• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
SYARHUL ARBA’IINA HADIITSANAN-NAWAWIYAH
~ Ibnu Daqiqil ‘Ied ~
Terjemah :Muhammad Thalib
Penerbit:Media Hidayah Yogyakarta
 
Ibnu Daqiqil ‘Ied
Segala Puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala , Tuhan seru sekalian alam,Penguasa langit dan bumi, yang mengatur urusan seluruh makhluk, yangmengutus para Rasul kepada sekalian mukalaf untuk memberikan petunjuk danmenerangkan kepada mereka urusan-urusan agama dengan dalil-dalil yang jelasdan bukti-bukti yang nyata. Aku bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat-Nyadan aku memohon tambahan karunia dan kemurahan-Nya.Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah Subhanahu wa Ta'alasemata yang Maha Esa lagi Maha Kuasa, Maha Mulia lagi Maha Pengampun.Dan saya bersaksi bahwa junjungan kita Muhammad Shallallahu 'alaihi waSallam adalah hamba, utusan, kekasih dan kesayangan-Nya. Beliau adalahsetinggi-tinggi makhluk yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta'ala denganAl-Qur’an yang agung sebagai mukjizat yang berlaku sepanjang masa.Keselamatan dan kesejahteraan semoga senantiasa dilimpahkan AllahSubhanahu wa Ta'ala kepada Beliau dan kepada segenap para Rasul, para Nabidan keluarga mereka serta segenap orang-orang shalih.Sesungguhnya dalam hadits yang shahih Rasululloh telah bersabda :
Hendaklah orang yang hadir (mendengarkan pengajian) menyampaikankepada orang yang tidak hadir
” juga sabda beliau, “
Semoga Allah Subhanahuwa Ta'ala melimpahkan nikmat kepada orang yang mendengar kata-katadariku, lalu ia menghafalnya, kemudian ia menyampaikannya kepada orang lain sebagaimana yang ia dengar
Seyogyanya setiap orang yang menginginkan kehidupan akhirat memahamihadits-hadits ini, karena didalamnya terkandung banyak hal-hal penting sertaperingatan dalam berbagai macam ibadah. Hal ini akan semakin jelas jikadibahas lebih lanjut. Hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala saya berharapdan hanya kepada-Nya pula saya berlindung dan berserah diri. Segala Puji danNikmat adalah kepunyaan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan kepada-Nya kamimemohon taufiq dan perlindungan.
Syarhul Arba’iina Haditsan an Nawawiyah
2 of 67
 
Ibnu Daqiqil ‘Ied
1.
IKHLAS
Amirul mukminin, Umar bin khathab radhiyallahu anhu, ia berkata : “Aku mendengarRasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
“Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapayang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah danRasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karenaseorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.
Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismailbin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari (orang Bukhara) dan Abul HusainMuslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi di dalam kedua kitabnyayang paling shahih di antara semua kitab hadits.
Penjelasan :
 H 
adits ini adalah Hadits shahih yang telah disepakati keshahihannya, ketinggianderajatnya dan didalamnya banyak mengandung manfaat. Imam Bukhari telahmeriwayatkannya pada beberapa bab pada kitab shahihnya, juga Imam Muslim telahmeriwayatkan hadits ini pada akhir bab Jihad.Hadits ini salah satu pokok penting ajaran islam.
Imam Ahmad dan Imam Syafi’Iberkata
: “Hadits tentang niat ini mencakup
sepertiga ilmu
.” Begitu pula kata
imamBaihaqi
dll. Hal itu karena
perbuatan manusia terdiri dari
niat didalam
hati, ucapandan tindakan.
Sedangkan niat merupakan salah satu dari tiga bagian itu. Diriwayatkandari
Imam Syafi’i, “Hadits ini mencakup tujuh puluh bab fiqih”,
sejumlah Ulama’mengatakan hadits ini mencakup sepertiga ajaran islam.Para ulama gemar memulai karangan-karangannya dengan mengutip hadits ini. Diantara mereka yang memulai dengan hadits ini pada kitabnya adalah Imam Bukhari.Abdurrahman bin Mahdi berkata : “bagi setiap penulis buku hendaknya memulaitulisannya dengan hadits ini, untuk mengingatkan para pembacanya agar meluruskanniatnya”.Hadits ini dibanding hadits-hadits yang lain adalah hadits yang sangat terkenal, tetapidilihat dari sumber sanadnya, hadits ini adalah hadits ahad, karena hanya diriwayatkanoleh Umar bin Khaththab dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Dari Umar hanyadiriwayatkan oleh ‘Alqamah bin Abi Waqash, kemudian hanya diriwayatkan olehMuhammad bin Ibrahim At Taimi, dan selanjutnya hanya diriwayatkan oleh Yahya binSa’id Al Anshari, kemudian barulah menjadi terkenal pada perawi selanjutnya. Lebihdari 200 orang rawi yang meriwayatkan dari Yahya bin Sa’id dan kebanyakan merekaadalah para Imam.
Pertama
: Kata “
Innamaa”
bermakna “hanya/pengecualian” , yaitu menetapkansesuatu yang disebut dan mengingkari selain yang disebut itu. Kata “
hanya”
tersebutterkadang dimaksudkan sebagai pengecualian secara mutlak dan terkadangdimaksudkan sebagai pengecualian yang terbatas. Untuk membedakan antara duapengertian ini dapat diketahui dari susunan kalimatnya.Misalnya, kalimat pada firman Allah :
“Innamaa anta mundzirun”
“Engkau(Muhammad) hanyalah seorang penyampai ancaman”. (QS. Ar-Ra’d : 7)
 
Syarhul Arba’iina Haditsan an Nawawiyah
3 of 67
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...