawet Makanan Nutrition Mon, 03 Nov 2008 14:24:00 WIBAdanya kemasan, membuat kita dapat menikmati roti dengan mentega atau selai, biskuit,mi instan, dan macam-macam minuman. Kemasan telah mengamankan dan mengawetkansegala jenis makanan dan minuman.Kemasan telah dikenal oleh manusia sejak zaman dahulu kala. Sekitar tahun 8.000 SMkemasan dari bahan-bahan sederhana, seperti kulit binatang ataupun keranjang rumput,telah digunakan sebagai wadah buah-buahan yang dipungut dari hutan. Bangsa Cinamenggunakan keramik sebagai wadah, balk untuk benda padat maupun cair. Sedangkan bangsa Indonesia menggunakan wadah bambu (bumbung) untuk menyimpan benda cair.Sekitar tahun 1550 SM, bangsa Mesir telah membuat industri botol yang penting bagikehidupan masyarakatnya. Sekitar tahun 750 M proses pembuatan kertas tersebar luasmulai dari Asia Tengah hingga mencapai Italia dan Jerman.
Fungsi kemasan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kemasan didefinisikan sebagai bungkus pelindung barang dagangan. Dengan kata lain, kemasan adalah wadah atau tempat yangterbuat dari timah, kayu, kertas, gelas, besi, plastik, selulosa transparan, kain, karton, ataumaterial lainnya, yang digunakan untuk penyampaian barang dari produsen ke konsumen.Dalam industri makanan atau pangan, kemasan mempunyai peranan yang sangat penting.Fungsi kemasan adalah: (1) melindungi produk terhadap pengaruh cuaca, sinar matahari, benturan, kotoran dan lain-lain, (2) menarik perhatian konsumen, (3) memudahkandistribusi, penyimpanan dan pemajangan (
display
), (4) tempat penempelan label yang berisi informasi tentang nama produk, komposisi bahan
(ingridient 
), isi bersih, nama danalamat produsen/importir, nomor pendaftaran, kode produksi, tanggal kadaluwarsa, petunjuk penggunaan, informasi nilai gizi (
nutrition fact 
), tanda halal, sertaklaim/pernyataan khusus.Kemasan juga harus dirancang agar memenuhi beberapa persyaratan penting, yaitu: (1)faktor ergonomi, meliputi kemudahan untuk dibawa, dibuka, dan dipegang, (2) faktor estetika, meliputi paduan warna, logo, ilustrasi, huruf dan tata letak tulisan, (3) faktor identitas agar tampil beda dengan produk lain dan mudah dikenali.
Jenis kemasan
Berdasarkan urutan dan jaraknya dengan produk, kemasan dapat dibedakan atas
kemasan primer, sekunder 
dan
tersier.
 
 Kemasan primer 
adalah kemasan yang langsung bersentuhandengan makanan, sehingga bisa saja terjadi migrasi komponen bahan kemasan kemakanan yang berpengaruh terhadap rasa, bau dan warna.
 Kemasan sekunder 
adalah kemasan lapis kedua setelah kemasan primer, dengan tujuan
 
untuk lebih memberikan perlindungan kepada produk.
 Kemasan tersier 
adalah kemasanlapis ketiga setelah kemasan sekunder, dengan tujuan untuk memudahkan prosestransportasi agar lebih praktis dan efisien. Kemasan tersier bisa berupa kotak karton atau peti kayu.Berdasarkan proses pengemasannya, kemasan dibedakan atas
kemasan aseptik 
dan
non-aseptik.
 
 Kemasan aseptik 
adalah kemasan yang dapat melindungi produk dari berbagaikontaminasi lingkungan luar. Pengemasan jenis ini biasanya dipakai pada bahan panganyang diproses dengan teknik sterilisasi, seperti pada pengemasan makanan kaleng ataususu UHT (
ultra high temperature
).Sebaliknya pada proses pengemasan non-aseptik, kontaminasi mudah terjadi, sehinggamasa simpan produk umumnya relatif lebih rendah. Untuk memperpanjang masa simpan, produk dapat ditambahkan gula, garam atau dikeringkan hingga kadar air tertentu.Jenis kemasan pangan yang digunakan di dunia sangat beragam. Berdasarkan bahannya,kemasan dapat dibedakan atas kemasan kertas, karton, plastik, aluminium foil, logam,gelas dan
Styrofoam
. Masing-masing kemasan tersebut memiliki keunggulan dankelemahan, serta hanya cocok untuk jenis produk tertentu.
Kekuatan Gelas dan Murah Styrofoam
Sebelum abad ke-18, gelas merupakan andalan kemasan yang utama. Karakteristik gelasyang istimewa adalah kekuatannya. Kegunaan gelas adalah mampu melindungi isi darikontaminasi lingkungan luar. Gelas tidak berkarat atau bocor, dan dapat diisi dengansesuatu yang bersuhu tinggi.Untuk beberapa produk, seperti anggur dan kosmetik, kemasan berbahan gelas memilikicitra lebih eksklusif dan berkualitas dibandingkan kemasan berbahan lain. Gelas jugatahan panas tinggi dan dapat langsung dipanaskan di oven microwave. Gelas dapatdiwarnai dan didekorasi sesuai keinginan. Namun biaya pembuatan yang mahal membuatgelas sempat tergeser PET (kemasan plastik) yang relatif lebih murah.Selain itu gelas juga lebih berat dibanding bahan lain. Akan tetapi dengan kemajuanteknologi, kualitas gelas ini terus menerus ditingkatkan menjadi lebih ringan, tetapimemiliki ketahanan lebih terhadap panas maupun terhadap benturan. Salah satukarakteristik kemasan gelas yang harus dipahami adalah sifatnya yang tembus pandang.Gelas mungkin cocok untuk beberapa produk yang perlu menunjukkan isi, tetapi bagi beberapa produk lain mungkin gelas bukan pilihan yang tepat.
Styrofoam
merupakan polimer sintetik selain plastik yang sering digunakan sebagai pengemas makanan. Styrofoam terbuat dari
 polystyrene
, yaitu
polimer 
yang tersusun dari banyak 
monomer 
(
 styrene
). Untuk menjadi
Styrofoam
, maka ke dalam
 polystyrene
tadiditiupkan udara dengan menggunakan
blowing agents
yang disebut
chlorofluorocarbon
(CFC) sehingga membentuk buih (
 foam
).
 
Komponen
Styrofoam
adalah 5 persen
 polystyrene
dan sisanya udara. Sifat fisik 
Styrofoam
yang relatif tahan bocor, ringan, praktis, dan dapat menjaga suhu makanandengan baik, membuat
Styrofoam
menjadi primadona sebagai pengemas makanan,apalagi didukung harga
 styrofoam
yang sangat murah, yaitu hanya 1/3 -1/2 kali kertas.
Fungsi Kertas, Karton, & Plastik 
Kemasan paling sederhana dan tertua adalah kertas, yang terbuat dari kulit kayu yangdiolah oleh bangsa Cina abad ke-1 atau ke-2 SM. Sekalipun kertas bukan material pembungkus terkuat, tetapi penggunaannya masih bertahan hingga saat ini.Kertas memiliki keunggulan yaitu mudah didaur ulang, sehingga pemakaiannya lebihramah lingkungan. Pembuatan kertas dengan penambahan resin yang dikenal dengansebutan
 size
bersama
alluminium sulphat 
membuat kertas tahan air. Pelapisan kertasdengan pati akan menutup permukaan kertas dan meningkatkan kekuatannya.Penambahan bahan kimia juga dapat membuat kertas tahan terhadap minyak dansebagainya.Pengguna pertama karton yang memberikan kontribusi besar bagi bahan ini adalah
Kellogg brothers,
yang mengemas serealnya dalam karton. Pada tahun 1920-an hinggatahun 1930-an kemasan karton banyak dipatenkan oleh Kellogg. Bahan disebut karton jika terbuat dari
board 
dengan ketebalan 250 - 1.000 mikron. Tebal di bawah 250 mikrondisebut kertas dan kertas kaku (
 paper board 
). Jika di atas 1.000 mikron disebut
 fibreboard.
Karton dapat dibentuk menjadi bermacam-macam dan dicetak dengan berbagai teknik.Karton juga dapat dilapisi berbagai material untuk meningkatkan ketahanannya terhadapkelembaban. Salah satu varian adalah
multiply board 
(duplex), terbuat dari bubur kayudengan dua lapisan permukaan.Sejarah plastik berhubungan erat dengan permainan biliar. Saat itu pabrik bola biliar menawarkan penghargaan sebesar 10.000 dolar AS bagi siapa saja yang dapatmenemukan pengganti gading, karena persediaan gading menipis. Plastik banyak digunakan karena ringan, mudah dibentuk, serta dapat diwarnai sesuai kebutuhan dannilai estetika.Ada berbagai tipe plastik untuk kemasan. PET (
 polyethylene terephthalate
) banyak digunakan pada minuman berakohol, kemasan air siap minum dan barang kosmetik.Kemasan plastik tidak dapat berkarat. Bahan lain adalah PVC (
 polyvinylchloride
) yangdapat dibentuk menjadi tabung, botol dan lain-lain. Kemasan PVC dapat retak danterbelah jika terjatuh. Karena itu proses penguatan ekstra perlu dilakukan untuk  penggunaan PVC.

Activity (22)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Wigati Nuraeni liked this
rizliabunga liked this
Uphik To liked this
Amyrul Farhan liked this
Asgaf Saggaf Dc liked this
Athaa Na Amell liked this
Ci Moedty Poem liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->