Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Contoh Ptk Ipa Kelas v Sd

Contoh Ptk Ipa Kelas v Sd

Ratings: (0)|Views: 77 |Likes:
Published by Rina Nuraeni Sanusi
penelitian tindakan kelas
penelitian tindakan kelas

More info:

Published by: Rina Nuraeni Sanusi on Jul 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2013

pdf

text

original

 
Contoh PTK IPA Kelas V SD
Written By syakeela alifah on Friday, December 21, 2012 | 10:54 PM
Contoh PTK IPA Kelas V SD.Pada kesempatan ini saya akan memberikan salah satu Contoh PTK IPA Kelas V SD dengan judul Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Model PembelajaranInteraktif Mata Pelajaran IPA Kelas V Madrasyah Ibtidaiyah Negeri 1 Bandung. Untuk lebih jelasnyatentang Contoh Penelitian Tindakan Kelas V SDbisa di baca di bawah ini.
BAB IPENDAHULUAN
 A. Latar BelakangMeningkatkan mutu pendidikan adalah menjadi tanggungjawab semua pihak yang terlibat dalampendidikan terutama bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI), yang merupakan ujung tombak dalampendidikan dasar guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) adalah orang yang paling berperan dalammenciptakan sumber daya manusia yang berkualitas yang dapat bersaing di jaman pesatnyaperkembangan teknologi. Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam setiap pembelajaran selalumenggunakan pendekatan, strategi dan metode pembelajaran yang dapat memudahkan siswamemahami materi yang diajarkannya, namun masih sering terdengar keluhan dari para guru dilapangan tentang materi pelajaran yang terlalu banyak dan keluhan kekurangan waktu untukmengajarkannya semua.Menurut pengamatan penulis, dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas penggunaan modelpembelajaran yang bervariatif masih sangat rendah dan guru cenderung menggunakan modelkonvesional pada setiap pembelajaran yang dilakukannya. Hal ini mungkin disebabkan kurangnyapenguasaan guru terhadap model-model pembelajaran yang ada, padahal penguasaan terhadapmodel-model pembelajaran sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru,dan sangat sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi.Kurikulum berbasis KTSP yang mulai diberlakukan di sekolah dasar bertujuan untuk menghasilkanlulusan yang kompeten dan cerdas sehingga dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebihtinggi. Hal ini hanya dapat tercapai apabila proses pembelajaran yang berlangsung mampumengembangkan seluruh potensi yang dimiliki siswa, dan siswa terlibat langsung dalampembelajaran IPA. Disamping itu kurikulum berbasis kompetensi memberi kemudahan kepada gurudalam menyajikan pengalaman belajar, sesuai dengan prinsip belajar sepanjang hidup yangmengacu pada empat pilar pendidikan universal, yaitu belajar untuk mengetahui (learning to know),belajar dengan melakukan (learning to do), belajar untuk hidup dalam kebersamaan (learning to livetogether), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be).Untuk itu guru perlu meningkatkan mutu pembelajarannya, dimulai dengan rancangan pembelajaranyang baik dengan memperhatikan tujuan, karakteristik siswa, materi yang diajarkan, dan sumber belajar yang tersedia. Kenyataannya masih banyak ditemui proses pembelajaran yang kurangberkualitas, tidak efisien dan kurang mempunyai daya tarik, bahkan cenderung membosankan,sehingga hasil belajar yang dicapai tidak optimal. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar IPA siswakelas 5 di Madrasah Ibtidaiyah (MI) N 1 Bandung yang dipaparkan pada tabel berikut.
 
Tabel 1 Nilai rapor untuk mata pelajaran IPA Kelas V Tahun Ajaran 2003/2004 sampai dengan2008/2009 Madrasah Ibtidaiyah (MI) 1 BandungTahun AjaranNilai TertinggiNilai TerendahNilai Rata-Rata2003/20046,343,785,062004/20057,264,265,762005/20066,823,965,392006/20077,124,125,622007/20087,36
 
3,425,392008/20096,924,085,00Rendahnya perolehan hasil belajar mata pelajaran IPA di Madrasah Ibtidaiyah (MI)N 1 Bandungmenunjukkan adanya indikasi terhadap rendahnya kinerja belajar siswa dan kemampuan gurudalam mengelola pembelajaran yang berkualitas. Untuk mengetahui mengapa prestasi siswa tidakseperti yang diharapkan, tentu guru perlu merefleksi diri untuk dapat mengetahui faktor-faktor penyebab ketidakberhasilan siswa dalam pelajaran IPA. Sebagai guru yang baik dan profesional,permasalahan ini tentu perlu ditanggulangi dengan segera.Berdasarkan hal tersebut diatas, penerapan model pembelajaran interaktif menjadi alternatif untukdapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA. Penelitian ini dilakukanpeneliti yang bertugas sebagai tenaga Widyaiswara dengan berkolaborasi dengan guru-guruMadrasah Ibtidaiyah (MI) di Madrasah Ibtidaiyah (MI)N 1Bandung. Dengan berlolaborasi ini,diharapkan kemampuan profesional guru dalam merancang model pembelajaran akan lebih baiklagi dan dapat menerapkan model pembelajaran yang lebih bervariatif. Disamping itu kolaborasi inidapat meningkatkan kemampuan guru dalam merefleksi diri terhadap kinerja yang telahdilakukannya, sehingga dapat melakukan perubahan dan perbaikan kualitas pembelajaran danmengelola proses pembelajaran yang lebih terpusat pada siswa.Model pembelajaran interaktif sering dikenal dengan nama pendekatan pertanyaan anak. Model inidirancang agar siswa akan bertanya dan kemudian menemukan jawaban pertanyaan mereka sendiri(Faire & Cosgrove dalam Harlen, 1992). Meskipun anak-anak mengajukan pertanyaan dalamkegiatan bebas, pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terlalu melebar dan seringkali kabur sehinggakurang terfokus. Guru perlu mengambil langkah khusus untuk mengumpulkan, memilah, danmengubah pertanyaan-pertanyaan tersebut ke dalam kegiatan khusus. Pembelajaran interaktif merinci langkah-langkah ini dan menampilkan suatu struktur untuk suatu pelajaran IPA yangmelibatkan pengumpulan dan pertimbangan terhadap pertanyaan-pertanyaan siswa sebagaipusatnya (Harlen, 1992:48-50).Salah satu kebaikan dari model pembelajaran interaktif adalah bahwa siswa belajar mengajukanpertanyaan, mencoba merumuskan pertanyaan, dan mencoba menemukan jawaban terhadappertanyaannya sendiri dengan melakukan kegiatan observasi (penyelidikan). Dengan cara sepertiitu siswa atau anak menjadi kritis dan aktif belajar.B. IDENTIFIKASI MASALAHIdentifikai masalah yang ada adalah :Rendahnya perolehan hasil belajar mata pelajaran IPA di Madrasah Ibtidaiyah (MI)N 1 Bandungmenunjukkan adanya indikasi terhadap rendahnya kinerja belajar siswa dan kemampuan gurudalam mengelola pembelajaran yang berkualitas.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->