Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
1 Hidrolika perpipaan

1 Hidrolika perpipaan

Ratings: (0)|Views: 252|Likes:

More info:

Published by: Martin Darmasetiawan on Aug 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/21/2013

pdf

text

original

 
 
1
HIDROLIKA PERPIPAAN
1. Dasar dasar hidrolika perpipaan
Hidrolika adalah ilmu yang mepelajari perilaku air secara fisik dalamarti perilaku perilaku yang ditelaah harus terukur secara fisik.Perilaku yang dipelajari peliputi hubungan antara debit air yangmengalir dalam pipa dikaitkan dengan diameter pipanya sehinggadapat diketahui gejala gejala yang tibul tekanan, kehilangan energidan gaya gaya lainnya yang timbul. Hubungan gejala gejala akandijelaskan dalam formulasi empiris yang lazim dipakai dalam praktek.Dalam buku ini akan dicoba untuk di jelaskan kembali prisnsiphidrolika aliran tertutup dan dikaitkan dengan realita di lapangan.Pada dasarnya dalam menelaah aspek hidrolika dalam pipa kitaselalu beranggapan atau berasumsi bahwa:Air adalah fluida yang mempunyai sifat “incompresible” ataudiasumsikan tidak mengalami perubahan volume/isi apabila terjaditekanan. Secara matematika dapat dinyatakan dengan :Fulida yang bergerak di dalam pipa dianggap dalam kondisi “steadystate” atau air dianggap mempunyai kecepatan yang konstan dariwaktu ke waktu apabila melalui suatu pipa dengan diameter yangsama. Secara matematika dapat dinyatakan dengan:
δδδδ
Vol--------= 0
 
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1.
δδδδ
p
dimana :
δδδδ
Vol= perubahan Vol yang kecil
δδδδ
p = perubahan tekanan yang kecil
 
 
2
Fulida yang bergerak di dalam pipa juga dianggap dalam kondisi“uniform flow” atau air dianggap mempunyai kecepatan yang konstansepanjang apabila melalui suatu pipa dengan diameter yang sama .Secara matematika dapat dinyatakan dengan:Pada kenyataannya dilapangan kondisi yang dijelaskan dalamasumsi ini tidak selalu tercapai terutama kondisi steady flow danuniform flow. Penyimpangan keadaan tersebut disebut keadaantransient yang umum terjadi pada saat awal pembukaan danpenutupan valve. Efek yang timbul disebut sebagai water hammeryang terefleksi dengan kejadian pengempisan pipa, pecahnya pipaatau dalam keadaan yang ringan adalah terdengarnya suara ketukanketukan palu dipipa besi.Setiap aliran air dalam pipa juga harus memenuhi azas kontinuitasdimana debit aliran yang masuk dalam
sisi 1
akan keluar denganpada
sisi 2 
dengan debit yang sama atau
δδδδ
v--------= 0
 
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2.
δδδδ
t
dimana :
δδδδ
v= perubahan kecepatan yang kecil
δδδδ
t = selang waktu yang kecil
δδδδ
v--------= 0
 
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .3.
δδδδ
s
dimana :
δδδδ
v= perubahan kecepatan yang kecil
δδδδ
s = selang jarak yang kecil
 
 
3
Debit air adalah volume air per satuan waktu. Debit air adalah luaspenampang pipa dikalikan dengan kecepatannya
(lihat persamaan5).
Debit air yang masuk ke dalam pipa mempunyai kecepatan aliranyang berbeda beda tergantung dari diameter pipanya. Kalau luaspenampang pipa adalah sebanding kuadrat dengan diamaternya
(lihat persamaan 6)
maka semakin besar diameter pipanya semakinkecil kecepatan alirannya.Secara umum hubungan antara debit dengan diameter pipa dankecepatan dapat dinyatakan dengan
persamaan 7.
tetapi untukperhitungan yang lebih sederhana dapat dinyatakan pula seperti
persamaan 8.
dibawah ini :
Q
1
-= Q
2 
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .4.
dimana :
Q
1
-
= Debit masuk di sisi 1 (m3/dt)
Q
2
-
= Debit keluar di sisi 2 (m3/dt)
Q
1
-= A
1
.v
1
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .5.A
1
=
ππππ/4
.d
12
. . . .. . . . . . . . . . . . .....6.
Pers 6.
 
 
Pers 5.
 
 Q
1
-=
ππππ
./4d
12
.v
1
. . .. . . . . . . . . . . . . .7.
dimana :
v
1
= kecepatan aliran air pipa di sisi 1 (m/dt)
A
1
-
= Luas penampang pipa di sisi 1 m
2
 
d
1
-
= diameter pipa di sisi 1 (m)
ππππ
.
= konstanta phi atau 22/7=3.14
ππππ
./4
= 3.14/4 = 0,785 atau bila dibulatkan 0.8
 
Q
1
-= 0.8 d
12
.v
1
.. . . . . . . . .. . . . . . .8.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->