• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 2
    CommentGo Back
Download
 
BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar Belakang
Suatu perhitungan yang menggunakan metode statistika kebanyakanmemiliki unsur ketidakpastian. Hal ini dikarenakan kita hanya mendasarkan padainformasi parsial yangdiperoleh dari sebagiandari keseluruhan data yangmenarik  perhatian kita. Untuk itu pemahaman teori peluang sangatlah mendasar.
1.2. Tujuan1.2.1. Tujuan Umum
Setelah melakukan praktikum sebaran peluang khusus inidiharapkan peserta praktikum mampu menjelaskan bentuk sebaran khusus peubah acak diskrit dan peubah acak kontinyu.
1.2.2. Tujuan Khusus
Setelah melakukan praktikum sebaran peluang khusus ini diharapkan peserta praktikum mampu menjelaskan bentuk sebaran Binomial dan bentuk sebaran Normal dengan parameter tertentu, serta mampu menghitung peluangdari sebaran Binomial dan sebaraan Normal tersebut.
 
BAB IIDASAR TEORI
Bilangan-bilangan 0, 1, 2, dan 3 merupakan besaran acak yangnilainyaditentukan oleh hasil percobaan. Nilai-nilai itu dapat dipandang sebagainilai-nilai yang dapat diambil oleh suatu peubah acak atau variabel acak xtertentu., yang dalam hal ini menyatakan beberapa kali sisi gambar muncul bilasekeping sekeping uang logam dilempar tiga kali. Suatu fungsi yang nilainya berupa bilangan nyata yang ditentukan oleh setiap unsur dalam ruang contohdisebut peubah acak. Bila suatu ruang contoh mengandung jumlah titik contohyang terhingga atau suatu barisan unsur yang tidak pernah berakhir tetapi yangsama banyaknya dengan bilangan cacah, maka ruang itu disebut ruang contohdiskret. Sedangkan bila suatu ruang contoh mengandung tak hingga banyaknyatitik contoh yang sama dengan banyaknya titik pada sebuah ruas garis, makaruang itu disebut ruang contoh kontinu. Peubah acak yang didefinisikan di atasruang contoh yang diskrit dan kontinyu masing-masing disebut peubah acak diskrit dan peubah acak kontinyu (Wallpole, 1995).Peubah acak x mengikuti suatu sebaran peluang binomial, dengan parameter n dan p, adalah menunjukkan hasil (frekuensi) suatu kejadian yang mempunyai peluang kejadian sebesar p, dari total n eksperimen yang dilakukan (Anonymous,2009).Maka sebaran peluang bagi peubah acak binomial x diatas adalah: b (x:n,p) =
( )
 xn x
 p pn
 p
      
1untuk x = 0,1,2,…,n;(Wallpole, 1995)Karakteristik sebaran normal bila digambarkan dalam bentuk grafik,merupakan kurva berbentuk genta. Jadi, merupakan kurva setangkup atausimetris. Kesetangkupan ini ada disekitar nilai tengahnya,
µ
, yang juga merupakanmedian dan modusnya. Sebuah peubah x dinamakan tersebar secara normaldengan nilai tengah
µ
(-
<
µ
<
) dan ragam
σ
2
(
σ
2
> 0), jika peubah acak tersebut mempunyai fungsi kecepatan:f(x) = 1 e 
2
πσ
2
Untuk -
<
µ
< +
Fungsi tersebut disebut fungsi kepekatan normal dengan e = 2.71828 dan
π
=3.14159. jika peubah acak x tersebar secara normal dengan nilai tengah
µ
danragam
σ
2
, maka, untuk kependekannya, x dituliskan sebagai:x = NID (
µ
,
σ
2
)(NID berarti normally independently distributed)Sebaran normal mempunyai beberapa sifat penting, diantaranya:1.Luas daerah dibawah kurva normal sama dengan 1, atau
2.
f(x) > 0 untuk -
< x < +
 
3.
dan f(x) = 0
4.
f {(x) +
µ
} = f {( x -
µ
)} atau kepekatan tertangkup di sekitar 
µ
5.
niilai maksimum untuk f terjadi pada x =
µ
6.
titik balik f terjadi pada x =
µ
+
σ
(Yitnosumarto, 1990).Jika peubah acak kontinyu x memiliki sebaran normal dengan parameter ratm dan simpangan baku S, maka fungsi sebaran kumulatif dari x dapatdiekspresikan sebagai F
x
(x) =
Φ
( x-
µ
/
σ
) (Anonymous, 2009).
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

oke....senang bisa berbagi

terima kasih.. sangat membantu sekali.. ^^

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...