• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 2
    CommentGo Back
Download
 
Makalah untuk Diskusi Kelompok KrisPro di Jakarta, 29 Mei 2009:
SETELAH PARTAI-PARTAI KRISTEN MASUK KOTAK, KE MANASEBAIKNYA ASPIRASI POLITIK UMAT KRISTIANI DISALURKAN?Oleh George Junus Aditjondro
Pengantar:
HASIL Pemilu Legislatif sudah diumumkan secara resmi, Sabtu, 9 Mei lalu.Muncul keresahan di antara sebagian umat Kristiani, karena tidak satupun partai berbasis agama Kristiani – baik PDS maupun PKDI -- lolos
 parliamentary threshold
.Sementara itu, empat partai berbasis agama Islam lolos ke Senayan, yakni PKS (57kursi), PAN (43 kursi), PPP (37 kursi), dan PKB (27 kursi). Sementara itu, ada empatpartai Islam yang juga tidak lolos ke Senayan, yakni PBB, PKNU, PMB, dan PBR.Dua partai lain yang mendampingi tiga besar – Demokrat (150 kursi), Golkar(107 kursi) dan PDIP (95 kursi) – dalam sembilan besar yang lolos ke Senayan, adalahGerindra (26 kursi) dan Hanura (18 kursi) (
Harian Jogja,
15 Mei 2009) yang didirikanoleh dua orang mantan jenderal, Prabowo Subianto dan Wiranto, sesudah mereka gagalmerebut kursi kepresidenan dalam Pilpres 2009.
Usaha Memusatkan Suara Islam Politik ke SBY:
Di awal proses konsolidasi menghadapi Pilpres mendatang, Demokrat berusahamengajak keempat partai Islam yang sudah lolos ke Senayan untuk berkoalisimendukung pencalonan SBY untuk masa jabatan kepresidenannya yang kedua. Namunada dua kejadian yang sempat mengancam keutuhan koalisi itu. Pertama, usahaDemokrat merangkul PDIP untuk berkoalisi dalam kampanye Pilpres, dengan harapanPDIP tetap berkoalisi dengan Demokrat dalam menyusun pemerintahan baru nantinya,dan menguasai blok mayoritas di parlemen. Kedua, penetapan Gubernur BI, Boediono,sebagai
running mate
SBY dalam Pilpres mendatang.Kedua peristiwa itu nyaris ‘menggoyahkan iman’ keempat partai Islam yanglolos ke Senayan, khususnya PKS dan PAN, untuk tetap berkoalisi dengan Demokrat.Soalnya, PKS sejak awal tidak suka berkoalisi dengan PDIP, karena PKS tidak dapatmenerima Presiden perempuan. Selain itu, hanya PKS-lah partai berbasis massa Islamyang paling eksplisit memperjuangkan syariat Islam. Sedangkan PKB dan PAN,walaupun diprakarsai oleh tokoh-tokoh politik NU dan Muhammadiyah, mengklaimdiri sebagai partai yang terbuka, dengan menerima anggota dan caleg non-Muslim.
1
 
Namun soal ideologi, sesungguhnya para tokoh PKS terbagi dalam tiga faksi.Pertama, faksi Anis Matta, Sekjen PKS yang didukung oleh Ketua Majelis Syuro PKS,Hilmi Aminuddin; kedua, faksi Tifatul Sembiring, Presiden PKS yang didukung olehHidayat Nur Wahid (HNW), mantan Presiden PKS yang kini Ketua MPR-RI; danketiga, faksi kader-kader PKS yang sudah terjun dalam Kabinet SBY-JK, seperti MenteriPertanian Anton Apriyantono.Faksi Anis Matta dan Hilmi Aminuddin ditengarai dekat dengan keluargaCendana, dan berada di balik iklan PKS yang menjuluki Soeharto sebagai “guru bangsa”, sejajar dengan Bung Karno, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Ashari. Faksiini juga yang mendorong PKS untuk mendukung pasangan capres dan cawapresWiranto dan Sholahuddin Wahid dalam Pilpres 2004. Sementara itu, Faksi Tifatul danHNW berasal dari gerakan Tarbiyah yang ingin mentransplantasi ideologi IkhwanulMuslimin dari Mesir dan ideologi keagamaan Wahabi dari Arab Saudi. Boleh dikata,merekalah peletak dasar ideologi PKS. Sedangkan faksi ketiga, lebih bersifat teknokratis(Indonesia Monitor 2008a, 2008b).Dengan demikian, dukungan ribuan anggota PKS mungkin akan terbagi tiga:sebagian (???) mendukung SBY + Boediono, sebagian (??) mendukung pasangan JK +Wiranto, dan sebagian (?) mendukung Megawati + Prabowo, karena sejarah kedekatanPrabowo dengan kelompok-kelompok Muslim militan. Polarisasi suara
 grassroot
partai-partai Islam yang lain, baik yang lolos maupun yang tidak lolos ke Senayan, juga bisaterbagi di antara ketiga pasangan capres dan cawapres itu.Terbukti, walaupun pimpinan Sekjen PAN hadir dalam deklarasi pasangan ini diBandung, Jumat, 15 Mei lalu, ada anggota DPR-RI dari Fraksi PAN, Drajat Wibowo,turut menemani JK dan Wiranto, waktu pasangan ini datang mendaftarkan diri dikantor KPU, hari Sabtu pagi, 16 Mei lalu. Selain Drajat Wibowo, juga hadir dalam acaraitu, seorang anggota DPR-RI dari Partai Bulan Bintang, Ngabali, yang tegas-tegasmenyatakan dukungannya kepada pasangan JK-Wiranto.Berarti, kehadiran pimpinan PKS, PAN, PKB, dan PPP dalam upacara bergelimang kemewahan di Sasana Budaya Ganesha di kampus ITB, belum merupakan jaminan bahwa sebagian besar anggota keempat partai akan mendukung pasanganSBY-Boediono dalam Pilpres, 9 Juli mendatang. Belum lagi anggota partai-partai berbasis Islam yang tidak lolos ke Senayan, tapi dapat menyalurkan suara mereka keketiga pasangan capres-cawapres yang telah terdaftarkan di KPU. PKNU misalnya, berbeda dengan induknya (PKB), telah menyatakan dukungannya ke pasanganMegawati-Prabowo. Sedangkan PRB, menyatakan dukungannya ke pasangan SBY-Boediono.
2
 
Makanya, para pendukung SBY tidak hanya mengandalkan dukungan suarakeempat partai berbasis Islam itu untuk memenangkan pasangan mereka dalamPilpres mendatang. Sejak 2004, para pendukung SBY telah aktif membangun citra sangPresiden sebagai “pengayom Islam” melalui pendirian Yayasan Majelis Dzikir SBYNurussalam. Tiga orang Menteri dalam Kabinet SBY-JK, yakni Mensekneg M. HattaRajasa, Mensekkab Sudi Silalahi, dan Menteri Agama M. Maftuh Basyuni, menjadipembina yayasan itu. Salah seorang pengawasnya adalah Brigjen Kurdi Mustofa,sekretaris pribadi Presiden. Putra bungsu SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono, menjadisalah seorang sekretaris yayasan itu, dan salah seorang bendahara yayasan itu adalahHartanto Edhie Wibowo, adik bungsu Ny. Ani Yudhoyono. Sedangkan ketua umumyayasan itu, Harris Thahir, sudah kenal SBY sejak menjabat sebagai Danrem di Yogya(
 Antara News,
16 Sept. 2008;www.majalahdzikie.com  , diakses tanggal 14 Mei 2009). Melalui yayasan ini, para pendukung SBY merangkul komunitas Betawi, denganmengangkat Imam Masjid Kwitang, Habib Abdul Rahman al-Habsyi sebagai pengawasyayasan, mendampingi Brigjen Kurdi Mustofa, mantan anggota tim kampanye SBYdalam Pilpres 2004.Majelis dzikir yang bermarkas di Tebet Timur, Jakarta, memang salah satukomponen pendukung SBY sejak Pilpres 2004. Sebelum Pemilu 2004, majelis ini tiapKamis malam melafalkan doa-doa di pendopo Puri Cikeas. Dzikir rutin itu hijrah keMasjid Baiturrahim di kompleks Istana Negara sejak Desember 2004, setelah SBYterpilih jadi Presiden. Sejak saat itu, berdzikir bersama SBY di Masjid Baiturrahim dimalam Tahun Baru dijadikan kebiasaan. Malam Tahun Baru 2008, antara 3.000 sampai4.000 jemaah Majelis Dzikir SBY Nurussalam berdzikir bersama SBY (
Kompas,
31 Des.2007;
Tempo,
13 Jan. 2008: 34).Kegiatan yayasan ini tidak terbatas pada penyelenggaraan dzikir bersama SBY dimasjid istana. Majelis dzikir yang punya cabang di hampir seluruh provinsi dan seringmenggelar dzikir bersama ke berbagai kota (
Tempo,
13 Mei 2008), juga menerbitkanmajalah dan buku. Kegiatan ini menghubungkan pendukung SBY dengan MUI, sebabwakil pemimpin umum Majalah Dzikir adalah Ustadz H. Mohammad Hidayat, khatibanggota Dewan Syariah Nasional MUI Pusat (www.kabarindonesia.com ,21 Agustus 2007).Penerbitan, bukanlah kegiatan yayasan ini yang paling banyak menghabiskandana. Yang lebih banyak menyedot dana adalah pemberangkatan ibadah umroh untukulama. Sampai September 2008, yayasan ini telah lima kali memberangkatkanrombongan umroh sekitar 50 orang. Dalam ‘kloter’ kelima termasuk beberapa ulama
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

aku mau download tapi kenapa ga bisa yah??

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...