Dari fakta hasil pre test yang diperoleh bahwa empat siswa dari 42 ( 9,5% )siswa kelas X . 6 SMA 1 Xxx memiliki nilai mencapai KKM, sedangkan sisanya 38siswa ( 90,5% ) masih belum mencapai KKM. Hal itu disebabkan beberapa faktor antara lain kurang motivasi belajar dan semangat untuk memahami suatu konsep.Dari hasil wawancara di kelas, sebagian besar siswa merasa malas belajar dan belummaksimal dalam belajar Fisika, karena menganggap Fisika identik dengan banyak rumus. Mereka menganggap belajar Fisika susah menghafalnya. Padahal belajar Fisika sebenarnya tidak selalu harus menghafal, sebagai guru lebih menekankan“Jangan menghafal rumus, rumus dapat di analisa dan dinalar”.Belajar Fisika lebih menekankan penalaran dalam pemahaman konsep melalui pembelajaran. Belajar Fisika harus mau berfikir, sering disosialisasikan dengankreativitas dan pemecahan masalah. Tanpa adanya rasa keingintahuan yang kuat ataumotivasi tinggi hal tersebut tidak dapat tercapai.Agar siswa tidak merasa sulit belajar Fisika, supaya pemahaman konsep lebihmudah dan siswa tidak jenuh karena merasa harus menghafal banyak rumus. Melalui pemanfaatan beberapa alat laboratorium yang ada ( penggaris, micrometer sekrup, jangka sorong, neraca, kubus, balok, silinder, neraca pegas ), dengan metode STAD( Student Teams-Achievement Divisions) diharapkan siswa kelas X . 6 SMA 1 Xxxmampu melakukan penalaran dan mau berfikir untuk memudahkan pemahamanstandar kompetensi menerapkan konsep besaran Fisika dan pengukurannya, sehinggadiperoleh hasil belajar yang lebih baik. Metode STAD diharapkan tepat untuk pembelajaran besaran fisika dan pengukurannya karena pada standar kompetensi inisiswa betul-betul dituntut dapat melakukan sendiri pengukuran besaran-besaran
Leave a Comment