Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
0Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teknik Penyimpanan Serbuk Sari Tiga Kultivar Kelapa Dalam

Teknik Penyimpanan Serbuk Sari Tiga Kultivar Kelapa Dalam

Ratings: (0)|Views: 53|Likes:
Published by kacongmarcuet

More info:

Published by: kacongmarcuet on Aug 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/07/2013

pdf

text

original

 
 Buletin Teknik Pertanian Vol. 10, Nomor 1, 2005
37
T
anaman kelapa dibagi menjadi dua jenis berdasarkanumur dan sifat lainnya, yaitu kelapa Dalam dan kelapaGenjah. Tanaman kelapa Dalam memiliki batang besar dan pada bagian bawahnya membesar yang biasa disebut
bole
.Tinggi tanaman dapat mencapai 30 m, dan umur produksi 70-90 tahun setelah tanam (Saefudin dan Randriani 1993).Tanaman kelapa Genjah memiliki karakter sebaliknya, yaitu berbatang ramping, tidak membentuk 
bole
, dan berbuah lebihcepat 3-4 tahun setelah tanam.Pada tanaman kelapa Dalam, variasi warna buahnyasangat beragam karena sistem perkawinannya menyerbuk silang. Pembungaannya lambat, sekitar 8-10 tahun setelahtanam. Umumnya kelapa Dalam ditanam di semua daerah penghasil kelapa, karena mempunyai kualitas kopra yanglebih baik daripada kelapa Genjah (Thampan 1982).Pada tahun 2001, produksi kelapa setara kopra diIndonesia mencapai 3.032.620 ton (Direktorat Jenderal BinaProduksi Perkebunan 2001). Diharapkan produksi akan terusmeningkat setiap tahun.Hibridisasi merupakan salah satu upaya untuk me-ningkatkan produksi kelapa. Tahapan pada proses hibridisasimeliputi penyediaan serbuk sari, emaskulasi, dan polinasi/ penyerbukan (Randriani dan Saefudin 1993). Persilangansecara alami dilakukan oleh serangga atau angin, sedangkan persilangan buatan dilakukan dengan mengembuskan serbuk sari pada bunga betina yang sedang reseptif. Pada per-silangan buatan, serbuk sari tidak semuanya habis dipakaidalam satu hari persilangan, bergantung pada jumlah bunga betina yang sudah siap untuk diserbuki, sehingga serbuk sari perlu disimpan. Proses penyimpanan serbuk sari akan mem- pengaruhi viabilitasnya. Menurut Hersuroso
et al.
(1984),viabilitas serbuk sari yang baik adalah >30%. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas serbuk sari tigakultivar kelapa Dalam setelah disimpan 24 minggu.
BAHAN DAN METODE
Percobaan dilaksanakan di Loka Penelitian Tanaman SelaPerkebunan Pakuwon, Parungkuda, Sukabumi - Jawa Barat, pada bulan April-September 2002. Lokasi percobaan berada pada ketinggian tempat 450 m dpl dengan jenis tanah Latosoldan tipe iklim B
1
(Oldeman).Bahan yang digunakan adalah bunga jantan dari tigakultivar kelapa yaitu kelapa Dalam Tenga (DTA), kelapaDalam Bali (DBI), dan kelapa Dalam Palu (DPU). Media per-kecambahan terdiri atas sakarose, bacto agar, H
3
BO
3
, danakuades. Alat yang dipakai yaitu mesin perontok dan pe-mecah, pengering (
dehumidifier 
), ayakan dengan ukuran 50mesh, 100 mesh, dan 125 mesh, lemari pembeku, lemari pengering, kompor listrik, timbangan halus, cawan petri,spatula/pengaduk, kuas kecil, gelas ukur, mikroskop, botolampul, dan golok.Pengambilan bunga jantan diawali dengan memilih bunga jantan yang sudah masak, yang ditandai denganmembukanya seludang mulai dari bagian ujung bulir padaujung mayang, kemudian pangkal tangkai mayang dipotongmenggunakan golok yang tajam. Bunga jantan diseleksidengan cara membuang bunga yang sudah pecah sewaktuseludang membuka serta bunga yang tidak normal danterdapat tanda-tanda serangan hama penyakit. Perontokan bunga jantan dilakukan dengan menggunakan mesin pe-rontok tipe Balitka dengan dua silinder yang dilengkapidengan karet dan digerakkan dengan dinamo listrik. Bunga jantan kemudian dipecah dengan mesin pemecah dua silinder yang berlawanan arah dari tipe Balitka yang digerakkandengan dinamo listrik.Pengeringan bunga jantan dilakukan pada suhu 40
o
Cdengan kelembapan nisbi 35-40%. Alat yang digunakanadalah
dehumidifier 
yang diletakkan dalam lemari di ruang pengering. Lama pengeringan adalah 24-36 jam dengan kadar air 5-6%. Setelah kering dilakukan pengayakan tiga kali: pertama, menggunakan ayakan dengan ukuran 50 mesh yaituuntuk memisahkan serbuk sari dengan kulit bunga jantan;kedua, dengan ayakan ukuran 100 mesh untuk memisahkanserbuk sari dengan kotoran bunga jantan; terakhir denganayakan ukuran 125 mesh untuk pemurnian serbuk sari.Serbuk sari yang telah dimurnikan disimpan selama 24
TEKNIK PENYIMPANAN SERBUK SARI TIGA KULTIVAR KELAPA DALAMOdih Setiawan
1
dan Ruskandi
2
1
Teknisi Litkayasa Penyelia dan
2
Teknisi Litkayasa Lanjutan pada LokaPenelitian Tanaman Sela Perkebunan, Jalan Raya Pakuwon km 2,Parungkuda, Sukabumi 43357. Telp. (0266) 531241. Faks (0266)533232

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->