Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Allah Islam Sesungguhnya

Allah Islam Sesungguhnya

Ratings: (0)|Views: 2,197|Likes:
Published by Free d Muslim

More info:

Published by: Free d Muslim on May 31, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/13/2012

pdf

text

original

 
Allah islam sesungguhnya.
 
ALLAH ISLAM SESUNGGUHNYA
 
Menurut Quran, Tuhan Yang Maha Esasendirilah yang menamai diri-Nya
Allah.
 
Sesungguhnya Aku adalah Allah, tiada Tuhan selain Aku, MakaSembahlah Aku”
 (QS 20 : 14).Dalam QS 19 : 65 Tuhan bertanya :
 “Hal Ta’lamu Lahu Samiyyan”.
 Ayat ini dipahami oleh ulama2 Islam dengan makna: Apakah engkaumengetahui ada sesuatu yang bernama seperti ini? Atau Apakah engkaumengetahui sesuatu yang berhak memperoleh keagungan dankesempurnaan sebagaimana Pemilik nama itu (Allah)? Atau bermaknaApakah engkau mengetahui ada nama yang lebih agung dari nama ini?Juga dapat berarti Apakah kamu mengetahui ada sesuatu yang samadengan Dia (yang patut disembah)?
 Mungkin Muhammad sewaktu menulis ayat tersebut tidak mengetahui bahwa berabad2 sebelumnya kata Allah telahdigunakan oleh orang Hindu India untuk menamai Tuhan mereka.Kata yang sama yang digunakan nenek moyang Muhammad untuk menyebut tuhan mereka.
 Kata “ALLAH” sebenarnya telah ada jauh sebelum munculnya Islam.Kata ini kemungkinan diambil dari sebutan sansekerta untuk DewiDhurga (dewi bulan-Allah).
 Dan nama “Allah” ini sebenarnya juga terdapat dalam Kitab SuciHindu yaitu Rigveda Book 3 Hymn 30 V. 10 dan Rigveda Book 9Hymn 67 V. 30.
 Kata Allah memang diyakini diambil dari bahasa sanskerta, namun“wujud” Allah yang ada pada jaman Muhammad bukanlah Dewi Durga.
 Hal ini dikarenakan percampuran kepercayaan Hindu India,dengan kepercayaan2 lain yang memang asli dari Jazirah Arabtersebut.
 Untuk jelasnya kita simak penjelasan berikut.Beberapa pengkritik islam mengatakan bahwa Allah dalam Islam adalahDewa Bulan. Ini tidak Benar!
Penulis yang lain mengatakan bahwaAllah dalam Quran berasal dari dewa bulan pada masa sebelumIslam. Ini mungkin benar!
 Kebenaran yang tak dapat disangkal adalah:konsep Allah dalam Quran berhubungan dengan penyembahan dewa bulan, dan secara tidak langsung terhadap dewa bulan itu sendiri sebagaiobjek penyembahan pada masa sebelum Islam. Lebih dari itu, pusat penyembahan dewa bulan pada masa sebelum Islam sama dengan tempat pusat ibadah haji pada masa kini yaitu Kabah di Mekah. Hampir semuaritual keagamaan Islam pada masa kini sama dengan semua ritual padamasa sebelum Muhammad, masa dimana Arab masih menyembah dewa bulan.
 
Satu hal yang pasti, fakta yang tidak dapat dibantah adalah; bahwa penyembahan kepada dewa bulan tersebar luas di seluruh daerah Arab pada masa sebelum Muhammad.Yusuf Ali seorang Penulis Islam menyatakan dalam Al-qur'anterjemahan Inggrisnya di halaman 1621-1623:"Penyembahan dewa bulan sangat terkenal dalam bentuk penyembahanyang beragam...
dewa bulan adalah dewa laki-laki pada masa Indiakuno
. Dewa bulan juga merupakan dewa laki-laki dalam agama Semirickuno, dan kata Arab untuk bulan "Qamar" dalam bentuk maskulin.Dengan kata lain, kata Arab untuk matahari "shams" dalam bentuk feminim. Penyembah berhala di Arab nampaknya memandang mataharisebagai seorang dewi dan bulan sebagai seorang dewa laki-laki.Di halaman 1644 footnote no 5798, dia menjelaskan
mengapa "Allah"bersumpah atas nama Bulan dalam Sura 74:32,
dalam footnote diamenjelaskan, "Bulan disembah sebagai dewa pada masa kegelapan".Dalam bagian berikutnya, kami akan menjelaskan lebih rinci bagaimana berkembangnya, atau meluasnya kultus penyembahan berhala di Timur tengah pada masa Muhammad. Kita mulai dari Utara, kemudian keMedina dan Mekah.
Mesopotamia
 Penyembahan dewa bulan sepertinya mulai di daerah Mesopotamia,dimana dewa bulan disebut dengan nama
"Sin"
atau kadang-kadang"Nanna". Dikatakan bahwa "Sin adalah dewa pertama dari tiga dewa penting di agama Astrai (perbintangan): Sin, Dewa bulan, Shamash-dewa matahari, dan Ishtar-dewa planet Venus. Simbol utama dalam penyembahan dewa bulan adalah
BULAN SABIT
, symbol iniditemukan diseluruh daerah Timur Tengah kuno, dimana ada penyembahan dewa berhala, dengan sebutan apapun juga. Ini ditemukandi daerah penemuan Arkeologi di Arab, Akkad, Kanaan, Mesir dan Siria.Biasanya ditemukan dengan
simbol bintang di tengah lingkaran bulansabit
, meskipun tidak selalu, symbol bintang itu adalah bintang fajar,Venus. Orang Assyirian menyembah dewa bulan. Replica perunggu berbentuk bulan sabit (dibuat untuk ditaruh diatas tiang bendera), telahditemukan sebagai contoh dari daerah Arkeologi di TelTerra. StratumVI. Replica itu terkubur di benteng kuno Assyrian. (Keel, p297-29S)Arkeolog yang bekerja di daerah dekat Hazor dari tahun 1955-1958menemukan kuil dewa bulan. Mereka menemukan dua patung laki-lakidiatas tahta dengan ukiran bulan sabit di dadanya. Ini mungkin perwujudan dari dewa bulan itu sendiri, atau mungkin imam-imamnya.Mereka juga menemukan batu yang berukiran tangan terangkatmenyembah bulan sabit yang ada diatasnya. Pada situs yang samamereka juga menemukan bagian dari patung yang lainnya dengan tulisanyang mengidentifikasi mereka sebagai "Putri-putri dari tuhan (God)"Pada akhirnya Babilonia mengalahkan kekaisaran Assyirian danmembangun kekaisarannya sendiri, dalam puisi kepahlawanan Babiloniayang terkenal, "Enuma Elish", dewa bulan Sin, mengambil peranan. KotaUr sangat terobsesi dengan dewa bulan sehingga mereka menyebutnyadengan nama mereka di beberapa batu ukiran yang ditemukan, namaZiggurat. Nanar ada juga disitu. Sir Léonard Wooley menemukan kuiluntuk dewa bulan di Ur, dan menggali banyak sekali contoh-contoh penyembahan dewa bulan. Semua benda-benda itu sekarangdimuseumkan di museum Inggris, London. Batu ukiran Ur-Nammumempunyai symbol bulan sabit yang ditempatkan diatas daftar namanama dewa, menunjukkan bahwa dewa bulan adalah yang dewayang terutama.Kota lain yang menjadi pusat penyembahan dewa bulan adalah Harran.Sejarawan kuno, Herodotus, dalam IV 13, 7, membicarakan mengenai
 
kota itu dan kuil dewa bulannya. Kuil tersebut dibangun dandikembangkan berulangkali pada masa itu, oleh raja-raja terkenal sepertiShalmanezer, Assur-Bani-pal, dan Nabonidus. Reruntuhannya masihdapat dilihat sampai sekarang. Dari tahun 1900 SM sampai 900 SM,raja-raja yang berkuasa diharapkan untuk bersumpah atas namanya(dewa bulan) dalam segala bentuk perjanjian (fakta) penting yangmereka buat, mereka memperoleh kekuatan darinya. Namanya masihdapat ditemukan dalam tulisan kuno berbentuk baji dan dalam batu-batutulis. Dikemudian waktu, kita membaca dalam sejarah Roma bahwakaisar Caracala terbunuh setelah dia kembali dari mengunjungi kuildewa bulan di Harran.Harran memiliki versi Allahnya sendiri yang sudah diketahui dengan baik oleh mereka yang belajar Taurat. Dilihat dari hasil penelitian,Harran memiliki BAAL-nya sendiri. Tetapi di Harran, kita mendapatkaninformasi bahwa BAAL adalah perwujudan lain dari dewa bulan.Sebagai tambahan atas berbagai nama yang diberikan pada dewa bulan,suku yang berbeda terkadang memberikan gagasan yang berbeda tentangdewa bulan. Beberapa suku di Arab Utara percaya bahwa dewa bulanadalah seorang wanita, jadi mereka memiliki DEWI Bulan.
Bagian Utara Madinah (Arab)
 Orang Arab mungkin telahmenyembah dewa bulan sejak ribuan tahun lalu. Ribuan benda-benda peninggalan telah ditemukan dalam tanah dan pasir di daerah Timur Tengah, termasuk Arab. Simbol bulan sabit telah ditemukan di materai, batu tulis, barang tembikar, jimat-jimat, benda dari tanah liat, timbangan,anting-anting, kalung, dan benda-benda yang lainnya. Kita tahu daricatatan bahwa raja Babilonia yang terakhir, Nabonidus, pergi ke Tayma,di hijaz, 1000 tahun sebelum Muhammad lahir. Dia tinggal disana untuk  beberapa waktu, dan sementara ia disana, ia membuat Tayma menjadi pusat untuk penyembahan dewa bulan. Banyak sekali ditemukan naskahyang menyangkut penyembahan dewa bulan diarea itu, termasuk "Steleo/ nabonidus" Dalam ukiran pahat kuno itu raja sendiri terlihat bersamaan dengan simbol bulan sabit besar di sebelahnya.Tayma terletak 230 mil dari Medina. Tempat lain di daerah Utara jugatelah digali. Ukiran-ukiran di batu dan mangkuk-mangkuk yang dipakaiuntuk ritual kegamaan pada "putri-putri allah" telah di temukan dandidokumentasikan. Tiga putri dari allah, Al-Lat, Al-Uzza, dan Manat,seringkali terlihat dengan simbol bulan sabit diatasnya-dewa bulan,(bahkan Prof. Muhhamad Mohar Ali, pengajar sejarah Islam diUniversitas Islam di Madinah, menyatakan dalam kuliah Pra-Islam diArab, bahwa prasasti yang ditujukan untuk 'allah' pada masa sebelum

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->