Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Untitled

Untitled

Ratings: (0)|Views: 410 |Likes:
Published by Alim Sumarno

More info:

Published by: Alim Sumarno on Aug 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2013

pdf

text

original

 
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisi
ka Vol. 02 No. 03 Tahun 2013, 70
 – 
74
 70
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA KIT FLUIDA STATIS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARANPADA SUB MATERI FLUIDA STATIS DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MOJOSARI,MOJOKERTORosalina Indah Pramesty, Prabowo
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri SurabayaE-mail: rosalinaindahpramesty@yahoo.co.id 
ABSTRAK 
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi langsung yang dilakukan oleh peneliti di SMA Negeri 1 Mojosari, diketahui bahwa sekolah tersebut belum memiliki alat peraga kit fluida statis yang mampu membantu siswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui percobaan sehingga siswa mampu berpikir, bekerja, bersikap ilmiah danmendapatkan hasil belajar yang sesuai dengan KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat peraga kitfluida statis pada umumnya dan mendeskripsikan kelayakan alat peraga, ketuntasan belajar siswa serta respons siswasetelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan alat peraga kit fluida statis. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1Mojosari dengan menggunakan metode penelitian pengembangan. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPAdi SMA Negeri 1 Mojosari. Sampel penelitian terdiri dari 3 kelas replikasi (XI IPA 1, XI IPA 2 dan XI IPA 6). Sebelum proses pengambilan data, alat peraga kit fluida statis yang dikembangkan ditelaah dan divalidasi oleh dosen ahli mediadan guru bidang studi. Berdasarkan penilaian alat peraga kit fluida statis didapatkan persentase sebesar 77% dengankategori baik. Hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media alat peraga kit fluidamengalami kenaikan sehingga diperoleh persentase ketuntasan hasil belajar secara klasikal mencapai 85,80%. Skor  perkembangan
(gain skor)
mencapai 0,8 dengan kriteria tinggi. Pembelajaran dengan menggunakan media alat peraga kitfluida statis juga mendapatkan respons yang baik dari siswa. Hal ini dibuktikan dengan persentase hasil analisis angketrespons siswa yang mencapai 92,5% dengan kriteria sangat kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga kitfluida statis yang dikembangkan layak untuk diterapkan pada pembelajaran di SMA Negeri 1 Mojosari, MojokertoKata kunci :
alat peraga kit fluida statis, fluida statis.
 
ABSTRACT
According to result of interview and observation at SMA Negeri 1 Mojosari, Mojokerto detected that the school don’t
have visual equipment like static fluids kit who able to help the student get real experience in studying to get a goodresult of study. The purpose of this research in general, for developed static fluids kit visual equipment, describe theexpedience of visual equipment, result of study and response of student after learning with static fluids kit visualequipment. The research does at SMA Negeri 1 Mojosari, Mojokerto with research and development method. The population is the entire student in class XI IPA at SMA Negeri 1 Mojosari. The sample of this research a consist of 3replication class (XI IPA 1, XI IPA 2 and XI IPA 6). Before removal data begin, the visual equipment of static fluids kitmust be validation for professional lecture and lesson teacher. According to assessment from visual equipment of staticfluids kit, it get 77 % with good category. The result of study after learning use visual equipment of static fluids kitincrease, so the percentage of completeness result studies in classical getting to 85,80 % and gain score getting to 0,8with good criteria. Learning process using visual equipment of static fluids kit get good response from the student. It proof with percentage result of analyze student questionnaire response who getting 92,5 % and very strong category.Result of research indicate that visual equipment of static fluids kit reasonable to applying in process learning at SMA Negeri 1 Mojosari, Mojokerto.Keyword : visual equipment of static fluids kit, static fluids.
 
Pengembangan Alat Peraga KIT Fluida Statis sebagai Media Pembelajaran
 
71
PENDAHULUAN
Pendidikan memberikan kontribusi yang besar terhadap kemajuan dan pembangunan watak  bangsa sehingga pendidikan tidak dapat dilepaskandari kehidupan masyarakat. Pendidikan merupakansalah satu upaya untuk melahirkan sumber dayamanusia (SDM) yang berkualitas dan bermututinggi. Perkembangan zaman yang pesatmenyebabkan dunia pendidikan berubah signifikansehingga merubah pola pikir pendidik, dari pola pikir yang awam dan kaku menjadi lebih modern.Pendidikan dapat diartikan sebagai prosesyang terjadi dalam diri manusia yang berlangsungsecara terus menerus (abadi) untuk memperolehsuatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi denganlingkungan.Tujuan pendidikan adalah menciptakanseseorang yang berkualitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan luas ke depan danmampu beradaptasi secara cepat dan tepat dalam berbagai lingkungan.Upaya peningkatan kualitas sumber dayamanusia (SDM) harus seiring dengan peningkatankualitas pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan menjadi tanggung jawab semua pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran terutama bagi guru. Dalam proses pembelajaran akan terjadiinteraksi antara guru dan peserta didik. Proses pembelajaran dikatakan berjalan dengan baik salahsatunya dilihat dari indikator berupa hasil belajar siswa. Untuk mencapai proses pembelajaran yang baik, guru harus mempunyai pedoman agar sesuaidengan tujuan yang diharapkan yaitu pemahamankonsep yang menyeluruh dan hasil belajar yang baik.Kesulitan yang sering dihadapi gurudalam proses pembelajaran di dalam kelas adalah bagaimana materi pelajaran yang disampaikandapat dikuasai secara tuntas oleh peserta didik.Kesulitan tersebut dikarenakan peserta didik memiliki kecerdasan yang beragam dan latar  belakang yang berbeda satu sama lain. MenurutKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secarainkuiri ilmiah
(scientific inquiry)
untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannyasebagai aspek penting kecakapan hidup. Olehkarena itu, pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman belajar siswa secaralangsung melalui penggunaan dan pengembanganketerampilan proses serta sikap ilmiah. Salah satucara yang dapat meningkatkan sikap inkuiri siswaadalah dengan melakukan percobaan. Denganadanya percobaan, siswa dituntut untuk berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah hingga menemukankonsep sendiri.Fisika adalah salah satu ilmu dalam bidang sains yang dipelajari melalui pendekatanmatematis, sehingga seringkali ditakuti dancenderung tidak disukai oleh sebagian besar pesertadidik. Belajar fisika bukan hanya sekedar tahumatematika tetapi peserta didik diharapkan untuk mampu memahami konsep yang terkandungdidalamnya, memahami permasalahan serta mampumenyelesaikannya secara matematis. Tidak jaranghal inilah yang menyebabkan ketidaksenangan peserta didik terhadap mata pelajaran ini semakin besar. Kebanyakan konsep-konsep yang dipelajaridalam fisika merupakan gejala-gejala alam yang bersifat abstrak jika hanya dijelaskan di depankelas. Untuk memahami konsep materi yang bersifat abstrak, diperlukan kreatifitas guru dalammemilih media pembelajaran yang tepat. Salah satukomponen media pembelajaran yaitu alat peraga.Alat peraga pendidikan disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia itu diterima atau ditangkapmelalui panca indera. Semakin banyak indera yangdigunakan untuk menerima sesuatu maka semakin banyak dan semakin jelas pula pengertian atau pengetahuan yang diperoleh. Dengan perkataanlain, alat peraga ini dimaksudkan untuk mengerahkan indera sebanyak mungkin kepadasuatu objek sehingga mempermudah persepsi.Dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi peristiwa yang menunjukkan konsep fluida,khususnya fluida statis. Banyak alat dan bahansederhana yang dapat menunjukkan peristiwatersebut. Berdasarkan observasi yang telahdilakukan di SMA Negeri 1 Mojosari danwawancara dengan guru bidang studi fisika, pesertadidik di sekolah tersebut memiliki rasa ingin tahuyang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan antusias peserta didik untuk mengikuti pembelajaran denganmelakukan percobaan di laboratorium. Namundengan keterbatasan jumlah alat dan dibutuhkanwaktu yang lebih untuk mempersiapkan sertamerangkai alat percobaan membuat siswa tidak dapat melakukan seluruh percobaan pada materiyang diajarkan. Konsep fluida sering diterapkandalam kehidupan sehari-hari dan menjadi dasar dari pembuatan alat-alat seperti rem hidrolik, pompa
 
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisi
ka Vol. 02 No. 03 Tahun 2013, 70
 – 
74
 72
dan dongkrak hidrolik, pengukuran tekanan bandan pembuktian keaslian suatu bahan(menggunakan hukum Archimedes) sehinggadianggap perlu untuk memberikan pengalamanlangsung dalam proses pembelajaran denganmenggunakan alat peraga untuk membantu siswamenguasai materi secara tuntas.Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti akan melakukan penelitian dengan judul
”PENGEMBANGAN ALAT PERAGA KIT
FLUIDA STATIS
 
SEBAGAI MEDIAPEMBELAJARAN PADA SUB MATERIFLUIDA STATIS DI KELAS XI IPA SMA
 NEGERI 1 MOJOSARI”
 
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan atau
 Research and  Development (R&D).
Pada penelitian ini hanyadibatasi pada tahap studi pengembangan yangsampai pada tahap pengujian terbatas denganmenggunakan desain
one group pretest-posttest design.
Penelitian dilakukan di kelas XI SMA Negeri 1 Mojosari, Mojokerto pada tanggal 20 - 31Mei 2013 semester genap tahun ajaran 2012-2013.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswakelas XI IPA SMA Negeri 1 Mojosari, Mojokertosedangkan sampel pada penelitian ini adalah kelasXI IPA 1, XI IPA 2 dan XI IPA 6 yang dipilihsecara acak (
random
).Data yang diperoleh selama penelitiandianalisis berdasarkan analisis instrumen, analisishasil validasi kelayakan alat peraga, analisis hasil penilaian aktivitas siswa, analisis ketuntasan hasil belajar siswa dan analisis hasil angket responssiswa.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan analisis instrumen denganmenggunakan empat kriteria yaitu validitas,reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda soaldiperoleh 20 soal dari 50 soal yang diujikan layak digunakan sebagai soal
 pre-test 
dan
 post-test 
.Hasil analisis validasi kelayakan alat peraga kit fluida statis yang dilakukan olehdosen ahli media dan guru bidang studi dengansepuluh aspek yang disajikan diperoleh persentasenilai sebesar 77 % dengan kategori baik.Setelah alat peraga kit fluida statisdivalidasi dan layak digunakan sebagai mediadalam pembelajaran maka dilakukan ujicobaterbatas pada tiga kelas replikasi yang telahditentukan dengan proses belajar mengajar sesuaidengan rancangan penelitian. Selama proses penelitian berlangsung, observasi tidak hanyaterpusat pada ketuntasan hasil belajar kognitif siswa melainkan juga aktivitas siswa.Analisis hasil penilaian aktivitas siswaterbagi menjadi dua, yaitu penilaian afektif dan penilaian psikomotor. Penilaian afektif siswadilakukan untuk mengetahui sejauh mana siswamampu menunjukkan sifat berkarakter dalam pembelajaran. Penilaian afektif siswa terdiri darilima aspek, yaitu partisipasi siswa, perhatian siswaketika guru menjelaskan, kedisiplinan siswa,ketepatan waktu dalam menyelesaikan percobaandan kemampuan memperoleh data. Nilai rata-rataafektif secara klasikal untuk kelas XI IPA1 adalah82, untuk kelas XI IPA 2 adalah 85 dan nilai rata-rata klasikal tertinggi dicapai oleh kelas XI IPA 6yaitu sebesar 89. Hal ini dikarenakan suasana pembelajaran di kelas XI IPA 6 cukup kondusif dan terkendali dengan minat belajar siswa yangtinggi sehingga sebagian besar siswa aktif dalamkegiatan pembelajaran. Selain itu, jadwal pembelajaran fisika untuk kelas XI IPA 6 berada pada jam pertama sehingga kondisi fisik maupun pikiran siswa sangat mendukung dalam proses pembelajaran. Berdasarkan data nilai afektif rata-rata maka didapatkan grafik diagram batangsebagai berikut :
Gambar 1
: grafik rata-rata nilai afektif Penilaian psikomotor siswa dilakukanuntuk mengetahui kemampuan dan kesiapan siswaselama percobaan berlangsung. Penilaian psikomotor siswa terdiri dari lima aspek, yaitumerangkai alat dengan benar, rapi danmemperhatikan keselamatan kerja; pengamatandilakukan dengan cermat tanpa adanya manipulasi
02040608010012345
NilaiAspek yang dinilai
Rata -Rata Nilai Afektif 
XI IPA 1XI IPA 2XI IPA 6

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->