GURU PROFESIONAL DAN BEBAN KERJANYA
guru, profesional, beban, kerja
A. Pendahuluan
Abad 21 yang bercirikan globalisasi yang serba kompetitif dengan perubahan yangterus menggesa merupakan abad profesional. Sangat mustahil, jika ada organisasi yang bisa bertahan tanpa profesionalisme. Bahkan, bukan hanya sekedar profesionalisme biasatetapi profesionalisme kelas tinggi
(world-class professionalism)
yang memampukan kitasejajar dan bermitra dengan orang-orang dan organisasi-organisasi terbaik dari seluruhdunia (Jansen, 2007:http://www.duniaguru.com).Kaum profesional dari pelbagai disiplin kerja sekarang sudah merambah ke seluruhdunia. Bagi mereka batas-batas negara tidak lagi relevan. Wawasan mereka sudahkosmopolitan. Mereka adalah warga dunia yang bisa memberikan kontribusi mereka dimana saja di muka bumi. Mereka bisa bekerja di mana saja di planet ini. Bangsa kita jelasmemerlukan sekelompok besar kaum profesional untuk mengisi pembangunan masyarakatdi segala bidang. Jika tidak mampu, maka kita terpaksa harus mengimpor mereka denganharga yang sangat mahal. Sesungguhnya, Indonesia berpotensi pula mengekspor tenaga-tenaga kerja profesional dalam pelbagai kelas ke mancanegara dalam bidang perminyakan, pertambangan, kehutanan, sastra, seni, dan lain-lain.Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas yang merupakan produk pendidikanmerupakan kunci keberhasilan pembangunan suatu negara (Depdiknas, 2008.a:1).Menurut Supriano (2007:3) banyak bukti empirik yang menunjukkan bahwa suatu negarayang lebih memprioritaskan pendidikan dari pada pranata lainnya, ternyata mampumenghasilkan SDM yang lebih unggul, produktif dan inovatif dalam percaturan kehidupanglobal. Sebaliknya, negara yang mengecilkan pranata pendidikan lebih cepat mengalamiketerpurukan disebabkan SDMnya tidak mampu bersaing dalam percaturan kehidupanglobal. Hal ini didukung Gultom yang mengutip
United Nations
(2004:2) bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat fundamental dalam meningkatkan kualitas SDM.1
Leave a Comment