Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
wr25303j

wr25303j

Ratings: (0)|Views: 0 |Likes:
Published by marhelun
wr25303j
wr25303j

More info:

Published by: marhelun on Jul 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2014

pdf

text

original

 
1
Pewilayahan PeternakanMau Dibawa Kemana?
Jawa Timur yang separuh wilayahnya merupakan lahan pertanianmempunyai populasi sapi potong cukup tinggi, sebaliknya banyakpropinsi yang mempunyai padang rumput begitu luas tetapi populasiternaknya relatif kecil. Apakah kita sudah terjebak pada anggapanbahwa ternak hanya patut dikembangkan pada lahan yang tidakberpotensi untuk pertanian?
dah, (2) penyebaran padang peng-gembalaan sudah sangat terbatas,(3) kondisi fisik maupun kimia ta-nah perlu diperbaiki dengan me-manfaatkan pupuk organik khu-susnya yang berasal dari pupukkandang karena sebagian besartanah di Indonesia mempunyai ke-suburan rendah dengan kondisi fisikperlu perbaikan, (4) perlu adanyausaha alternatif agar terdapat kom-pensasi usaha, sehingga apabilasatu usaha mengalami kegagalan,usaha lain masih dapat menye-lamatkannya.Berkaitan dengan hal itu, pe-ngembangan peternakan perlu di-tingkatkan melalui penerapan tek-nologi inovatif. Pola penggembala-an liar yang tidak terkendali perludiperbaiki. Ada tiga pola pengem-bangan peternakan yang dikenal,yaitu: (1) pola ekstensif, ternak di-gembalakan atau dilepaskan begitusaja, (2) pola semiekstensif, ternakdigembala secara terkendali sambildiaritkan, dan pada malam hariternak dikandangkan, dan (3) polaintensif, yaitu ternak dikandangkandan diaritkan. Pola yang pertamasesuai untuk daerah yang masihmempunyai padang penggembala-an luas, umumnya di wilayah NusaTenggara dan sebagian di Acehutara dan Sulawesi Selatan. Pada polakedua dan ketiga, usaha pe-ternakantidak memerlukan lahan khusus untukternak. Biasanya pola ini terintegrasidengan usaha per-tanian lainnya.Usaha ini sangat ter-gantung padakeberadaan lahan yang dapatmenyediakan pakan ter-nak, baik itulimbah pertanian mau-pun hijauanpakan ternak. Dengan demikian, usahapeternakan dapat dialokasikan padalahan-lahan yang berpotensi untukpertanian maupun perkebunan. Olehkarena itu, pola pertama disebutsebagai pola pe-ngembangan secaraekstensifikasi, sedangkan pola keduadan ketiga disebut polapengembangan secara intensifikasi-diversifikasi.Peluang untuk meningkatkanpengembangan peternakan di In-donesia sangat besar. Walaupunluas padang rumput sebagai padangpenggembalaan tradisional di se-dengan benda yang sifatnya mobil/aktif.Komoditas tanaman pertanianmenempati lahan tersendiri dalamsuatu wilayah, sedangkan peter-nakan, selain memerlukan lahantersendiri juga dapat dikombinasi-kan dengan usaha pertanian lain-nya, misalnya perkebunan atautanaman pangan. Dengan demi-
Pemeliharaan sapi secara ekstensif di Propinsi Nangroe Aceh Darussalam.
A
nggapan bahwa pengembang-an peternakan ruminansia (pe-mamah biak) hanya diarahkan padalahan yang tidak sesuai lagi untukusaha tanaman pangan maupunperkebunan perlu dihilangkan. Bah-kan kalau ingin memajukan peter-nakan di Indonesia, ternak harusmerupakan satu kesatuan yang ter-integrasi dengan usaha pertanian.Yang menjadi kata kunci adalah polapengembangan macam apa?Pertimbangan utama dalam pe-ngembangan komoditas tanamanpertanian adalah kesesuaian/ke-cocokan tanaman terhadap lahan,sedangkan untuk peternakan, se-lain kecocokan tanaman pakan ter-hadap lahan, juga perlu diperha-tikan kecocokan lingkungan ter-hadap ternak. Di samping itu, pe-ngembangan peternakan berkaitankian, sudah tidak cocok lagi apabilawilayah pengembangan peter-nakan hanya menempati kawasanyang khusus untuk ternak saja, mi-salnya padang rumput. Hal ini me-rupakan salah satu penyebab pe-ternakan tidak dapat berkembangdengan baik, karena: (1) kualitaspakan alami umumnya rendah, danpadang penggembalaan di Indonesiamempunyai daya dukung yang ren-

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->