Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
90Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
APLIKASI FUZZY LOGIC CONTROL UNTUK PENGONTROLAN SUHU PENGERINGAN BUAH NANGKA

APLIKASI FUZZY LOGIC CONTROL UNTUK PENGONTROLAN SUHU PENGERINGAN BUAH NANGKA

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 3,751 |Likes:
Published by mazterijo

More info:

Published by: mazterijo on May 31, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

 
APLIKASI FUZZY LOGIC CONTROL UNTUK PENGONTROLAN SUHUPENGERINGAN BUAH NANGKAAndasuryani, Santosa, Fera YanidaABSTRAK Suhu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi mutu produk yangdikeringkan. Sistem pengendalian yang menerapkan logika fuzzy merupakansalah satu sistem yang dapat mengendalikan suhu ruang pengeringan. Padasistem pengendalian suhu dengan logika fuzzy, hal yang ingin dicapai adalahkeluaran sistem tidak memiliki lewatan (overshoot) dan waktu seminimalmungkin untuk mencapai set pointPenelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendisain dan mengevaluasiteknis sistem pengendalian suhu untuk ruang pengering dengan menerapkankontrol logika fuzzy. Prosedur penelitian dimulai dengan pembuatan sistemkontrol suhu dan aktuator kemudian dilanjutkan dengan melakukan evaluasiteknis yang meliputi pengujian sistem kendali suhu dan evaluasi terhadapproduk yang dikeringkan.Hasil pengujian memperlihatkan bahwa suhu set point untuk pengeringan( 54 0C) dicapai pada menit ke-31 sejak awal pengeringan. Rata-rata suhuselama pengendalian adalah 53.78 0C yang mendekati nilai suhu yangdiinginkan dengan koefisien keragaman yang kecil dari 15 %. Errormaksimum, error minimum, beda error maksimum dan beda error minimumsetelah mencapai set point berturut-turut adalah 1.60, -0.84, 1.56 dan -0.82.Kadar air awal produk (nangka) 77.12% dan mencapai kadar air akhir 24.31% setelah 6 jam pengeringan.Kata kunci : set point, error, beda error, fuzzy, overshoot PENDAHULUANPerkembangan alat dan mesin pertanian telah mencapai pada tahappenggunaan kontrol otomatik pada sebagian atau seluruh fungsipengoperasian alat dan mesin tersebut. Hal ini didukung oleh kemajuanteknologi komputer baik hardware maupun software. Secara umum, tujuanpenggunaan kontrol otomatik pada alat dan mesin pertanian adalah untukmengurangi beban kerja operator, meningkatkan akurasi kerja danmempermudah pengoperasian.Melimpahnya produk pertanian disaat panen raya masih merupakan masalahyang dialami oleh pertanian di negara kita. Usaha penanganan danpengolahan hasil pertanian akan dapat membantu mengatasi masalah
 
melimpahnya produk saat panen raya tersebut. Salah satu teknikpenanganan dan pengolahan hasil pertanian adalah pengeringan.Pengeringan merupakan salah satu upaya untuk menjaga kualitas bahanhasil pertanian dari kerusakan mikrobiologis, enzimatis dan kimiawi. Suhumerupakan salah satu faktor yang mempengaruhi mutu produk yangdikeringkan. Pengeringan dapat terjadi karena adanya aliran udara danenergi panas. Aliran udara panas akan mempengaruhi suhu pengeringan,oleh karena itu aliran udara harus diberikan dalam jumlah yang tepat.Kekurangan aliran udara panas akan menimbulkan kondensasi pada lapisanproduk sedangkan kelebihan aliran udara panas dapat mengakibatkankeretakan atau produk akan mengalami proses dehidrasi. Pada umumnya,makin tinggi suhu udara maka makin besar aliran udara yang dibutuhkan.Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalahdengan merancang suatu sistem kendali suhu yang dapat mempertahankansuhu pengeringan yang diinginkan. Pengendalian dengan menggunakanpersonal komputer semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir dansangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah kendali secaramemuaskan. Rohmanuddin (1997) menyatakan bahwa metode pengendaliandengan logika fuzzy mempunyai kelebihan dibandingkan dengan jenispengendalian lainnya, diantaranya adalah tidak diperlukannya modelmatematik yang eksplisit dari sistem yang dikendali dan algoritmapengendaliannya sangat sederhana.Astrid (2005) menyatakan bahwa di antara sistem kontrol cerdas yangberkembang pesat, sistem kontrol fuzzy termasuk dalam sistem kontrolcerdas yang semakin populer. Salah satu kelebihannya adalah memilikikemampuan untuk mengakomodasi informasi linguistik dan numerik darisuatu sistem. Kemampuan ini dapat digunakan untuk mengatasi masalahnonlinieritas yang sulit diatasi oleh pengontrol linier biasa, yaitu denganmendeskripsikannya dalam sejumlah aturan linguistik atau pengetahuantentang struktur masukan-keluaran.Kajian-kajian yang menerapkan kontrol fuzzy menunjukkan adanya kenaikanyang cukup berarti. Aziz (1996) telah melakukan kajian pengontrolan lampulalu lintas dengan logika fuzzy. Rohmanuddin (1997) melakukan pengontrolanposisi pada motor DC dengan menggunakan pengontrol logika fuzzy.Sementara itu, Astrid (2005) juga telah melakukan kajian terhadap prosesnetralisasi dalam pengolahan limbah cair dengan pengontrol fuzzy adaptif. Jenis pengontrol fuzzy adaptif yang digunakan adalah pengontrol fuzzyadaptif langsung yang mengandalkan pengetahuan pengontrolan danpengontrol fuzzy adaptif tidak langsung yang mengandalkan pengetahuantentang perilaku sistem kajian.
 
Berdasarkan pada hal-hal diatas, maka dilakukan penelitian dengan tujuanuntuk mendisain dan mengevaluasi teknis sistem kendali suhu untuk ruangpengering dengan menerapkan kontrol logika fuzzy.METODE PENELITIANMetode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen dengantiga kali ulangan. Prosedur penelitian dimulai dengan pembuatan sistemkontrol suhu dan aktuator kemudian dilanjutkan dengan melakukan evaluasiteknis yang meliputi pengujian sistem kendali suhu dan evaluasi terhadapproduk yang dikeringkan.Proses kerja sistem pengendalian suhu dimulai dengan pembacaan suhu olehsensor. Perubahan suhu menyebabkan perubahan nilai tahanan sensor. Nilaitahanan sensor selanjutnya dikoversi ke nilai tegangan keluaran melaluirangkaian pembagi tegangan. Tegangan keluaran sensor diinputkan kekomputer dan komputer akan mengeluarkan perintah pengendalian suhudengan merubah tegangan yang akan masuk ke heater melalui rangkaianoptotriak. Proses ini akan terus berlangsung selama pengeringan.Bahan-bahan untuk sistem kontrol : sensor suhu, resistor, kapasitor, catudaya, diode, IC, kabel, saklar, dan lain-lain. Bahan pengujian berupa dagingbuah nangka. Alat-alat yang digunakan: alat pengering tipe rak, multitester,thermometer digital, higrometer, timbangan. Pelaksanaan penelitianberlangsung di Laboratorium Komputer dan Instrumentasi Program Studi Teknik Pertanian Univ. Andalas.HASIL DAN PEMBAHASANAlat pengering yang digunakan berukuran 85 cm x 50 cm x 50 cm (p x l x t)yang mempunyai 3 buah rak. Sumber panas dari alat pengering ini adalahheater dengan energi listrik.Pengujian sistem kendali suhuUji performansi rangkaian kontrol suhu dan aktuatorUji performansi rangkaian kontrol suhu dilakukan dengan melihat hubunganantara suhu yang terbaca oleh sensor dengan tegangan keluarannya.Hubungan tersebut berupa persamaan matematis yang dapat dilihat padatabel 1. Berdasarkan nilai koefisien determinasi nya maka dapat dikatakanbahwa hubungan kedua variabel tersebut adalah linear. Kelinearan ini akanmenentukan kestabilan pembacaan sensor. Ketidakstabilan pengukuransensor akan mempengaruhi besarnya tegangan yang dikeluarkan sehinggaakan mempengaruhi proses pengendalian suhu.

Activity (90)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Harnim Wahyuni liked this
Nani Na liked this
Nani Na liked this
Oky Prima liked this
Mila Karmila liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->