Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Untitled

Untitled

Ratings: (0)|Views: 99 |Likes:
Published by Alim Sumarno

More info:

Published by: Alim Sumarno on Aug 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2013

pdf

text

original

 
1
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI METODEBERCERITA DENGAN MEDIA BUKU CERITA BERGAMBAR PADA KELOMPOK B DI TK DAHLIA WONOSALAM JOMBANG
Septi Wulandari/ Dra. Hj. Mas’udah, M.,M.PdPendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dinisepti_wulandari9@yahoo.com
ABSTRAK 
Peningkatan kemampuan berbicara pada anak usia Taman Kanak-kanak dapat dilakukan dengan pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan diberikan berulang-ulang salah satunya melalui metode bercerita dengan media buku cerita bergambar.Cerita merupakan kebutuhan universal manusia, darianak-anak hingga orang dewasa. Bagi anak-anak, cerita tidak sekedar memberi manfaat emotif tetapi juga membantu pertumbuhan mereka dalam berbagai aspek. Ditinjau dari berbagai aspek, manfaattersebut akan diuraikan sebagai berikut: Membantu Pembentukan Pribadi dan Moral Anak, MenyalurkanKebutuhan Imajinasi dan Fantasi, Memacu Kemampuan Verbal Anak, Merangsang Minat Menulis Anak,Merangsang Minat baca anak.Kemampuan berbicara anak pada saat bercerita (menambah kosa kata) di kelompok B TK DahliaKec. Wonosalam Kab. Jombang masih rendah. Hal ini ditengarai pada saat guru bercerita anak-anak melihat guru, diam ketika guru bercerita akan tetapi tidak dapat menjawab pertanyaan cerita, serta belummampu memberikan tanggapan apa-apa. Sehingga peneliti sebagai guru yang aktif di sekolah tersebutingin memberi solusi dengan menerapkan dengan buku cerita bergambar agar kemampuan berbicara lebih baik. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimanakah metode berceritadengan media buku cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak pada kelompok BTK Dahlia Wonosalam Jombang?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaanmetode bercerita melalui metode bercerita dengan media buku cerita bergambar dalam meningkatkankemampuan berbicara pada anak kelompok B TK Dahlia Wonosalam Jombang. Penelitian inimenggunakan penelitian tindakan kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasiuntuk mengamati aktivitas anak dan aktivitas guru, serta untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbicara. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 15 anak dengan jumlah laki-laki 11 anak dan perempuan 4 anak. Teknik analisa yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil analisa menunjukkan bahwa pada siklus satu diperoleh hasil observasi aktivitas guru sebesar 62%, hasil observasi aktivitasanak sebesar 50% dan hasil peningkatan kemampuan berbicara sebesar 53% sehingga hasil yangdiperoleh belum sesuai harapan karena tergat yang ditentukan sebesar 75%. Oleh karena itu dilanjutkandengan penelitian pada siklus kedua. Hasil dari analisis siklus kedua diperoleh observasi aktivitas gurusebesar 87%, observasi aktivitas anak sebesar 87% dan observasi peningkatan kemampuan berbicarasebesar 87%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan berbicara dapatditingkatkan melalui metode bercerita dengan media buku cerita bergambar.Kata Kunci : Kemampuan berbicara, media buku cerita bergambar 
ABSTRACT
 Increased abilityto talk to children of kindergarten age can be done by learning interesting, fun and repeatedly given one through the media storytelling with picture books. The story is a universal humanneed, from children to adults. For children, the story is not merelyemotive benefits but also help them inmany aspects of growth. Judging from various aspects, such benefits will be described as follows: Personal and Moral Formation Helping Children, Imagination and Fantasy Channelling Requirements,Spur Child Verbal Ability, Interests Writing Children Stimulate, Stimulate the child's interest in reading.Child's ability to speak when told (vocabulary) in group B TK Dahlia district.Wonosalam Kab.Jombang  still low. It is suspected when the teacher told the children seethe teacher, silent when the teacher would talk but can not answer the questions the story, and not able to give any response. So the researcher as anactive teacher in the school wanted to provide a solution by applying the picture books in order to better  speaking skills. Issues to be discussed in this study is how the media storytelling with picture books canenhance child's ability to speak in group B TK Dahlia Wonosalam Jombang?. The purpose of this study isto describe the implementation of the methodof storytelling through media storytelling with picture books
 
in improving speaking skills in kindergarten children in group B Dahlia Wonosalam Jombang.This studyuses action research.The method used is the method of observation to observe the child's activity and theactivity of the teacher, as well as increase the ability to learn to speak. The subjects in this studyamounted to 15 children with a number of men and women 11 children 4 children.Analysis techniqueused is descriptive statistics.The analysis shows that the cycle of the obtained results of observations of teacher activity by 62%, the observation of the child's activity by 50% and yield enhancement of speechby 53% so that the results not as expected because Tergat is set at 75%. Thereforeproceed with the studyin the second cycle. The results from the second cycle analysis obtained observations of teacher activityby 87%, child observation activity by 87% and increase the ability to speak observation by 87%. Fromthese results it can be concluded that the increased power of speech can be enhanced through storytelling with picture books media. Keywords: Ability to speak, media picture books.
PENDAHULUAN
Pembelajaran anak usia dini dilakukan dengan bermain atau belajar melalui bermain. Bermainmerupakan pekerjaan masa kanak-kanak dan cermin pertumbuhan anak menurut Gordon & Browne (1985)dalam (Moeslichatoen, 2004:24). Bermain dapatmemberikan dunia khayal yang dapat dikuasai, bermainmeletakkan dasar pengembangan bahasanya dengan cara:mendengarkan beraneka bunyi, mengucapkan suku kata,memperluas suku kata, berbicara sesuai dengan tata bahasa Indonesia dan sebagainya.Kemampuan berbicarasangat mempengaruhi sosial dan pribadi anak.
 Pertama,
anak yang pandai berbicara akan memperoleh pemuasankebutuhan kebutuhan dan keinginan.
 Kedua,
anak yang pandai berbicara akan memiliki kepercayaan diri dan penilaian yang positif, terutama setelah mendengar komentar dari orang tentang dirinya. Ketiga anak yang pandai berbicara cenderung pandai mempengaruhi danmeyakinkan teman sebayanya. Hal ini mendukung posisianak sebagai pemimpin. Hurlock (1997) dalam(Musfiroh, 2005: 103).Kemampuan berbahasa yang dapatdikembangkan di Taman kanak-kanak salah satunyaadalah melalui bercerita. Karena berceritadapat memberi pengalaman belajar yang menarik, memperoleh bermacam infomasi, serta dapat membangkitkansemangat, dan menimbulkan keasyikan. Berceritamerupakan metode dan materi yang dapat diintegrasikandengan dasar keterampilan lain, yakni berbicara, menulis,dan menyimak. Cerita mendorong anak bukan sajasenang menyimak cerita, tetapi juga senang bercerita atau berbicara. Anak belajar tata cara berdialog dan bernarasidan terangsang untuk menirukannya. Memacukemampuan berbicara anak merupakan sesuatu yang penting.Di samping itu, menurut Cox (1999) dalam(Musfiroh, 2005: 26) kebermaknaan cerita terletak padaaktivitas menyimak cerita itu sendiri, terutama karenakegiatan berbahasa yang paling banyak dilakukan anak adalah menyimak. Kajian Paul Ramkin mengenaikegiatan berkomunikasi anak menunjukkan bahwa 45%waktu anak dipergunakan untuk menyimak. Barulahsetelah itu anak menghabiskan 30% waktunya untuk  berbicara, 16% untuk membaca, dan 9% untuk menulis).Hal ini membuktikan bahwa sejak dalam usia diniseorang anak membutuhkan stimulasi untuk mengembangkan kemampuan berbahasa.Menurut observasi awal, bahwa kemampuan berbicara anak pada saat bercerita (menambah kosa kata)di kelompok B TK Dahlia Kec. Wonosalam Kab.Jombang masih rendah. Hal ini ditengarai pada saat guru bercerita anak-anak melihat guru, diam ketika guru bercerita tetapi tidak dapat menjawab pertanyaan cerita,serta belum mampu memberikan tanggapan apa-apa.Sehingga peneliti sebagai guru yang aktif di sekolahtersebut ingin memberi solusi dengan menerapkandengan buku cerita bergambar agar kemampuan berbicara lebih baik. Berkaitan dengan permasalahan diatas, penelitian tindakan ini akan membahas tentang“Upaya meningkatkan kemampuan berbicara melaluimetode bercerita dengan media buku ceritabergambar  pada kelompok B di Taman Kanak-kanak DahliaWonosalam Jombang”. Tujuan penelitian ini adalahuntuk untuk mendeskripsikan metode bercerita denganmedia buku cerita bergambar dapat meningkatkankemampuan bicara anak di kelompok B TK DahliaWonosalam Jombang. Adapun alasan peneliti untuk memilih metode dan media ini adalah karena melaluimetode bercerita mendorong munculnya keaksaraan padaanak, sebagai pembangkit imajinasi, lebih efektif danmudah diingat, mendorong kecintaan pada bahasa sertasaranyang efektif untuk mengajarkan berbagai nilai-nilaisosial, emosi, dll. Serta media buku cerita bergambar memberi kemudahan anak untuk memahami maksudcerita dan perhatian anak akan terfokus pada gambar.Penggunaan cerita tidak terlepas dari penggunaan media, baik visual maupun audio visual.media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehinggadapat merangsang pikiran, perasaan, dan perhatian anak dalam proses belajar. Ada beberapa macam teknik  bercerita yang dapat dipergunakan antara lain guru dapatmembaca langsung dari buku, menggunakan ilustrasi dari buku gambar, menggunakan papan flannel, menggunakan boneka, bermain peran dalam suatu bercerita.
 
3Sedangkan peranan buku cerita bergambar sebagai mediapengajaran yaitu : (1) Dapat membantuguru dalam menyampaikan pelajaran dan membantu anak dalam belajar, (2) Menarik perhatian anak sehinggaterdorong untuk lebih giat belajar, (3) Dapat membantudaya ingat siswa (retensi), (4) Dapat disimpulkan dandigunakan lagi apabila diperlukan pada saat yang lain.Penggunaan ilustrasi gambar dalam berceritadimaksudkan untuk memperjelas pesan-pesan yangdituturkan, juga untuk mengikat perhatian anak pada jalannya cerita.
METODE
Penelitian ini meggunakan penelitian tindakan(action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitianini juga termasuk penelitian deskriptif, sebabmenggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaranditerapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapatdicapai.Menurut Hardjodipuro (1997) dalam (Rachman,dkk, 2006: 9), PTK adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan, denganmendorong para guru untuk memikirkan praktik mengajarnya sendiri, agar kritis terhadap apa yangdilakukan dan mau mengubahnya.Tujuan PTK adalahmeningkatkan dan atau memperbaiki praktik  pembelajaran di sekolah, meningkatkan relevansi pendidikan, meningkatkan mutu pendidikan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan(http://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_tindakan_kelasdiakses 16 Januari 2013). Tujuan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah untuk memperbaiki danmeningkatkan kualitas pembelajaran serta membantumemberdayakan peneliti dalam memecahkan masalah pembelajaran di TK Dahlia Kec Wonosalam Kab.Jombang.Rancangan pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini terdiri atas tahapan-tahapan Taggart (1988)dalam (Aqib,2006: 30): (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan/ tindakan, (3) Observasi, (4) Refleksi. Keempat tahapanini akan membentuk siklus.Penumpulandata-data yang diperlukan inidiperoleh melalui observasi pengelolaan belajar,observasi aktivitas anak dan guru, karena hasilnya tidak  bisa disimpan sehingga instrumen penelitian hanya berupa observasi dan catatan peneliti yang dilakukandengan tanya jawab kepada anak. Menurut (Aqib,2006:107) observasi dilaksanakan bersamaan proses pembelajaran meliputi: aktivitas guru dan anak; pengembangan materi dan hasil belajar anak. Observasiyang digunakan berupa observasi terfokus, yaitu salahsatu jenis pengamatan yang cukup spesifik ditujukan pada aspek tindakan guru atau anak. Selama proses pembelajaran dan pengamatan peneliti juga mencatat hal-hal yang berhubungan dengan permasalahan yang sesuaidengan fokus peneliti.Teknik analisis data adalah upaya yangdilakukan oleh guru yang berperan sebagai peneliti untuk merangkum secara akurat data yang telah dikumpulkandalam bentuk yang dapat dicapai dan benar (Wardani,2009:5.4).Untuk mengetahui atau menganalisis tingkatkeberhasilan/ prosentase siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan evaluasi berupa penugasan yaitu menceritakan isi cerita kembali secaraurut pada setiap akhir putaran dan percakapan tentangtokoh dan isi cerita. Selanjutnya data dianalisis denganmenggunakan rumus sebagai berikut :Ket:P : Presentasef : Jumlah kemampuan yang dicapai N : Jumlah kemampuan maksimal (Winarsunu, 2002:22)Perhitungan f dilakukan dengan menghitung jumlah kemampuan mengenal angka sesuai denganindikator yang digunakan oleh peneliti. Sedangkan prosentasi dilakukan dengan membandingkan jumlahkemampuan yang dicapai dengan jumlah kemampuanmaksimalnya dengan menggunakan angka dasar 100(Winarsunu, 2002:40).Menurut Djamarah ( dalam Darwati, 2012:31)standar keberhasilan belajar mengajar bisa dianggapsesuai dengan harapan adalah setelah mendapatkan persentasi skor diatas 75%. Dari uraian di atas dapatdisimpulkan bahwa menganalisa dengan deskriptif-kualitatif adalah penilaian yang berdasarkan pada saat proses pengambilan data yang dijumlahkan kemudiandari hasil tersebut dapat diberi predikat tuntas/ belumtuntas dalam kemampuan berbicara. Jika kriteriakeberhasilan pada lembar observasi ini sudah mencapai76-100 maka siklus dihentikan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam tahap ini peneliti menyajikan hasil pengamatan yang dilakukan terhadap anak setelahmengikuti pembelajaran siklus II yang dilakukan 2 pertemuan melalui metode bercerita melalui media bukucerita bergambar. Hasil pengumpulan data dapatdiperoleh dari lembar observasi guru, lembar observasianak, dan lembar observasi peningkatan kemampuan berbicara.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->