Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang Masalah
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau science secara harfiah dapatdisebut ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam sini(Hadiat dan Kertiasa, 1984 : 3). Pendidikan IPA di Sekolah Dasar diharapkandapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari dirinya dan alam sekitar.Dalam proses belajar IPA, siswa tidak hanya sekedar menghafal teori ataurumus, akan tetapi lebih ditekankan pada terbentuknya proses pengetahuan dan penguasaan konsep. Mereka lebih dituntun untuk dapat membangun pengetahuan dalam benak mereka sendiri dengan peran aktifnya dalam proses belajar mengajar. Untuk itu, pengajaran IPA sangat penting diterapkan di SD.Mengingat pentingnya pengajaran IPA di SD demi mengembangkan pengetahuan siswa, maka seorang guru harus dapat membentuk konsep yang benar pada siswa sehingga pemahaman dan hasil belajarnya pun akanmeningkat.Dalam kenyataannya, pemahaman siswa terhadap materi yangdiajarkan guru masih rendah dan cenderung salah. Berdasarkan pengumpulandata awal, hasil belajar siswa hanya 60 jauh dibawah rata-rata kelas padahalSKBM mata pelajaran IPA adalah 65. adapun beberapa penyebab terjadinyakesalahan tersebut karena beberapa faktor, diantaranya, penjelasan guru yangkurang jelas dan sulit ditangkap oleh siswa karena tidak diberikannya contohnyata dan strategi belajar yang kurang tepat.Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan dalam upaya gurumenumbuhkan dan meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaranIPA, salah satunya adalah model konstruktivisme. Model ini dipilih denganalasan munculnya filsafat pengetahuan yang banyak mempengaruhi perkembangan pendidikan (terutama sains dan matematika). Aliran filsafat inimenekankan bahwa pengetahuan adalah hasil konstruksi (bentukan) manusia.Melalui penggunaan model konstruktivisme diharapkan prestasi belajar siswadalam belajar IPA tentang kegunaan energi dapat meningkat.1
 
Dengan demikian, penelitian ini berjudul Peningkatan Prestasi Belajar IPA (Energi Listrik) Melalui Model Konstruktivisme Siswa Kelas II MI Al-Hikmah Mojorembun Rejoso Nganjuk. 
B.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :1.Bagaimanakah prestasi belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran IPA dikelas II MI Al-Hikmah Mojorembun Rejoso Nganjuk ?2.Apakah ada upaya dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA ?3.Apakah upaya yang dilakukan dalam meningkatkan prestasi belajar siswadalam pembelajaran IPA di kelas II MI Al-Hikmah Mojorembun Rejoso Nganjuk ?4.Bagaimanakah penerapan Model Konstruktivisme pada pembelajaran IPAsiswa kelas II MI Al-Hikmah Mojorembun Rejoso Nganjuk ?
C.Tujuan Perbaikan
Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :1.Untuk mengetahui bagaimana prestasi belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran IPA di kelas II MI Al-Hikmah Mojorembun KecamatanRejoso2.Untuk mengetahui pelaksanaan upaya dalam menumbuhkan danmeningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA yangdilakukan dengan menggunakan model; konstruktivisme3.Mengetahui gambaran penerapan Model Konstruktivisme pada pembelajaran IPA untuk menumbuhkan dan meningkatkan prestasi belajar siswa kelas II MI Al-Hikmah Mojorembun Rejoso Nganjuk 4.Menumbuhkan dan meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pelajaranIPA2
 
D.Manfaat Perbaikan
Penelitian yang dilakukan di MI Al-hikmah Mojorembun inidiharapkan bermanfaat, antara lain :1.Untuk SiswaDapat menumbuhkan dan meningkatkan prestasi belajarnya pada pelajaraneksakta yang sering dianggap sulit, terutama mata pelajaran IPA sehinggadapat meningkatkan prestasi belajarnya.2.Untuk GuruPenelitian ini diharapkan akan menjadi masukan bagi guru untumeningkatkan kualitas dan keprofesionalan guru sehingga dapatmelaksanakan kegiatan belajar mengajar IPA sesuai dengan kebutuhantumbuh kembang anak.3.Untuk Kepala MadrasahPenelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai pedoman pembinaanterhadap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di sekolah sebagai tempatnyamemimpin kegiatan pendidikan yang baik.4.Untuk Lembaga Pendidikan MadrasahPenelitian ini nantinya dapat dipergunakan bahan referensi untuk penelitiansejenis sesuai konteks dalam penelitian ini.3
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more