a.Pembatasan Perilaku
Bentuk pengendalian yang pertama dari action control adalah denganmembatasi perilaku bagi karyawan yang dikendalikan. Jadi dengan cara inidiharapkan karyawan tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Karyawandiperlakukan sedemikian rupa sehingga mereka tidak mungkin melakukansesuatu yang tidak diinginkan, atau setidak-tidaknya akan lebih sulit bagimereka untuk mengerjakan sesuatu yang tidak diinginkan. Bentuk pengendalianseperti ini sering disebut sebagai bentuk negatif dari pengendalian aksi(negative form of action control).Pembatasan perilaku ini sendiri dapat dilakukan melalui pembatasan fisik danpembatasan administratif. Pembatasan fisik (physical constraint) yaitupembatasan bagi karyawan untuk mendapatkan akses secara fisik, misalnyamelalui penggunaan password untuk memasuki ruang tertentu atau masuk kefile atau program tertentu di komputer, dengan cara mengunci pintu untukmemasuki ruang atau alat tertentu, dan melalui pembatasan lainnya untukmemasuki atau menggunakan alat tertentu. Pembatasan untuk mendapatkanakses saat ini telah berkembang tidak sekedar menggunakan password melaluikombinasi huruf dan angka, tetapi bisa juga password dengan menggunakan barcode, sidik jari, maupun retina mata.Kecuali melalui pembatasan fisik, pembatasan perilaku dapat pula dilakukanmelalui pembatasan administratif (administrative constraint) yaitu melaluipembatasan wewenang dan pemisahan tugas. Pembatasan administratif dilakukan melalui suatu sistem dan prosedur yang telah ditetapkan perusahaan,dan pada instansi pemerintah biasanya dilakukan melalui Surat Keputusan (SK),Petunjuk Teknis (Juknis), Petunjuk Pelaksanaan (Juklak), atau bahkan melaluiperaturan pemerintah. Yang ditekankan dalam pembatasan administratif adalahagar seseorang tidak memiliki kewenangan yang tidak terbatas dan agar terjadisaling kontrol diantara pihak-pihak yang terlibat didalam melakukan suatupekerjaan.
b.Preaction Review
Supaya apa yang dilakukan oleh karyawan atau pihak lain yang dikendalikantidak menyimpang dari yang seharusnya, dan agar sesuai dengan yangdiharapkan, maka pihak yang dikendalikan dapat melakukan konsultasi ataupunminta persetujuan dari atasannya atau dari pihak yang mengendalikan. Untukitulah maka bentuk action control ini disebut preaction review, yaitu pijak yangmengendalikan mereview dan menyetujui hal-hal yang akan dilakukan olehkaryawan atau pihak yang dikontrol sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan.Bentuk preaction review bisa formal maupun tidak formal. Bentuk formalbiasanya dilakukan melalui proposal ataupun rencana kerja yang harus disetujuioleh atasan. Sedangkan cara informal adalah menkomunikasikan secara lisanataupun tertulis sehingga pihak yang mengendalikan dapat memberikanmasukan, petunjuk, atau bahkan perintah tertentu sebelum pekerjaan tersebutdilaksanakan. Komunikasi tertulis secara informal dapat dilakukan dengan
Leave a Comment