• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
ABSTRAK XXXX (2007). Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Melalui Penerapan MetodeSTAD Pada Siswa Kelas X. 6 SMA 1 Xxx tahun 2007.Penelitian ini dilatarbelakangi pada kenyataan bahwa sebagian besar siswamerasa kesulitan belajar fisika. Hasil belajar Fisika masih jauh dari harapan yaitudi bawah nilai KKM 60. Standar Kompetensi Menerapkan konsep besaran fisikadan pengukurannya merupakan materi dasar yang erat penggunaannya dengankehidupan sehari-hari.Rendahnya hasil belajar fisika disebabkan karena kurangmotivasi dan semangat belajar untuk menguasai materi. Karena merasa sulitmenghafal rumus, mengakibatkan siswa kurang termotivasi dalam mengikutiproses pembelajaran. Guru juga merupakan penentu keberhasilan pembelajaranstandar kompetensi tersebut.. Untuk meningkatkan keberhasilan siswa dalammencapai kompetensi yang diharapkan perlu diterapkan Metode yang lebihmenuntut aktivitas,kerjasama dan motivasi siswa. Dengan menerapkan metodeSTAD (Student Teams Achievement Division) diharapkan kerja kelompok mampumenumbuhkan semangat belajar siswa,Sehingga siswa semakin semangat mengikutipembelajaran.Metode STAD merupakan Pembelajaran Kooperatif yang padadasarnya adalah belajar bersama dalam kelompok , sehingga dalam proses belajarperlu adanya penekanan pada kerja kelompok . Namun pada akhirnya siswa tetapberkompetisi untuk menjadi yang terbaik. .Penelitian ini bertujuan untuk memberikan tambahan informasi danpemikiran tentang salah satu dari sekian banyak metode pembelajaran yang dapatditerapkan untuk meningkatkan kompetensi siswa. Keberhasilan penerapan model,pemilihan media ,strategi, maupun pendekatan pembelajaran tentunya dipengaruhioleh berbagai faktor. Namun penelitian ini setidaknya memberikan gambaranbagaimana seorang guru berusaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa melaluiproses pembelajaran yang berkualitas.Kata kunci : hasil belajar, metode STAD
 
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang
Mata pelajaran Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang ada pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tidak sedikit anak yangmerasa kesulitan dalam mempelajari Fisika. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa dari tahun ke tahun.Berdasarkan pengalaman guru mengajar, ternyata dari hasil test Fisikacenderung memperoleh hasil yang masih rendah. Sebagai guru baik di kelas X, XImaupun XII selalu merasa kurang puas dengan hasil belajar siswa, dari setiap hasilulangan cenderung sebagian besar siswa belum mencapai Kriteria KetuntasanMinimal (KKM) yaitu nilai 60, sehingga belum mencapai ketuntasan klasikal. Barusetelah diadakan ulangan perbaikan, ketuntasan klasikal tercapai, dan itupun mestidilakukan berulang kali, bahkan pada beberapa materi yang dianggap lebih sulitulangan perbaikan ( remedial ) perlu diulang lagi. Padahal untuk melakukan ulangan perbaikan perlu tambahan waktu, yang terkadang harus dilakukan siang hari, setelah pulang sekolah.Mengingat terbatasnya waktu berdasar pembagian jumlah jam pelajaran padakurikulum yang digunakan sekarang, sangat tidak memungkinkan untuk memberikanulangan perbaikan di pagi hari ( pada jam-jam efektif), karena akan menghambatmateri-materi berikutnya. Sehingga penulis merasa perlu mencari solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan di atas.
 
Dari fakta hasil pre test yang diperoleh bahwa empat siswa dari 42 ( 9,5% )siswa kelas X . 6 SMA 1 Xxx memiliki nilai mencapai KKM, sedangkan sisanya 38siswa ( 90,5% ) masih belum mencapai KKM. Hal itu disebabkan beberapa faktor antara lain kurang motivasi belajar dan semangat untuk memahami suatu konsep.Dari hasil wawancara di kelas, sebagian besar siswa merasa malas belajar dan belummaksimal dalam belajar Fisika, karena menganggap Fisika identik dengan banyak rumus. Mereka menganggap belajar Fisika susah menghafalnya. Padahal belajaFisika sebenarnya tidak selalu harus menghafal, sebagai guru lebih menekankan“Jangan menghafal rumus, rumus dapat di analisa dan dinalar”.Belajar Fisika lebih menekankan penalaran dalam pemahaman konsep melalui pembelajaran. Belajar Fisika harus mau berfikir, sering disosialisasikan dengankreativitas dan pemecahan masalah. Tanpa adanya rasa keingintahuan yang kuat ataumotivasi tinggi hal tersebut tidak dapat tercapai.Agar siswa tidak merasa sulit belajar Fisika, supaya pemahaman konsep lebihmudah dan siswa tidak jenuh karena merasa harus menghafal banyak rumus. Melalui pemanfaatan beberapa alat laboratorium yang ada ( penggaris, micrometer sekrup, jangka sorong, neraca, kubus, balok, silinder, neraca pegas ), dengan metode STAD( Student Teams-Achievement Divisions) diharapkan siswa kelas X . 6 SMA 1 Xxxmampu melakukan penalaran dan mau berfikir untuk memudahkan pemahamanstandar kompetensi menerapkan konsep besaran Fisika dan pengukurannya, sehinggadiperoleh hasil belajar yang lebih baik. Metode STAD diharapkan tepat untuk  pembelajaran besaran fisika dan pengukurannya karena pada standar kompetensi inisiswa betul-betul dituntut dapat melakukan sendiri pengukuran besaran-besaran
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...