Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
73Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendidikan Kemiskinan Dan Pertumbuhan Ekonomi

Pendidikan Kemiskinan Dan Pertumbuhan Ekonomi

Ratings:

4.5

(4)
|Views: 4,878 |Likes:
Published by sulistiyanti
Education, poverty and economic growth are linked each other. Inequality in income brings a matter to a head inequality in education and makes a circle.
Education, poverty and economic growth are linked each other. Inequality in income brings a matter to a head inequality in education and makes a circle.

More info:

Published by: sulistiyanti on May 26, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2013

pdf

text

original

 
PENDIDIKAN, KEMISKINAN, DANPENDIDIKAN, KEMISKINAN, DAN PERTUMBUHAN EKONOMIPERTUMBUHAN EKONOMI
Oleh:Sulistiyanti
Pendidikan, kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi salingterkait satu sama lain. Tingkat pendidikan yang rendah seringkita jumpai melekat pada penduduk yang kurang beruntungperekonomiannya (miskin secara materi/ekonomi). Rendahnyapendidikan yang dimiliki oleh penduduk miskin ini membuatmereka kurang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yangmemadai, sehingga menghambat mereka untuk memperolehpekerjaan yang layak. Kemiskinan juga menghambat merekauntuk mengkonsumsi nutrisi bergizi, dan dengan rendahnyatingkat pengetahuan yang mereka miliki, mereka kurang bisamemelihara lingkungan yang menyehatkan. Dari sudut pandangekonomi, kesemuanya itu akan menghasilkan sumber dayamanusia yang kurang berkualitas, atau dapat dikatakan memilikitingkat produktivitas yang rendah. Hal ini juga berimbas padaterbatasnya upah/pendapatan yang dapat mereka peroleh.Pada skala makro, produktivitas tenaga kerja rata-rata yangrendah akan menghasilkan output agregat yang rendah pula bilatidak diimbangi dengan tingginya produktivitas input lainnya.Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja1
 
adalah melalui investasi modal insani/
human capital investment 
.
1 
Investasi dalam
human capital
menghasilkan pengembanganteknis, proses-proses produksi dan produk-produk baru sertameningkatkan efisiensi ekonomi. Sebagaimana perkembangan
 phisical capital, human capital
turut andil dalam mendorongpertumbuhan ekonomi. Selanjutnya pertumbuhan ekonomi akanmendorong lebih banyak penggunaan input-input danterciptanya kesempatan kerja yang lebih luas. Meningkatnyapendapatan juga dapat diartikan dengan semakin besarnyakesempatan untuk investasi modal insani, baik dalam konteksindividu maupun agregat.Perkembangan perekonomian yang disertai denganberkembangnya teknologi, informasi dan komunikasi akanmembutuhkan pekerja-pekerja yang lebih trampil danberpengetahuan, di mana hanya dapat disediakan oleh tenagakerja terdidik/trampil. Mereka yang tidak masuk dalam kategoriini (biasanya kelompok masyarakat miskin yang tidak punyakesempatan untuk melanjutkan ke sekolah tinggi), tertahan padasektor-sektor tradisional. Ini membuat perekonomian tetapmempertahankan sistem dualismenya, dan ketimpangan tetapbertahan.
PendidikanPendidikan
Pendidikan diartikan sebagai pengetahuan atau ketrampilanyang diperoleh dan dikembangkan dari sebuah proses belajar.Merujuk pada UU No. 20 tahun 2003 pasal 13, jalur pendidikanterdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yangdapat saling melengkapi dan memperkaya satu sama lain.
1
Modal insani dapat diartikan sebagai kemampuan dan keahlian manusia dalam suatukegiatan produktif, untuk memperoleh pendapatan dan standar kehidupan yang layak.Dalam Dictionary of Economics
human capital 
diartikan sebagai ‘
the body of humanknowledge that contributes “know how” to productive activity’ 
.
2
 
Pendidikan formal diselenggarakan oleh lembaga-lembagapendidikan (sekolah). Pendidikan formal di Indonesia berjenjangmulai dari pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs), pendidikanmenengah (SMA/MA dan SMK/MAK) dan pendidikan tinggi.Sedangkan kegiatan pendidikan informal dilakukan oleh keluargadan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.Pendidikan nonformal (pasal 26 UU No. 20 tahun 2003),diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukanlayanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti,penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangkamendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan nonformalberfungsi mengembangkan potensi peserta didik denganpenekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilanfungsional serta pengembangan sikap dan kepribadianprofesional. Pendidikan nonformal meliputi pendidikankecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikankepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikankeaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja,pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukanuntuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Satuanpendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembagapelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat,dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.Sedangkan pendidikan informal merupakan kegiatanpendidikan yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan,berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Ketentuan mengenaipengakuan terhadap hasil pendidikan informal diatur lebih lanjutdengan peraturan pemerintah. Apapun jenis pendidikannya,kesemuanya menuju pada satu hal, yaitu proses pembelajaranuntuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta kualitashidup manusia.3

Activity (73)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Isnaini Z liked this
Bangun Sigit liked this
Ratih Zahra liked this
Stefani Faulina liked this
Icha Melisa liked this
Maulan Saja liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->