berulang-ulang tentang visi & misi organisasi, tujuan dan sasaran, serta strategiserta langkah-langkah yang harus dilakukan oleh tiap-tiap elemen dalamorganisasi. Beberapa perusahaan melakukan hal ini melalui dokumen tertulisyang rapi dengan berbagai bentuk seperti
business plan, standard operating procedures
(SOP), maupun buku saku yang berisi tuntunan kerja.
Lack of motivation
terjadi saat orang memilih untuk bekerja tidak total karenaberbagai alasan. Orang tidak bekerja secara total antara lain karena merekamerasa bekerja keras maupun tidak keras tidak akan berpengaruh pada karirdan pendapatannya, tujuan pribadi tidak selaras (
congruent
) dengan tujuanorganisasi sehingga secara natural terdapat hambatan untuk bekerja total, danada pula yang disebabkan karena orang tersebut pada dasarnya memang malas.
Lack of motivation
dapat diatasi dengan pendekatan internal (
internalmotivation
) maupun eksternal (
external motivation
). Motivasi internal adalahmotivasi yang tumbuh sendiri dari diri seseorang, yang karena kesadaran danpemahamannya tentang sesuatu hal, menjadikannya tergerak untukmengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati. Motivasi internal dapatditumbuhkan melalui slogan, moto, pendekatan keimanan seperti pengajianmisalnya, serta program-program peningkatan motivasi secara tertruktur melaluitraining.Motivasi eksternal adalah motivasi yang tumbuh karena faktor diluar diriseseorang, seperti faktor upah dan insentif yang menarik, pujian atasan, takutterhadap hukuman, dan malu pada teman. Motivasi eksternal dapatditumbuhkan melalui menyusunan sistem insentif yang menarik. Sistem bonusyang menarik akan memotivasi orang lebih giat bekerja. Namun perlu diingatdisini bahwa motivasi eksternal tidak hanya muncul karena alasan insentif.Kewibawaan atasan juga akan mempengaruhi motivasi. Atasan yang berwibawaakan mendorong bawahannya mewujudkan apa yang dikehendaki oleh sangatasan. Disamping kewibawaan, kedekatan antara anak buah dengan atasanserta teladan yang diberikan atasan kepada bawahan akan mempengaruhimotivasi seseorang.Problematika kontrol yang ketiga adalah
personal limitation
atau keterbatasankemampuan seseorang. Memang benar tidak ada manusia yang sempurna, dankemampuan manusia ada batasnya, namun konteks yang ada disini adalah tidaksemua orang mampu mengerjakan tugas yang seharusnya mereka mampuuntuk mengerjakannya, sesuai dengan posisinya. Seorang karyawan yangmenduduki suatu jabatan dengan terlampau cepat tanpa melalui tahapan kariryang semestinya sering menjadi sebab problematika kontrol karena
personallimitation
ini. Hal ini tentu saja tidak akan menjadi masalah apabila karyawanyang melompat jabatan sampai beberapa tingkat tersebut memiliki kapasitasyang istimewa yang bisa dilakukan tanpa memiliki pengalaman pada tingkatan-tingkatan posisi yang dilompatinya.Untuk mengatasi problematika kontrol yang disebabkan oleh keterbatasankemampuan seseorang ini memang harus bermula dari sistem perekrutankaryawan yang baik. Perekrutan karyawan yang baik akan menghasilkan orang
Leave a Comment