Serial Bu Kek Siansu>BKS 6_Pendekar Bongkok>Asmaraman S. Kho Ping Hoo>Post By http://cersilkita.blogspot.com
2
dan suami isteri itu. Ternyata suami isteri itu lihai juga, akan tetapi mereka masih belum mampumengalahkan Sie Kian yang pandai bersilat pedang. Perkelahian itu berakhir dengan kematianisteri perampok itu, dan luka parah pada perampok yang dengan penuh duka memanggul jenazah isterinya dan menanyakan Sie Kian. Sie Kian sendiri juga terluka di pundaknya, terkenasebatang senjata rahasia piauw yang dilempar oleh perampok itu.Pendekar Bongkok 2"Sie Kian, kalau engkau membunuhku, aku tidak akan begini merasa sakit hati," demikianperampok itu sebelum pergi. "Juga kalau engkau hanya menghalangi perbuatan kami merampok,akupun tidak perduli. Akan tetapi engkau telah membunuh isteriku tercinta dan aku bersumpahbahwa kelak aku akan mencarimu dan aku akan membunuh seluruh keluargamu dan semuapenghuni rumahmu!" Setelah mengeluarkan ucapan itu, perampok muda itu pergi dengan mukaberduka. Sie Kian membiarkannya pergi dan mengira bahwa ucapan itu tentu hanya ancamanseorang perampok yang kecewa. Akan tetapi, ternyata hari ini ada surat dan piauw beroncemerah! Perampok itu ternyata bukan hanya meninggalkan ancaman kosong belaka dan hari ini,kurang lebih lima tahun semenjak peristiwa itu, perampok itu benar-benar datang untuk melaksanakan ancamannya dan sumpahnya! Diam-diam Sie Kian bergidik. Ancaman dalam suratitu sungguh menyeramkan. Akan tetapi, dia tidak takut! Selama hidupnya, Sie Kian adalahseorang lakilaki yang jantan. Demi membela kebenaran, dia tidak takut kehilangan nyawa! Ancaman surat itu hanya ancaman seorang penjahat, seorang perampok, dan dia akanmenyambutnya, menandinginya dengan sikap seorang pendekar sejati! Tidak, dia tidak akanminta bantuan orang lain! Setelah termenung sejenak, Sie Kian menyimpan surat dan piauw ituke dalam kantung bajunya, dan diapun memasuki kamar di mana isterinya sedang berbaringmenyusui anak mereka, anak laki-laki yang baru berusia sepuluh tahun dan mereka beri nama SieLiong. Dengan wajah tenang saja Sie Kian duduk di kursi dalam kamar itu dan bertanya kepadaisterinya, di mana adanya puteri mereka yang bernama Sie Lan Hong. Dia dan isterinya memanghanya mempunyai dua orang anak, yaitu pertama Sie Lan Hong yang sudah berusia lima belastahun dan setelah lewat empat belas tahun lebih barulah isterinya melahirkan Sie Liong. "Ia barusaja keluar dari sini, mungkin ia berada di dalam kamarnya," jawab istrinya sambil bangkit duduk karena Sie Liong sudah tidur pulas. "Ada apakah? Kelihatannya engkau begitupendiam." Isteri yang sudah amat mengenal watak suaminya itu bertanya dengan pandang matacuriga melihat sikap suaminya begitu pendiam, tidak seperti biasanya. "Panggil dulu Lan Hong kesini, juga pangil Cu An yang berada di kamarnya. Ada urusan penting sekali yang hendak kubicarakan dengan kalian bertiga." Isteri Sie Kian memandang suaminya dengan heran, akantetapi tidak membantah dan ia lalu keluar dari kamarnya. Tak lama kemudian ia muncul kembalibersama seorang gadis yang manis, yaitu Lan Hong, dan seorang laki-laki muda berusia kuranglebih duapuluh lima tahun. Pria ini adalah Kim Cu An, murid kepala yang kini membantu Si Kianmemimpin para murid
Leave a Comment