keadaaan ini tidak segera diatasi maka tidak heran bila pemahaman siswaterhadap matematika masih belum maksimal yang ditandai dengan prestasi belajar matematika siswa yang rendah, matematika menjadi mata pelajaranyang dianggap sulit, dan dianggap tidak berhubungan dengan kehidupan nyatasehari-hari.
2.2 Pembelajaran Berdasarkan Teori Konstruktivisme
Salah satu faktor yang mendasari perlunya perubahan praktek pembela- jaran matematika yang masih sangat konvesional adalah faktor psikologisyang ditandai dengan munculnya teori baru yang dikenal dengankonstrutivisme. Tran Vui (Depdiknas, 2005) menyatakan bahwa :
Constructivism emphasizes on the role of internal mental processes and installed database of the individual student in his or her learning.
Pada intinya, konstruktivisme menekankan pada peran proses mental internalserta kerangka kognitif yang ada di dalam fikiran siswa ketika proses pembelajaran sedang berlangsung.Pengaruh bagi siswa adalah bahwa belajar merupakan kegiatan aktif dalam membangun pengetahuan barunya. Mereka berusaha mencari apa-apayang dipelajari dan bertanggung jawab terhadap hasil belajarnya. Sedangkan pengaruh bagi guru adalah bahwa mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari otak guru ke otak siswa, tetapi kegiatan yangmemungkinkan siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dengan bernalar, mencari makna, membandingkan apa yang telah diketahui(pengetahuan awal) dengan pengalaman dan situasi yang baru. Oleh karena itu9
Leave a Comment