(meritocracies) yaitu penghargaan diberikan atas dasar merit (prestasi). Konsepini sangat disukai oleh para profesional karena mereka memiliki kecenderunganbekerja untuk suatu hasil, bukan bekerja untuk sekedar menjalankan tugas.Pendekatan result control sering pula diterapkan dalam organisasi yangmenggunakan konsep management by objective (MBO). Dalam MBO, atasan danbawahannya pada suatu organisasi bersama-sama mengidentifikasi tujuanbersama, kemudian tanggungjawab dan hasil yang ingin dicapai dirinci untuksetiap karyawan, yang kemudian menggunakan ukuran tersebut sebagai dasaruntuk menjalankan unit organisasi dan untuk mengukur kontribusi tiap-tiapanggota organisasi. Dengan demikian dalam MBO ini, hasil yang ingin dicapaioleh suatu unit, manajernya, dan juga tiap-tiap orang yang bekerja dalam unittersebut teridentifikasi. Setiap orang tahu targetnya masing-masing.Bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan apabila akan merancangresult control? Ada lima tahap yang harus dilalui. Pertama adalah menetapkandimensi apa saja yang tepat untuk menilai kinerja suatu unit organisasi. Kedua,menetapkan bagaimana mengukur dimensi kinerja tersebut. Ketiga, menetapkantarget. Keempat, melakukan monitoring atas kinerja yang diperoleh. Dan yangterakhir memberikan reward dan punishment.
Mendefinisikan Dimensi Kinerja
Dimensi kinerja bagi suatu organisasi akan berbeda dengan organisasi lainnyabergantung pada karakteristik bisnisnya. Yang paling penting disini adalah kitaharus menetapkan apa saja yang harus dilihat untuk menyatakan suatu unitorganisasi berkinerja baik atau tidak. Keberhasilan suatu unit bisnis bisa dilihatdari aspek profitabilitasnya, kepuasan pelanggannya, kepuasan pemegangsahamnya, pangsa pasarnya, dan kualitas produknya. Di suatu universitaskinerjanya dapat dilihat dari jumlah dan mutu penelitian, kualitas pengajaran,kualitas lulusan, dan produktivitas lulusan.Penentuan dimensi kinerja ini sangat penting karena sekali ditetapkan, seluruhelemen organisasi harus berkomitmen untuk mencapai tujuan yang dimensinyatelah ditetapkan tersebut. Prestasi kerja mereka tidak bisa diukur dengandimensi lain diluar yang telah ditetapkan.
Cara Pengukuran Kinerja
Setelah dimensi kinerja ditetapkan, kita harus bersepakat tentang bagaimanacara mengukurnya. Ini sangat penting karena suatu dimensi dapat diukur dengancara yang berbeda-beda. Mengukur profitabilitas bisa dengan beragam cara,demikian pula untuk mengukur lainnya. Oleh karenanya diperlukan kesepakatan. Tanpa kesepakatan bisa menimbulkan kerancuan dikemudian hari.Dengan mengambil contoh dimensi kinerja yang telah ditetapkan pada suatuunit bisnis, mari kita coba tentukan cara mengukurnya. Dimensi kinerja yangpertama adalah profitabilitas. Profitabilitas dapat diukur dari jumlah laba dalamrupiah (total pendapatan dikurangi total biaya), profit margin (laba dibagidengan total pendapatan kemudian dikalikan 100%), atau dengan cara
Leave a Comment