Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Vestibular

Vestibular

Ratings: (0)|Views: 116|Likes:
Published by bonne_ame

More info:

Published by: bonne_ame on Aug 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2014

pdf

text

original

 
Vestibular Disorders
Filed under: med papers,THT 
 — 
ningrum @ 11:03 pm
PENDAHULUAN
 Gangguan keseimbangan merupakan salah satu gangguan yang sering kita jumpai dan dapat mengenai segalausia. Seringkali pasien datang berobat walaupun tingkat gangguan keseimbangan masih dalam taraf yang ringan.Hal ini disebabkan oleh terganggunya aktivitas sehari-hari dan rasa ketidaknyamanan yang ditimbulkannya.
1
 Sistem keseimbangan manusia bergantung kepada telinga dalam, mata, dan otot dan sendi untuk menyampaikaninformasi yang dapat dipercaya tentang pergerakan dan orientasi tubuh di dalam ruang. Jika telinga dalam atauelemen sistem keseimbangan lainnya rusak, dapat menyebabkan vertigo, pusing, ketidakseimbangan dan gejalalainnya.
2
 Pada gangguan keseimbangan, tipe dan beratnya gejala bisa sangat bervariasi. Gejala mungkin menakutkan dansulit untuk dijelaskan. Orang yang dipengaruhi gejala gangguan keseimbangan tertentu mungkin dirasakansebagai kurang perhatian, malas, cemas berlebihan atau mencari perhatian. Mereka mungkin memiliki masalahmembaca atau melakukan perhitungan sederhana. Melakukan pekerjaan, ke sekolah, melakukan tugas rutinsehari-hari atau hanya sekedar bangkit dari tempat tidur di pagi hari mungkin sulit untuk beberapa orang.
2
 
DEFINISI
 Gangguan keseimbangan adalah gangguan yang menyebabkan seseorang merasa goyah, pusing, pening, ataumemiliki sensasi gerakan, berputar atau mengambang. Efek berputar dikenal sebagai vertigo.
3,4
 Organ di telinga dalam kita, labirin, adalah bagian penting dari sistem vestibuler (keseimbangan). Labirin berinteraksi dengan sistem lain di tubuh kita, yaitu penglihatan (mata) dan sistem skeletal (tulang dan sendi),untuk mempertahankan posisi tubuh. Sistem-sistem ini, melalui otak dan sistem saraf, dapat menjadi sumber masalah keseimbangan.
1,
3
,
4
 
KESEIMBANGAN
 Rasa keseimbangan kita dikontrol oleh sinyal ke otak dari 3 sistem sensoris:
 
Mata
5
,6
 
 
Sensor pergerakan di kulit, otot dan sendi
5
,6
 
 
Telinga dalam (sistem vestibuler): organ keseimbangan pada telinga dalam yang disebut sistemverstibuler. Termasuk diantaranya 3 kanalis semisirkularis yang bereaksi terhadap rotasi kepala. Dekatdengan kanalis semisirkularis adalah utrikulus dan sakulus yang mendeteksi gravitasi dan gerak majumundur.
5
,6
 Keseimbangan yang baik bergantung pada setidaknya dua dari tiga sistem sensoris yang bekerja dengan baik.Jika satu sistem tidak bekerja, sinyal dari input dua sensoris lainnya menjaga kita tetap seimbang.Bagaimanapun, jika otak tidak dapat memprosessinyal dari semua sistem-sistem ini, atau jika pesan-pesankontradiksi atau tidak berfungsi semestinya, kita akan merasakan perasaan kehilangan keseimbangan.
5
 
ALAT VESTIBULER 
 Bagian telinga dalam non auditori (disebut alat vestibuler) terdiri dari dua sub-divisi fungsional: kanalissemisirkularis (dua vertikal dan satu horizontal) dan organ otolit (utrikulus dan sakulus). Kanalis semisirkularismerasakan putaran kepala, dan organ otolit merasakan percepatan linier kepala. Fungsi utama utrikulus adalahmengisyaratkan posisi kepala relatif terhadap gravitasi. Kerusakan sakulus menimbulkan kelainan yang kurang berarti dibandingkan dengan kerusakan utrikulus, sehingga fungsi sakulus kurang jelas dibanding utrikulus.Sakulus pernah diduga sebelumnya merupakan reseptor pendengaran frekuensi rendah, namun akhir-akhir inistudi sistematis khusus menunjukkan bahwa serabut saraf sakulus bereaksi hanya pada percepatan linier.Diperkirakan bahwa sistem sakulus memberikan reaksi terhadap percepatan vertikal tingkat tinggi, yang perluuntuk menimbulkan respon motorik yang dibutuhkan untuk mendarat secara optimal sewaktu terjatuh.
1,3,
6
 Seperti kita ketahui bahwa sistem vestibuler merupakan salah satu dari tiga sistem yang berfungsi untuk mempertahankan posisi tubuh dan keseimbangan. Yang dua lainnya adalah somatosensoris (terutama proprioseptif) dan sistem penglihatan. Kehilangan proprioseptif (misalnya seperti pada tabes dorsalis) atau penglihatan menyebabkan gangguan ekuilibrium dan keseimbangan yang lebih nyata daripada kehilangan fungsi
 
vestibuler. Akibat kehilangan fungsi vestibuler bilateral, gangguan terjadi hanya bila salah satu sistem yang lainikut terganggu (misalnya bila berjalan dalam gelap atau pada permukaan yang licin) atau ketika keseimbanganharus dipertahankan dalam kondisi yang sulit (misalnya berjalan meniti balok kayu yang sempit). Jadi padamanusia, pada kondisi fisiologik, sistem vestibuler mungkin paling kurang penting dari ketiga sistemekuilibrium dan keseimbangan. Gangguan funsi yang paling nyata timbul ketika sistem vestibuler terserang,
kerusakan asimetris akut dan menimbulkan kesan posisi kepala ―salah‖ atau kepala berputar.
6
 
Anatomi
 Ada banyak persamaan anatomi alat vestibuler dengan anatomi koklea. Misalnya, kedua organ akhir terletak dalam saluran yang merupakan lubang di dalam pars petrosus os temporal (secara embriologis kedua alat ini berasal dari saluran yang sama). Saluran dibagi dua; labirin tulang yang terisi perilimf, di sebelah luar, danlabirin membran yang terisi endolimf di bagian dalam. Sebagai tambahan, seperti didalam koklea, sel reseptor alat vestibuler juga bersilia, dan silia ini merentang masuk ke dalam matriks gelatin.
6
 Ketiga kanalis semisirkularis saling tegak lurus. Dapat dibayangkan sebagai bidang dasar sebuah kubus: kanalhorisontal (atau lateral) terletak dalam bidang dasar dari kubus, dan antero-vertikal (atau superior) dan kanal postero-vertikal (atau posterior) adalah kedua bidang sisi yang lain. Pada manusia kumpulan ketiga kanalismiring 30° ke atas. Pada posisi fisiologik, kepala manunduk 30°; sehingga kemiringan 30° ini menjadikan kanalhorisontal sehari-hari berada dalam posisi horisontal.
6
 Organ akhir sensoris (krista) kanalis semisirkularis berada pada pelebaran ujung setiap kanal (ampula). Anatomikrista berupa gundukan jaringan berbentuk pelana, yang menempel pada dinding ampula. Sel-sel rambut terletak  pada permukaan krista. Serabut saraf ampula berjalan melalui pusat krista untuk bersinapsis pada basis selrambut. Silia sel rambut menonjol dari permukaan krista ke dalam struktur gelatin yang disebut kupula. Kupulaini menutupi bagian atas krista dan meluas sampai dinding ampula yang berhadapan.
6
 Sakulus dan utrikulus adalah dua kantong di dalam labirin membran, yang berlokasi di bagian vestibulum (pintumasuk) telinga dalam. Organ reseptornya disebut makula, yang dilihat sebagai bercak epitel pada dinding labirinmembran. Makula utrikulus terletak pada dasar utrikulus kira-kira di bidang kanalis semisirkularis horisontal.Makula sakulus terletak pada dinding medial sakulus dan terutama terletak di bidang vertikal.
1,
6
 
Fisiologi
 Keseimbangan dan orientasi tubuh seseorang terhadap lingkungan di sekitarnya tergantung pada input sensorik dari reseptor vestibuler di labirin, organ visual dan proprioseptif. Gabungan informasi ketiga reseptor sensorik tersebut akan diolah di SSP, sehingga menggambarkan keadaan posisi tubuh pada saat itu.
1
,3,4,5
 Gerakan atau perubahan kepala dan tubuh akan menimbulkan perpindahan cairan endolimfa di labirin danselanjutnya silia sel rambut akan menekuk. Tekukan silia menyebabkan permeabilitas membran sel berubah,sehingga ion kalsium akan masuk ke dalam sel yang menyebabkan terjadinya proses depolarisasi dan akanmerangsang penglepasan neurotransmitter eksitator yang selanjutnya akan meneruskan impuls sensoris melaluisaraf aferen ke pusat keseimbangan di otak. Sewaktu berkas silia terdorong ke arah berlawanan, maka terjadihiperpolarisasi.
1
 Organ vestibuler berfungsi sebagai transduser yang mengubah energi mekanik akibat rangsangan otolit dangerakan endolimfa di dalam kanalis semisirkularis menjadi energi biolistrik, sehingga dapat memberi informasimengenai perubahan posisi tubuh akibat percepatan linier atau percepatan sudut. Dengan demikian dapatmemberi informasi mengenai semua gerak tubuh yang sedang berlangsung.
1
 Sistem vestibuler berhubungan dengan sistem tubuh yang lain, sehingga kelainannya dapat menimbulkan gejala pada sistem tubuh bersangkutan. Gejala yang timbul dapat berupa vertigo, rasa mual dan muntah. Pada jantung berupa bradikardi atau takikardi dan pada kulit reaksinya berkeringat dingin.
1
 
Patofisiologi
 
 
Vertigo
 Vertigo adalah perasaan berputar atau berpusing, merupakan gejala, bukan suatu penyakit. Vertigo ada subyektif dan obyektif. Menurut penyebabnya vertigo bisa oleh karena alasan fisiologis, yang disebut juga sebagai
motion sickness
. Vertigo juga dibagi dua berdasarkan penyebabnya, yaitu vertigo spontan dan vertigo posisi. Diagnosavertigo ditegakkan berdasarkan pemeriksaan kesimbangan.
10
 Rangsangan normal akan selalu menimbulkan gangguan vertigo, misalnya pada tes kalori. Rangsanganabnormal dapat pula menimbulkan gangguan vertigo bila terjadi kerusakan pada sistem vestibulernya, misalnyaorang dengan paresis kanal akan merasa terganggu bila naik perahu. Rangsangan normal dapat pulamenimbulkan vertigo pada orang normal, bila situasinya berubah, misalnya dala ruang tanpa bobot.
1
 Sistem vestibuler sangat sensitif terhadap perubahan konsentrasi O
2
dalam darah, oleh karena itu perubahanaliran darah yang mendadak dapat menimbulkan vertigo. Vertigo tidak akan timbul bila hanya ada perubahankonsentrasi O
2
saja, tetapi harus ada faktor lain yang menyertainya, misalnya sklerosis pada salah satu dari arteriauditiva interna, atau salah satu arteri tersebut terjepit. Dengan demikian bila ada perubahan konsentrasi O
2
,hanya satu sisi saja yang mengadakan penyesuaian, akibatnya terdapat perbedaan elektro potensial antaravestibuler kanan dan kiri. Akibatnya akan terjadi serangan vertigo.
1
 Perubahan konsentrasi O
2
dapat terjadi, misalnya pada hipertensi, hipotensi, spondiloartrosis servikal. Padakelainan vasomotor, mekanisme terjadinya vertigo disebabkan oleh karena terjadi perbedaan perilaku antaraarteri auditiva interna kanan dan kiri, sehingga menimbulkan perbedaan potensial antara vestibuler kanan dankiri.
1
 
 Nistagmus
  Nistagmus adalah gerak bola mata kian kemari yang terdiri dari dua fase, yaitu fase lambat dan fase cepat. Faselambat merupakan reaksi sistem vestibuler terhadap rangsangan, sedangkan fase cepat merupakan reaksikompensasinya. Nistagmus merupakan parameter yang akurat untuk menentukan aktivitas sistem vestibuler. Nistagmus dan vertigo adalah gejala yang berasal dari satu sumber, meskipun nistagmus dan vertigo tidak selalutimbul bersama.
1
  Nistagmus merupakan parameter penting dalam tes kalori. Ia dapat menentukan normal tidaknya sistemvestibuler, dan dapat juga menduga adanya kelainan vestibuler sentral. Nistagmus yang juga penting sebagai pegangan dalam menentukan diagnosis adalah dengan tes nistagmus posisi.
1
 
PEMERIKSAAN KESEIMBANGAN
 Pemeriksaan fungsi keseimbangan dapat dilakukan mulai dari pemeriksaan yang sederhana yaitu:- Uji Romberg : berdiri, tangan dilipat di dada, mata ditutup, dapat dipertajam (
Sharp Romberg 
) denganmemposisikan kaki tandem depan belakang, lengan dilipat di dada, mata tertutup. Pada orang normal dapat berdiri lebih dari 30 detik.- Uji berjalan (
 stepping test 
) : berjalan di tempat 50 langkah, bila tempat berubah melebihi jarak 1 meter dan badan berputar lebih dari 30° berarti sudah terdapat gangguan kesimbangan.- Pemeriksaan fungsi serebelum :
 past pointing test 
, dilakukan dengan merentangkan tangan diangkat tinggi,kemudian telunjuk menyentuh telunjuk yang lain dengan mata tertutup. Tes jari hidung, dilakukan dalam posisiduduk, pasien diminta menunjuk hidung dengan jari dalam keadaan mata terbuka dan tertutup.
1
 
Posturografi
 Posturografi adalah pemeriksaan keseimbangan yang dapat menilai secara obyektif dan kuantitatif kemampuankeseimbangan postural seseorang. Untuk mendapatkan gambaran yang benar tentang gangguan keseimbangankarena gangguan vestibuler, maka input visual diganggu dengan menutup mata dan input proprioseptif dihilangkan dengan berdiri diatas alas tumpuan yang tidak stabil. Dikatakan terdapat gangguan keseimbangan bila terlihat ayun tubuh berlebihan, melangkah atau sampai jatuh sehingga perlu berpegangan.
1
 Pemeriksaan Posturografi dilakukan dengan menggunakan alat yang terdiri dari alas sebagai dasar tumpuanyang disebut
 Force platform
, komputer 
 graficoder 
, busa dengan ketebalan 10 cm, untuk mengganggu input proprioseptif, disket data digunakan untuk menyimpan data hasil pengukuran.
1
 Teknik pemeriksaan :Pasien diminta berdiri tenang dengan tumit sejajar di atas alat, mata memandang ke satu titik di muka, kemudiandilakukan perekaman pada empat kondisi, masing-masing selama 60 detik. (1) Berdiri di atas alas dengan mataterbuka memandang titik tertentu, dalam pemeriksaan ini ketiga input sensori bekerja sama, (2) Berdiri di atasalas dengan mata tertutup, dalam keadaan ini input visual diganggu, (3) Berdiri di atas alas busa 10 cm denganmata terbuka, memandang titik tertentu, dalam keadaan ini input proprioseptif diganggu, (4) Berdiri tenang diatas alas busa 10 cm dengan mata tertutup, dalam keadaan ini input visual dan proprioseptif diganggu, jadihanya organ vestibuler saja yang bekerja, bila terdapat pemanjangan ayun tubuh berarti terjadi gangguankeseimbangan.
1
 
Uji Kalori
 Pada uji ini, subyek ditempatkan sedemikian rupa sehingga bidang salah satu kanalis semisirkularis (biasanyahorisontal) menjadi sejajar dengan suatu bidang yang vertikal terhadap bumi. Selanjutnya suatu cairan yanglebih hangat atau lebih dingin daripada suhu tubuh dialirkan ke liang telinga. Sebagai akibatnya terjadi transfer 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->