Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Buku Jarkom2

Buku Jarkom2

Ratings: (0)|Views: 151|Likes:
Published by Pram Abdul'azhiim
jaringan
jaringan

More info:

Published by: Pram Abdul'azhiim on Aug 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/02/2014

pdf

text

original

 
1
1.1. Abstrak 
Perkembangan teknologi jaringan komputer dewasa ini semakin pesat seiring dengankebutuhan masyarakat akan layanan yang memanfaatkan jaringan komputer. Pada sistem jaringan komputer, protokol merupakan suatu bagian yang paling penting. Protokol jaringanyang umum digunakan adalah IPv4, yang masih terdapat beberapa kekurangan dalammenangani jumlah komputer dalam suatu jaringan yang semakin kompleks. Telahdikembangkan protokol jaringan baru, yaitu IPv6 yang merupakan solusi dari masalah diatas.Protokol baru ini belum banyak diimplementasikan pada jaringan-jaringan di dunia.IP versi 6 (IPv6) adalah protokol Internet versi baru yang didesain sebagai penggantidari Internet protocol versi 4 (IPv4) yang didefinisikan dalam RFC 791. IPv6 yang memilikikapasitas address raksasa (128 bit), mendukung penyusunan address secara terstruktur, yangmemungkinkan Internet terus berkembang dan menyediakan kemampuan routing baru yangtidak terdapat pada IPv4. IPv6 memiliki tipe address anycast yang dapat digunakanuntuk  pemilihan route secara efisien. Selain itu IPv6 juga dilengkapi oleh mekanisme penggunaanaddress secara local yang memungkinkan terwujudnya instalasi secara Plug&Play, sertamenyediakan platform bagi cara baru pemakaian Internet, seperti dukungan terhadap alirandatasecara real-time, pemilihan provider, mobilitas host, end-to-end security, ataupunkonfigurasi otomatis.
1.2. Pendahuluan
IPv4 yang merupakan pondasi dari Internet telah hampir mendekati batas akhir darikemampuannya, dan IPv6 yang merupakan protokol baru telah dirancang untuk dapatmenggantikan fungsi IPv4. Motivasi utama untuk mengganti IPv4 adalah karena keterbatasandari panjang addressnya yang hanya 32 bit saja serta tidak mampu mendukung kebutuhanakan komunikasi yang aman, routing yang fleksibel maupun pengaturan lalu lintas data.
Gambar
Error! No text of specified style in document.
.1.
Struktur Header Dasar Pada IPv4
 
Bab 1. IPV6
 
2IP versi 6 (IPv6) adalah protokol Internet versi baru yang didesain sebagai penggantidari Internet protocol versi 4 (IPv4) yang didefinisikan dalam RFC 791. IPv6 yang memilikikapasitas address raksasa (128 bit), mendukung penyusunan address secara terstruktur, yangmemungkinkan Internet terus berkembang dan menyediakan kemampuan routing baru yangtidak terdapat pada IPv4. IPv6 memiliki tipe address anycast yang dapat digunakanuntuk  pemilihan route secara efisien. Selain itu IPv6 juga dilengkapi oleh mekanisme penggunaanaddress secara local yang memungkinkan terwujudnya instalasi secara Plug&Play, sertamenyediakan platform bagi cara baru pemakaian Internet, seperti dukungan terhadap alirandatasecara real-time, pemilihan provider, mobilitas host, end-to-end security, ataupunkonfigurasi otomatis.
1.3. Keunggulan IPv6
Otomatisasi berbagai setting / Stateless-less auto-configuration (plug&play) Address pada IPv4 pada dasarnya statis terhadap host. Biasanya diberikan secara berurut pada host.Memang saat ini hal di atas bisa dilakukan secara otomatis dengan menggunakan DHCP(Dynamic Host Configuration Protocol), tetapi hal tersebut pada IPv4 merupakan fungsitambahan saja, sebaliknya pada IPv6 fungsi untuk mensetting secara otomatis disediakansecara standar dan merupakan defaultnya. Pada setting otomatis ini terdapat 2 cara tergantungdari penggunaan address, yaitu
setting otomatis stateless dan statefull 
.
1.3.1. Setting Otomatis Statefull
Cara pengelolaan secara ketat dalam hal range IP address yang diberikan pada hostdengan menyediakan server untuk pengelolaan keadaan IP address, dimana cara inihampir mirip dengan cara DHCP pada IPv4. Pada saat melakukan setting secaraotomatis, informasi yang dibutuhkan antara router, server dan host adalah ICMP(Internet Control Message Protocol) yang telah diperluas. Pada ICMP dalam IPv6 ini,termasuk pula IGMP (Internet Group management Protocol) yang dipakai padamulticast pada IPv4.
 
3
Gambar
Error! No text of specified style in document.
.2.
Setting Otomatis Statefull
 
1.3.2. Setting Otomatis Stateless
Pada cara ini tidak perlu menyediakan server untuk pengelolaan dan pembagian IPaddress, hanya mensetting router saja dimana host yang telah tersambung di jaringandari router yang ada pada jaringan tersebut memperoleh prefix dari address dari jaringantersebut. Kemudian host menambah pattern bit yang diperoleh dari informasi yang unik terhadap host, lalu membuat IP address sepanjang 128 bit dan menjadikannya sebagai IPaddress dari host tersebut. Pada informasi unik bagi host ini, digunakan antara lainaddress MAC dari jaringan interface. Pada setting otomatis stateless ini dibalik kemudahan pengelolaan, pada Ethernet atau FDDI karena perlu memberikan palingsedikit 48 bit (sebesar address MAC) terhadap satu jaringan, memiliki kelemahan yaituefisiensi penggunaan address yang buruk.
Gambar
Error! No text of specified style in document.
.3.
Setting Otomatis Stateless
 
1.4. Perubahan Dari IPV4 ke IPV6
Perubahan dari IPv4 ke IPv6 pada dasarnya terjadi karena beberapa hal yangdikelompokkan dalam kategori berikut :
1.4.1. Kapasitas Perluasan Alamat
IPv6 meningkatkan ukuran dan jumlah alamat yang mampu didukung oleh IPv4dari 32 bit menjadi 128bit. Peningkatan kapasitas alamat ini digunakan untuk mendukung peningkatan hirarki atau kelompok pengalamatan, peningkatan jumlah atau

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->