Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
20Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Majalah Sabili - Media Revivalis - Sejarah

Majalah Sabili - Media Revivalis - Sejarah

Ratings: (0)|Views: 7,688|Likes:
Published by eets

More info:

categoriesTypes, Research, History
Published by: eets on May 29, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/10/2013

pdf

text

original

 
MAJALAH ISLAM SABILI:Media Revivalis Gerakan Tarbiyah (1988-1993)
oleh:
Agung Pardini,
S.Pd.
Latar Belakang:Kemunculan Gerakan Tarbiyah dan Kelahiran Majalah Sabili
Pada awal dekade 1980-an, perkembangan Islam di Indonesia ditandaioleh munculnya fenomena meningkatnya semangat religiusitas umat yang seringdikenal sebagai lahirnya kebangkitan Islam (
Islamic Revivalism
). KebangkitanIslam ini ditandai oleh munculnya gerakan Islam baru yang memiliki basisideologi, pemikiran, dan strategi gerakan yang berbeda dengan gerakan atauormas-ormas Islam yang telah ada sebelumnya, seperti NU, Muhammadiyah,PERSIS, Al-Irsyad, Jamaat Khair dan sebagainya.Adanya ketegangan-ketegangan politik antara negara dengan umat Islamyang merasa khawatir dengan kebijakan-kebijakan pemerintah ternyata telahmendorong intensifikasi rasa identitas keagamaan di sebagian kalangan umatIslam.
1
Menguatnya rasa identitas keagamaan umat tersebut merupakanpembuka jalan bagi masuknya semangat kebangkitan Islam yang saat itu
1
Fred R. Von der Mehden, “Malaysia dan Indonesia”, Shireen T. Hunter (ed.)
Politik KebangkitanIslam: Keragaman dan Kesatuan
. (Yogya: Tiara Wacana, 2001), h. 272.
 
sedang berkembang di Timur Tengah
2
. Munculnya semangat kebangkitan Islamdi Indonesia merupakan sebuah
blessing in disguise
(anugerah terselubung) darikondisi umat Islam yang sedang terpuruk akibat kebijakan Orde Baru saat itu.Salah satu gerakan revivalis islam yang paling menonjol pada saat ituadalah dengan banyak munculnya Kelompok-kelompok pengajian Usroh.Kemunculan kelompok-kelompok Usroh ini dalam tahap pertamanya adalahditandai dengan pembentukan kelompok-kelompok kecil (usroh) yang banyakterdapat di kampus-kampus ternama di Indonesia pada awal 1980-an. Secaraharfiah, usroh ini berarti keluarga, namun secara konseptual dan aktual usrohmerupakan unit terkecil (sel) dari sebuah gerakan yang lebih luas.Sesungguhnya sistem usroh ini telah lama dikenal dalam nomenklatur gerakanIslam kontemporer, karena sistem ini adalah tulang punggung dari programkaderisasi organisasi Ikhwanul Muslimin dan Jama’at-i Islami.
3
 Kelompok-kelompok pengajian usroh yang pada tahap awalnyadikembangkan di masjid Salman ITB, selanjutnya mengalami beberapapergesaran kepada pola gerakan yang diilhami langsung dari pergerakanIkhwanul Muslimin. Pergeseran ini muncul setelah kedatangan para alumni Timur Tengah sejak tahun 1983-1984. Momentum kedatangan para alumnus Timur Tengah memberikan pengaruh yang sangat besar dalam hal materi pembinaan,
2
R. Hrair Dekmejian, “Kebangkitan Islam: Katalisator, Kategori, dan Konsekuensi”,
Politik Kebangkitan Islam: Keragaman dan kesatuan
, Shireen T. Hunter (ed.) (Yogyakarta: TiaraWacana, 2001) h. 3. Secara umum kebangkitan Islam menggambarkan tiugginya kesadaranIslam di kalangan umat Islam. Bentuk kebangkitan Islam ini ditandai dengan menyebarnyamasyarakat yang dipenuhi kebajikan dan ketaatan yang mencolok untuk mempraktekkan ajaran-ajaran Islam.
3
Azyumardi Azra, “Kelompok Sempalan di Kalangan Mahasiswa PTU: Anatomi Sosio-Historis” ,
Dinamika Pemikiran Islam di Perguruan Tinggi 
. Fuaduddin dan Cik hasan Bisri (ed.), (Jakarta:Logos Wacana Ilmu, 2002). H. 226.
 
metode dakwah, sistem pengorganisasian dan kaderisasi, serta dalam halperubahan nama gerakan. Nama kegiatan dakwah kampus akhirnya berubahdari usroh menjadi gerakan Tarbiyah.Salah satu bentuk strategi dakwah yang coba dikerjakan oleh para aktivisdari gerakan Tarbiyah dalam menyebarkan ide-ide revivalisnya adalah denganmembangun sebuah media massa Islam. Maka pada pertengahan tahun 1980-an, lahir majalah baru berukuran setengah folio yang dinamai SABILI, yangdalam bahasa Arab berarti ‘jalanku’. Majalah ini secara gotong-royong dibangunoleh para aktivis Muslim yang tergabung dalam
Kelompok Telaah dan AmaliahIslam (KTAI)
. Edisi perdana Sabili antara lain dikerjakan oleh lima orang, yaituKH. Rahmat Abdullah (dengan nama samaran Abu Fida) selaku pemimpinredaksi merangkap pemimpin umum dan penanggung jawab, Muhammad ZainalMuttaqin (nama samaranya Muhammad Ishaq atau Abu Rodli) dan Ade ErlanggaMasdiana sebagai dewan redaksi. Arifinto (Arifin Toat) sebagai penanggung jawab distributor, serta Ahmad Fery Firman (Atwal Arifin) yang mengerjakanproses setting dan lay out.
Metodologi dan Bahan Sumber Penelitian
Makalah ini merupakan hasil penelitian historis yang bertujuan untukmerekonstruksi perkembangan awal majalah Islam Sabili sebagai pers ilegalantara tahun 1988 – 1993 yang merupakan salah satu bentuk manifestasi bagimunculnya gerakan Islamisme baru Islam di Indonesia. Penelitian ini tidak hanyamengkaji perkembangan majalah Sabili dari perspektif pers atau jurnalistik saja,

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Vhira Vhirong liked this
Vhira Vhirong liked this
Vhira Vhirong liked this
Juriah Hrp liked this
Cucunya Mandor liked this
Sahuri SamaAja liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->