satu anggota kelompok harus memberikan informasi kepada anggota kelompoklainnya tentang pekerjaan yang sehari-hari ditangani. Gunanya adalah agaranggota lainnya mendapatkan pengetahuan tentang pekerjaan yang dilakukanoleh orang lain dalam perusahaan, baik yang berkaitan langsung denganpekerjaannya maupun yang tidak berkaitan langsung. Hal ini akan berakibatpada pemahaman yang lebih baik antar karyawan tentang pekerjaan orang lainsehingga kegiatan perusahaan secara keseluruhan juga dapat dimengerti lebihbaik. Setiap hari hanya satu orang yang memberikan pelajaran (
lesson
) kepadaanggota kelompoknya, yang berlangsung hanya sekitar 5 menit. Merekabergantian setiap hari, hingga dalam setiap putaran semua anggota kelompoksudah pernah memberikan pelajaran. Kelompok ini setiap satu bulan sekali akandiacak lagi, sehingga diharapkan setiap orang didalam perusahaan tersebutsudah pernah bertemu dalam satu kelompok.
Perancangan Kerja
Pekerjaan seluruh elemen organisasi harus dirancang sebaik-baiknya agarkaryawan termotivasi untuk bekerja yang terbaik untuk organisasi. Di dalamperancangan kerja yang baik, karyawan yang lebih berkualitas akan memilikikesempatan yang lebih pula didalam mencapai sukses organisasi maupun karir.Perancangan kerja yang baik akan menunjukkan jalur karir (
carrier path
) yang jelas dan terbuka bagi semua orang sehingga semua orang memiliki informasiyang cukup tentang bagaimana mereka dapat meniti karir di organisasi tersebut.
Pengendalian Kultural
Pengendalian kultural terjadi saat orang-orang di dalam suatu organisasi salingmelakukan pengamatan dan pengawasan sehingga di antara mereka terjadisuatu ikatan emosional, dan kemudian muncul suatu norma serta nilai bersama(group norm and value).Pengendalian kulturan akan meningkatkan rasakebersamaan yang berkenaan dengan tradisi, norma, kepercayaan, idiologi,sikap, dan perilaku. Bagaimana agar pengendalian kultural dapat dibangun?Setidak-tidaknya bisa dilakukan dengan lima cara, yaitu melalui tata laksana(codes of conduct), penghargaan kelompok (group based reward), transferinternal (intra organizational transfer), penataan fisik dan social (physicalarrangement), dan contoh dari atasan (tone at the top).
Tata Laksana
Tata laksana suatu organisasi tidak bisa lepas dari filosofi, visi, dan misiorganisasi tersebut. Berkenaan dengan hal tersebut maka pernyataan tentangtiga hal tersebut akan menjadi acuan dalam operasional organisasi. Filosofiorganisasi pada umumnya merupakan pemikiran dari para pendiri organisasi.Filosofi pendiri akan mewarnai filosofi organisasi, dan selanjutnya filosofiorganisasi akan mewarnai visi organisasi.Visi adalah pernyataan mengenai cita-cita organisasi. Dengan kata lain, visiadalah pernyataan untuk menjawab pertanyaan “mau menjadi apa kita nanti?”Misi yang baik harus berpandangan jauh ke depan (
far reading
), menantang(
challenging
), dan merangsang orang untuk bergerak menuju kesana
Leave a Comment