Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KORUPSI PELAYANAN PUBLIK

KORUPSI PELAYANAN PUBLIK

Ratings: (0)|Views: 13|Likes:
Published by Paul SinlaEloE
Oleh. Paul SinlaEloE
PENYELENGGARAAN pelayanan publik yang prima dalam rangkamemenuhi kebutuhan dasar dan hak sipil setiapwarga negara merupakan tanggung jawab negara.Itulah maksud yang tersirat dalam pembukaan UUD1945. Ironisnya, dewasa ini penyelenggaraan pelayanan publik yang prima belum dapat berjalansebagaimana mestinya dan masih dihadapkansejumlah persoalan korupsi.
Oleh. Paul SinlaEloE
PENYELENGGARAAN pelayanan publik yang prima dalam rangkamemenuhi kebutuhan dasar dan hak sipil setiapwarga negara merupakan tanggung jawab negara.Itulah maksud yang tersirat dalam pembukaan UUD1945. Ironisnya, dewasa ini penyelenggaraan pelayanan publik yang prima belum dapat berjalansebagaimana mestinya dan masih dihadapkansejumlah persoalan korupsi.

More info:

Published by: Paul SinlaEloE on Aug 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2013

pdf

text

original

 
Page 1 of 3
KORUPSI PELAYANAN PUBLIK
 
Oleh. Paul SinlaEloE
 
Tulisan ini pernah dipublikasikan dalam Harian Umum Victory News, tanggal 04 Juli 2013
Victorynews-media.com-
PENYELENGGARAAN pelayanan publik yang prima dalam rangkamemenuhi kebutuhan dasar dan hak sipil setiapwarga negara merupakan tanggung jawab negara.Itulah maksud yang tersirat dalam pembukaan UUD1945. Ironisnya, dewasa ini penyelenggaraan pelayanan publik yang prima belum dapat berjalansebagaimana mestinya dan masih dihadapkansejumlah persoalan korupsi.Pada konteks Nusa Tenggara Timur (NTT), buruknya pelayanan publik dapat dibuktikan denganmelihat masih banyak anak dari keluarga kurangmampu yang tidak bisa sekolah. Banyaknyaorangtua/wali murid yang mengeluhkan mahalnya biaya pendidikan serta berbagai macam pungutandari pihak sekolah merupakan potret buram pelayanan publik. Di sektor kesehatan, kasus bayigizi buruk dan kematian ibu melahirkan masih terus terjadi. Mahalnya biaya kesehatan danseringnya penolakan terhadap pasien miskin di RSUD WZ Johannes, juga masih menjadikeluhan warga. Minimnya alokasi anggaran untuk sektor kesehatan adalah indikator masihkurangnya perhatian pemerintah terhadap derajat kesehatan warga. Pelayanan publik yangmemprihatinkan terjadi juga di bidang administrasi dasar. Lamanya mengurus perizinan(walaupun sudah disatupintukan) dan berbagi kasus pelayanan publik lainnya yang setiap hariselalu menjadi topik utama pemberitaan media merupakan realita yang tidak dapat dipungkiri.Buruknya pelayanan publik di NTT diperparah lagi dengan maraknya korupsi yang terjadi disektor pelayanan publik. Data PIAR NTT menunjukkan bahwa pada 2012 terdapat 135 kasuskorupsi di NTT dan 98 kasus (73 persen) di antaranya terjadi pada sektor pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan warga. Sedangkan 37 kasus (27 persen) lainnya merupakan kasusyang tidak bersentuhan secara langsung. Perincian jumlah kasus per-sektor dengan total indikasikerugian negara sebesar Rp 449.851.831.680 sebagai berikut: sosial kemasyarakatan 15 kasus, perhubungan dan transportasi 13 kasus, pendidikan 17 kasus, kesehatan 14 kasus,informatika/telekomunikasi dua kasus, pemerintahan 15 kasus, keuangan daerah 16 kasus,spiritual keagamaan satu kasus, dana bantuan 10 kasus, perikanan dan kelautan sembilan kasus, pertanian/perkebunan/peternakan lima kasus, perumahan rakyat dua kasus, perbankan dua kasus, pemilu/pilkada dua kasus, air bersih dua kasus, pajak/retribusi satu kasus, kebudayaan dan pariwisata tiga kasus, pertambangan/energi/kelistrikan tiga kasus, dana desa tiga kasus.
 
Page 2 of 3
Maraknya korupsi di NTT yang terjadi pada sektor pelayanan publik dan buruknya pelayanan publik, membenarkan bahwa antara kualitas pelayanan publik dengan praktik korupsi memilikihubungan kausalitas. Artinya, semakin marak praktik korupsi yang dilakukan oleh penyelenggara pelayanan publik, maka akan semakin buruk kualitas pelayanan publik. Demikian juga sebaliknya, semakin buruk kualitas pelayanan publik, akan semakin besar kemungkinanterjadinya korupsi.Untuk mengatasi persoalan buruknya pelayanan publik dan maraknya korupsi yang terjadi disektor pelayanan publik, maka sudah seharusnya konsep penyelenggaraan pelayanan publik yang prima merupakan sesuatu yang urgen untuk diterapkan. Penyelenggaraan pelayanan publik yang prima bisa dipahami sebagai rangkaian kegiatan terpadu yang bersifat sederhana, terbuka, lancar,tepat, lengkap, wajar dan terjangkau serta mengandung unsur kejelasan hak dan kewajiban,sesuai kebutuhan, agar dapat memberikan keamanan, kenyamanan, kelancaran, kepastian dankerja sama di antara stakeholders pembangunan.Secara konseptual, Tjiptono (1996:58) berpendapat bahwa pelayanan publik yang prima (
 serviceexcellence
) harus mengandung empat unsur, yaitu kecepatan, ketepatan, keramahan, dankenyamanan. Keempat komponen ini merupakan satu kesatuan yang terintegrasi, artinya
 pelayanan menjadi tidak
excellence
” bila ada komponen yang kurang. Kualitas jasa atau
layanan yang baik akan dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat, yang pada akhirnyaakan menciptakan loyalitas masyarakat kepada organisasi (institusi). Selain keempat unsur tadi,masih ada unsur lain yang tidak boleh diabaikan oleh Indonesa yang menganut konsep negarakesejahteraan (
welfare state
), yakni pelayanan publik yang diberikan oleh penyelenggara pelayanan publik (negara) haruslah murah (
cheaper 
).Konsep penyelenggaraan pelayanan publik yang prima ini hanya bisa berjalan optimal, jika para pengambil kebijakan secara serius melakukan reformasi pada sektor pelayanan publik.Reformasi pelayanan publik harus difokuskan pada aspek:
Pertama, kebijakan pelayananpublik.
Walaupun selama ini reformasi kebijakan pelayanan publik sudah berjalan, namunimplementasi dari berbagai kebijakan tersebut belum secara signifikan meningkatkan kualitas pelayanan publik sesuai harapan masyarakat. Untuk itu, reformasi kebijakan pelayanan publik haruslah ditujukan untuk menghormati (
to respect 
), melindungi (
to protect 
), dan memenuhi (
to fullfill 
) hak-hak dasar masyarakat. Penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak dasar inilah yang harus dijadikan acuan oleh para pengambil kebijakan dalam penyusunan konsepmaupun implementasi kebijakan pelayanan publik.
Kedua, kelembagaan pelayanan publik.
Dalam melakukan reformasi kelembagaan berkaitandengan pelayanan publik harus difokuskan untuk mengatasi masalah tumpang tindihnya penugasan, baik antarorganisasi maupun antarsatuan tugas organisasi. Selain itu, reformasikelembagaan pelayanan publik juga harus mampu mengatasi ketimpangan antara volume kerjadengan besaran struktur organisasi, termasuk pemerataan sumber daya (aparat, anggaran dansarana), dan yang terakhir yang harus diatasi adalah permasalahan koordinasi pelaksanaan tugasyang kurang optimal karena belum adanya mekanisme kerja yang baku (Marsono 2009:12-13).Paradigma reformasi kelembagaan pelayanan publik yang seperti ini bertolak dari kenyataan bahwa sampai sejauh ini belum ada kesepakatan tentang pelembagaan fungsi pemerintah sertakriterianya (Alisjahbana, 2006).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->