Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENERAPAN ASESMEN PORTOFOLIO DALAM PENILAIAN HASIL BELAJAR SAINS SD

PENERAPAN ASESMEN PORTOFOLIO DALAM PENILAIAN HASIL BELAJAR SAINS SD

Ratings: (0)|Views: 44 |Likes:
Published by nirvanazanita
portofolio
portofolio

More info:

Published by: nirvanazanita on Aug 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2013

pdf

text

original

 
ISSN 1412-565X
 Penerapan Asesmen Portofolio
 
…., ( 
Sarah Fazilla)
 
139
PENERAPAN ASESMEN PORTOFOLIO DALAM PENILAIANHASIL BELAJAR SAINS SDOleh: Sarah Fazilla
ABSTRAK 
Dilatarbelakangi oleh pentingnya sistem penilaian yang dapat mengukur kemampuansiswa secara kognitif, afektif dan psikomotor maka diperlukan suatu asesmen yang dapatmengukur hasil belajar siswa yang tidak hanya bisa diukur dengan nilai melalui testertulis, jadi agar kualitas pembelajaran dapat berkembang lebih baik maka dibutuhkanasesmen portofolio yang merupakan bagian dari penilaian kelas yang saat inidikembangkan dalam KTSP. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengkaji penggunaanassesmen portofolio sebagai alternatif penilaian dalam proses pembelajaran SAINS diSekolah Dasar. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan desain studi kasus; penelitian ini dilakukan di gugus 4 Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Banda Sakti, KotaLhokseumawe, Provinsi Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konseptual pemahaman guru terhadap asesmen portofolio sudah lebih baik, selain itu dari hasil perencanaan yang dirancang guru yaitu perangkat pembelajaran berupa silabus dan sistem penilaian, RPP terlihat guru telah mampu mengembangkan asesmen portofolio dengan baik, namun ditemukan bahwa guru masih mengalami kesulitan dalam merancang rubrik  penilaian portofolio secara khusus, dari hasil obseravsi terhadap pelaksanaan juga terlihatguru telah mampu melaksanakan penilaian portofolio dengan baik. Dengan hasil penelitian tersebut, penulis merekomendasikan kepada guru agar dapat lebihmengembangkan pengetahuannya dalam merancang perangkat pembelajaran dengansistematika yang baik dan juga diharapkan kepada pihat terkait yaitu kepala sekolah dan pihak dinas dapat memonitoring kinerja guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran.
Kata Kunci :
Asesmen Portofolio, Hasil Belajar 
PENDAHULUAN
Pendidikan IPA (Sains) merupakan salah satu konsep yang ditawarkan di SekolahDasar yang memiliki peran penting dalam pembentukan kepribadian intelektual anak.Umumnya masyarakat mengenal pembelajaran sains sebagai pola pembelajaran yang lebih banyak memberikan informasi tentang konsep-konsep materi sains berupa fenomena-fenomena alam atau lingkungan sekitar, dan juga terkait dengan prinsip-prinsip dan hukum-hukum dalam sains. Namun, jika pola pembelajaran hanya dalam bentuk memberikaninformasi saja, maka siswa dapat terjebak dalam sistem pembelajaran yang hanyamengandalkan hafalan, sehingga siswa cenderung mudah bosan dengan sistem pembelajaranseperti ini. Oleh karena itu penerapan asesmen merupakan salah satu bagian penting dalamsuatu proses pembelajaran yang terkait dengan pencapaian hasil belajar siswa. Pola asesmenyang baik dapat memberikan kontribusi positif terhadap proses belajar mengajar dan akan berpengaruh pada hasil belajar siswa.Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan terutama terhadap pembelajaran Sains diSekolah Dasar, proses penilaian yang dilakukan selama ini semata-mata hanya menekankan pada penguasaan konsep (kognitif) yang dijaring dengan tes tulis obyektif dan subyektif 
 
ISSN 1412-565X
 Penerapan Asesmen Portofolio
 
…., ( 
Sarah Fazilla)
 
140
sebagai alat ukurnya. Sehingga kondisi seperti ini menyebabkan guru kurang fokus pada pengembangan keterampilan proses anak dalam proses pembelajaran. Realitas ini mendorongsiswa untuk menghapal pada setiap kali akan diadakan tes harian atau tes hasil belajar.Padahal menurut Marjono (dalam Mulyadi, 2005) untuk siswa pada jenjang sekolah dasar yang harus diutamakan adalah bagaimana mengembangkan rasa ingin tahu dan daya kritisanak terhadap suatu masalah.Fenomena di atas menunjukkan bahwa sistem penilaian yang digunakan dalammengukur hasil belajar siswa sangat berpengaruh terhadap strategi pembelajaran yangdirancang dan dilaksanakan oleh guru. Sistem penilaian yang benar adalah tentunya harusselaras dengan tujuan dan proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran Sains SD padakurikulum 2004, dapat dirangkum ke dalam tiga aspek sasaran pembelajaran yaitu penguasaan konsep Sains, pengembangan keterampilan proses/kinerja siswa, dan penanamansikap ilmiah. Oleh karena itu agar informasi hasil belajar siswa dapat terungkap secaramenyeluruh, maka diperlukan adanya pengukuran terhadap ketiga aspek tersebut di atas.Sehingga sasaran dari penilaian hasil belajar di SD meliputi semua komponen yangmenyangkut proses dan hasil belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar dapat tercapai.Tentunya dibutuhkan alat penilaian alternatif yang diasumsikan dapat memenuhi hal tersebutdiantaranya adalah tes kinerja atau
 performance test 
dan jenis penilaian alternatif lainnyaseperti penilaian produk, portofolio, dan penilaian lainnya.Dimana menurut Stiggins (1994:160) dengan adanya
 performance test 
dapat meningkatkan kemampuan siswa denganadanya kesempatan siswa untuk mendemonstrasikan keahlian yang dimilikinya, dan jugaguru dapat memantau kemampuan siswa melalui karya
 – 
karya yang dihasilkan siswa,tentunya hal ini tidak didapatkan dengan tes yang hanya mengandalkan kertas dan pensil.Dengan menerapkan penilaian alternatif yaitu salah satunya penilaian portofolioterhadap siswa, dapat dikumpulkan bukti - bukti kemajuan siswa secara aktual yang dapatdigunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya.Menurut Marzano (dalam Wulan, 2007) di dalam penilaian kinerja terdapat perbedaan tugasdan situasi yang diberikan kepada siswa serta memberikan kesempatan untuk mempelihatkan pemahamannya dan kebenarannya dalam aplikasi pengetahuan dan keterampilan menurutkebiasaan berfikirnya.Dengan mengkaji kenyataan yang ditemukan di lapangan, terlihat adanyaketidaksesuaian antara pembelajaran Sains di SD dengan sistem penilaian yangdigunakannya, yaitu proses penilaian yang biasa dilakukan guru selama ini hanya mampumenggambarkan aspek penguasaan konsep peserta didik, sehingga tujuan kurikuler mata pelajaran Sains belum dapat dicapai secara menyeluruh. Maka diperlukan suatu teknik 
 
ISSN 1412-565X
 Penerapan Asesmen Portofolio
 
…., ( 
Sarah Fazilla)
 
141
 penilaian yang mampu mengungkap aspek produk maupun proses. Sistem penilaian yangdiasumsikan dapat memenuhi tuntutan tersebut adalah sistem penilaian seperti penilaian penugasan, penilaian proyek, maupun penilaian portofolio. Penilaian berbentuk asesmenmenuntut adanya kompetensi dan kreativitas serta inisiatif yang lebih luas dari diri siswa.Selain itu penilaian juga menyediakan informasi secara komprehensif mengenai kemajuan belajar siswa termasuk kekuatan dan kelemahannya. Namun, realitanya dilapangan masih banyak guru yang belum memahami tentang portofolio seutuhnya, dan juga belum bisa melaksanakan perencanaan yang baik dalammerancang penilaian portofolio. Hal ini terlihat dari penelitian Wulan (2003) yang meneliti
tentang “Permasalahan yang Dihadapi Dalam Pember 
dayaan Praktikum Biologi di SMU dan
Upaya Penanggulangannya”, dimana hasil penelitiannya terlihat bahwa guru biologi masih
kesulitan dalam menggunakan asesmen kinerja untuk menilai praktikum siswa. Penelitian lain juga ditemukan hal yang sama, seperti halnya Morgan (2004) yang merupakan peneliti dariThe University of Texas menemukan bahwa lebih dari 70% guru tidak menggunakan rubrik dalam melakukan penilaian portofolio. Selain itu adanya beban mengajar dan jumlah siswayang tidak ideal dalam suatu kelas dapat juga menyulitkan guru dalam melaksanakan asesmen portofolio secara ideal.Salah satu assesmen yang dapat diterapkan pada pembelajaran khususnya pembelajaran SAINS di SD adalah assesmen portofolio yang dapat memperlihatkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor siswa dalam proses belajar mengajar. Menurut Arends(2007:246) portofolio merupakan kumpulan hasil karya siswa yang membutuhkan kinerjasesuai konteks, adapun contoh
 – 
contoh hal apa saja yang dapat dimasukkan siswa kedalam portofolio adalah tes, hasil karya yang telah dievaluasi untuk tugas wajib siswa, tugas
 – 
tugaskinerja, dan proyek kerja seperti makalah atau tugas lainnya yang dibuat oleh siswa sendiri.Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dalam rangka untuk mencoba menerapkanalternatif lain dari sistem penilaian yang umumnya diterapkan di sekolah dasar dan jugamelihat implementasinya di lapangan. Sehingga dengan menerapkan suatu assesmen yangdiharapkan dapat mengkomodasi fungsi, tujuan serta prinsip
 – 
 prinsip penilaian dan jugamemberi tambahan informasi bagi guru dalam merancang alternatif penilaian yang ideal.Adapun asessmen yang akan diterapkan dalam penelitian ini adalah assesmen portofolio.
KAJIAN PUSTAKA1.
 
Pendidikan Sains di Sekolah Dasar
Sains atau Ilmu pengetahuan Alam berhubungan dengan bagaimana mencari tahutentang alam secara sistematis. Sebab, Sains bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->