• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
Download
 
Trio Bomber, Surga atau Neraka?
[Hanya Sebuah Anekdot]Cerpen
Irwan Masduqi
*TATKALA hari hisab tiba, manusia yang tak terhitung jumlahnya rela antri panjang di depanpintu surga dan neraka. Jantung mereka berdebar dan berdetak tak karuan menunggu hasilpenghitungan amal. Malaikat yang sedang bertugas memanggil mereka satu persatu sambilmenenteng buku catatan amal. Amrozi cs sudah tidak sabar menunggu giliran hisab. Sambilpegang-pegang jenggot, mereka kelihatan penuh optimisme bisa masuk surga. Orang-orang disekitar mereka pun bertanya, “Kenapa kalian tak takut menghadapi hisab?” Amrozi cs menjawab, “Siapa takut? Kami sudah membawa tiket surga. Kalau kalian ingin beli tiket surga,bergabung saja dengan orang-orang Islam radikal. Mereka jual obralan tiket.” Hisab berlangsung alot. Saat itu terjadi perdebatan sengit antara Amrozi cs denganmalaikat. Malaikat bilang, “Tiket surga kalian tidak ada gunanya alias muspro".Tapi Amrozi cs memaksa dimasukkan ke surga dengan dalih telah susah payah ikutprogram "bombing training" guna menghancurkan tempat-tempat maksiat. Abdul Aziz alias ImamSamudra, dengan mata tajamnya, tak sungkan memelototi malaikat sembari teriak kencangAllahu Akbar. Sementara Amrozi dan Ali Gufron alias Mukhlash cengar-cengir bingung tujuhkeliling mendengar kata-kata malaikat tadi sambil memutar tasbih.Malaikat bertanya, “Kenapa kalian melakukan teror?” Dengan diplomatis Amrozi cs menjawab, “Kami ingin mengamalkan hadits amar ma'ruf nahi munkar bil yad. 'Yad' artinya adalah kekerasan dengan bom.”  “Hahaha,” malaikat ketawa terbahak-bahak mendengar jawaban konyol Amrozi cs. Sambilmenahan ketawa, malaikat menjawab balik, “Yang boleh amar ma'ruf nahi munkar dengan caramerusak fasilitas umum itu hanya pemerintah, kalau warga sipil tak boleh dengan cara itu. Hehdasar kalian sok pahlawan jadi polisi swasta!!!” Amrozi cs dengan nada lirih dan agak sedikit grogi bertanya, “Masak sih?” Malaikat menjawab sambil senyum, “Ya iyalah… masak ya iya dong. Mulan aja namanyadiganti Mulan Jamilah, bukan Mulan Jamidong… duren aja dibelah, bukan dibedong.” Malaikat kemudian berargumen, “Imam al-Ghazali dalam Ihya' Ulum al-Din pernah berkata bahwa umat Islam dalam amarma'ruf nahi munkar tidak boleh disertai perusakan harta orang lain. Imam al-Ghazali membericontoh yang prosedural dalam melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar kepada para peminumkhamr dan penjual MIRAS (Minuman Keras). Dalam konteks ini, khomr/MIRAS boleh ditumpahkan(iraqatul khamri), tetapi botolnya tak boleh dipecah, karena botol adalah harta halal milik penjualdan peminum. Dengan demikian, tindakan teror kalian (baca: Amrozi cs) yang destruktif denganmerusak fasilitas umum (harta orang lain) dan juga tindakan brutal FPI tidak dapat dibenarkankarena tidak sesuai prosedur. Tindakan itu justru merusak citra Islam, tahu!!!” Amrozi cs tetap ngotot dan ngeyel agar dimasukkan ke surga. Mereka berdalih, “Pokoknya kami harus dimasukkan ke surga (yang konon banyak bidadari yang cantik itu),
Trio Bomber – Irwan Masduqi | 1
 
karena kami telah memerangi orang-orang kafir (antek Amerika dan thaghut) di Bali seperti yangdiperintahkan Allah yang berbunyi
faqtulu al-musyrikina kaffahfaqtulu al-musyikin haytsuwajadtumuhum/ tsaqiftumuhum... faqtuluhum hatta latakuna fitnah
(bunuhlah semua orangmusyrik…di mana pun kalian berjumpa dengan mereka…bunuhlah mereka hingga tak ada fitnah)".Amrozi cs berargumen bahwa “Ayat-ayat itu menurut satu versi dalam tafsir al-Qurthubimenusakh dan mengamandemen ayat-ayat yang turun sebelumnya tentang anjuran mengampuniorang kafir dan jihad defensif terbatas dari agresi musyrikin, sehingga kesimpulan Amrozi cs jihadadalah ofensif.”  “Kwakakakaka,” malaikat tertawa terbahak-bahak untuk kedua kalinya mendengar jawabanAmrozi cs yang konyol itu. Karena penasaran, malaikat mendatangkan Imam al-Qurthubi untukdimintai klarifikasi dan keterangan lebih lanjut. Malaikat bertanya, “Wahai Imam al-Qurthubi benarkah dalam tafsirmu ada konsep jihad ofensif?” Imam al-Qurthubi menjawab, “Dalam tafsir, saya memang mengutarakan dua pendapat; antara 'versi tekstual pronasikh-mansukh yang menyimpulkan jihad ofensif' dan 'versi kontekstual kontra nasikh-mansukhyang menyimpulkan jihad defensif'.”  “Coba dech malaikat Anda rujuk dalam Tafsîr al-Qurthûbi, cetakan Dar al-Sya'bi, vol. II, h.71, vol. I, h. 62, vol. XVII, h. 203, & vol. XIX, h. 149, vol. II, h. 347, vol. II, h. 35 & vol. V, h.281, vol. III, h. 216, vol. II, h. 192 & 353.” "Sial, Amrozi cs berarti memilih jihad ofensif dengan mencari justifikasi dari penafsiranyang tekstual", keluh malaikat. Malaikat memperingatkan, “Penafsiran tekstual itu reduktif dan rawan menimbulkan stigma bahwa Islam adalahagama pedang, agama bom, dan agama kekerasan, seperti stigma negatif kalangan mainstreamBarat. Andaikan nasikh-mansukh kalian terapkan dalam ayat-ayat jihad yang sejatinya turunsecara gradual, sama saja kalian menganggap sebagian ayat al-Quran yang turun pada fase-faseawal sebagai ayat impoten dan tak punya fungsi sosial untuk konteks kekinian.” Nah, para pemikir Islam yang kritis dan progresif yang berdiri di barisan antrian hanyamangguk-mangguk menyetujui statemen malaikat tadi.Amrozi cs berapologi, “Oke dech, ijtihad kami memang salah, tapi—seperti kata Rasulullahsaw—kami tetap berhak mendapatkan pahala satu (man akhtha`afalahu ajrun wahidun).Malaikat menimpali, “Kalian memang mendapatkan pahala satu, tapi pahala itu belum mencukupi untukdijadikan modal masuk surga. Pahala kalian yang satu itu tak seberapa jika dibandingkan dengandosa kalian akibat membunuh orang-orang Bali dan wisatawan legal yang telah mendapat jaminankeamanan dari negara. Ingat itu wahai teroris yang berjubah!!! Maukah kalian aku masukkan keneraka?” Amrozi cs, yang kali ini diwakili oleh Ali Gufron, mengutarakan keberatan. Dengan lantangia berkilah, “Kami tidak bermaksud membunuh orang tak berdosa, kami hanya ingin memerangikemungkaran. Selain itu, kami juga sudah dieksekusi sebagai balasan perbuatan kami, meskikami sebenarnya tak rela dengan eksekusi itu.”  “Iya, tapi cara amar ma'ruf nahi munkar kalian, seperti saya katakan tadi, tidakprosedural,” tegas malaikat.Malaikat diam sejenak mempertimbangkan matang-matang. Amrozi cs pun menunggukeputusan malaikat sambil pegang-pegang jenggot lagi.
Trio Bomber – Irwan Masduqi | 2
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

yg mnyesal pasti anda sndiri klau tidak bertobat dgn mngada-ada , pak bro

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...