Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kata, Kekata, Klausa,Kalimat

Kata, Kekata, Klausa,Kalimat

Ratings: (0)|Views: 33 |Likes:
Published by wdyanto

More info:

Published by: wdyanto on Aug 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2013

pdf

text

original

 
 
 Artikel
Analisis Gramatikal Satuan Kalimat, Klausa, Kekata (frasa),Kata, dan Morfem
Gunawan Widiyanto
PPPPTK Bahasa Kemdiknas
Latar
Secara struktural, bahasa merupakanentitas yang dapat dipertatarkan.Dengan kata lain, ia memiliki hierarki(Ramlan, 1985:40). Pike dan Pike(1977:1) menyebutkan terdapatnyatiga hierarki dalam bahasa, yaknihierarki referensial, hierarki fonologis,dan hierarki gramatikal. Hierarkigramatikal merupakan hubunganantara satuan-satuan gramatikal, yang satu merupakan bagian dari yang lebih besar (Kridalaksana,1984:66), dalam arti bahwa satumorfem atau lebih saling bergabunguntuk membentuk kata, beberapakata saling bergabung untuk mem- bentuk frasa, beberapa frasa saling bergabung untuk membentuk klausa,dan beberapa klausa bergabung satusama lain untuk membentuk kalimat.Berkaitan dengan hierarki gra-matikal ini, Ramlan (1985:22)membaginya menjadi enam tingkat yang dia sebut satuan gramatikal, yaitu satuan morfem, kata, frasa,klausa, kalimat, dan wacana. Satu-an kata dan morfem dikaji dalammorfologi; sedangkan satuan waca-na, kalimat, klausa, dan frasa dikajidalam sintaksis. Selanjutnya, dalamkajian sintaksis terdapat tiga tatar-an sebagaimana dikemukakan oleh Verhaar (1988:70), yaitu fungsisintaksis sebagai tataran atas, kate-gori sebagai tataran menengah, danperan sebagai tataran bawah. Tulisanini bertali-temali dengan deskripsihierarki gramatikal itu besertaanalisisnya.
Masalah dan Batasannya
Masalah dalam tulisan ini adalah bagaimana wujud analisis fungsi,kategori, dan peran itu dalam satuangramatikal? Untuk itu, tulisan ini bertujuan melukiskan analisis satuangramatikal secara fungsional, katego-rial, dan semantis. Selanjutnyasatuan analisisnya hanya terbataspada kalimat, klausa, frasa, kata, danmorfem.
Metode
Data sekunder sebagai bahan analisisadalah nukilan sebuah paragraf dariharian Kedaulatan Rakyat edisi 22 April 1999. Data itu dicatat danselanjutnya diklasifikasikan me-nurut satuan-satuan gramatikal-nya, yaitu kalimat, klausa, frasa,kata, dan morfem. Satuan gramatikalitu dianalisis secara fungsional,kategorial, dan semantis (peran).Berikut ini data paragraf dimaksud:
 Pemilu 1999 barangkali harusmelewati rintangan demi rintangan. Apabila rintangan demi rintangan itu bisadilewati, akan bisa sampai ke suatutujuan. Kadang rintangan itu datangdengan sendirinya, tetapi rintangan itu juga ada yang sengaja dibuat orang.Tujuan rintangan yang sengaja dibuat orang itu, antara lain untuk menggagal-kan pemilihan umum 1999. Terlalu sulit menduga pihak mana yang berkepen-tingan dengan gagalnya pemilihan umum1999 ini Tetapi, jelas ada pihak-pihakyang tidak senang apabila negara kitatidak kacau. Lebih jauh lagi, ada pihak- pihak yang tidak senang Indonesia ini sudah berubah menjadi begini.
 
Teori
 Analisis gramatikal dalam tulisanini berpijak secara aplikatif padateori Cook dan Ramlan. Hierarkigramatikal (
grammatical levels)
menurut Cook mencakupi limatingkat secara analitis, yakni tingkatkalimat, klausa, frasa, kata, danmorfem. Akan tetapi, dia tidak mem- batasi analisisnya hanya padakelima tingkat itu. Pengenalan hie-rarki gramatikal kepada analis bahasa berarti memberi ruang gerak yangleluasa kepadanya untuk memulai-
 
 
nya dari tingkat manapun. Itu ber-makna bahwa ia diperkenankan me-mulai analisisnya dari tingkat kataatau frasa, kemudian dapat dilanjut-kan ke tingkat di atas kalimat.Ketika menyinggung sentuhklausa, Ramlan (1981:90) menya-takan bahwa klausa dapat dianalisismenurut (i) fungsi unsur-unsurnya,(ii) kategori kata atau frasa yangmenjadi unsur-unsurnya, dan (iii)makna unsur-unsurnya. Dalam halfrasa, Ramlan (1981:152) menun- jukkan dua sifat yang dimilikisebuah frasa, yaitu (i) merupakansatuan gramatikal yang terdiri atasdua kata atau lebih, dan (ii) me-rupakan satuan yang tidak melebihi batas fungsi unsur klausa, yaitu S,P, O, PEL, atau KET. Lebih lanjut, diamengemukakan pandangannya bahwa berdasarkan kesamaan distri- busi dengan golongan atau kategorikata; frasa dapat digolongkan menjadiempat jenis, yaitu frasa nominal,frasa verbal, frasa bilangan, dan frasaketerangan (
c.f.
Cook, 1969:106-107).Dalam membahas kata, Ramlan(1985: 24-25) menyatakan bahwakata. merupakan salah satu satuangramatikal yang dapat berbentuk tunggal maupun kompleks. Dikata-kan berbentuk tunggal karena satu-an gramatikal itu tidak terdiri atassatuan yang lebih kecil lagi, dan di-katakan berbentuk kompleks karenasatuan gramatikal itu terdiri atassatuan-satuan yang lebih kecil lagi.Satuan-satuan
ber-, sepeda, ke, luar,
dan
kota,
merupakan bentuk tunggal,sedangkan
bersepeda, bersepeda keluar kota
merupakan bentuk kompleks. Selanjutnya, untuk lebihmemahami analisis dari dimensifungsi, kategori, dan peran; berikut di-uraikan penjelasan secara umummengenai ketiga dimensi itu.Fungsi merupakan tataran per-tama, tertinggi, dan paling abstrak;kategori merupakan tataran keduadengan tingkat keabstrakan yanglebih rendah daripada fungsi; danperan merupakan tataran yang ke-tiga dan terendah tingkat keabstrak-annya manakala dibandingkan dengankedua tataran lainnya (Sudaryanto,1983a: 13). Fungsi merupakan tem-pat kosong yang eksistensinya baruada karena ada formalisasi, yaitusedang digunakan sebagai tempatoleh pengisinya.Selain itu, fungsi itu hanya adasecara formal dalam pemakaiansemata-mata dan dalam kaitannyadengan pengisinya (Sudaryanto,1983b: 272-273). Fungsi bersifatrelasional-struktural. Hal ini berarti bahwa fungsi yang satu dapat diten-tukan identitasnya hanya dalamkaitannya dengan fungsi yang lain yang sama-sama membentuk struk-tur yang bersangkutan. Dalam hie-rarki gramatikal tingkat kalimatdan klausa, yang termasuk dalamtataran fungsi meliputi subjek,predikat, objek, pelengkap, dan ke-terangan (Sudaryanto, 1983b: 273; Verhaar, 1988:70).Terdapat dua pengisi fungsi, yaitupengisi kategorial atau menurut bentuk dan pengisi semantis atau me-nurut maknanya. Pengisi kategorialfungsi atau menurut bentuk disebutkategori, sedangkan isi fungsi yang bersifat semantis atau menurut mak-nanya dilabeli dengan istilah pe-ran (Sudaryanto, 1983a: 15). Kate-gori digunakan untuk menunjuk pada gagasan bentuk sintaksis sedangkan peran digunakan untuk menunjuk pada gagasan makna sin-taksis (Sudaryanto, 1983b: 270). Yang tercakup dalam tataran kate-gori adalah kelas-kelas gramatikalseperti nomina, verba, preposisi,adverbia, dan adjektiva; sedangkan yang tercakup dalam tataran peranadalah pelaku, penerima, aktif, pasif,dan benefaktif (Verhaar, 1988:70-71).Peran bersifat relasional-struktural,dalam arti bahwa pengenalan terhadapkejatian sesuatu peran harus dalamkalimat yang sama (Sudaryanto, 1991:61). Sifat itu mengisyaratkan bahwaadanya peran yang satu tidak dapatdibayangkan tanpa adanya peran yanglain. Umpama kata, peran pelaku tidak  berarti tanpa adanya peran aktif. Se- baliknya, peran aktif tidak berartitan-pa adanya peran pelaku.Pengenalan dengan cara yang demikian juga mengakibatkan bahwa peran juga bersifat struktural. Artinya,hubungan antarperan semacam itumembentuk struktur.Dalam hierarki gramatikal tingkatfrasa, yang tercakup dalam tataranfungsi misalnya unsur pusat (UP),atribut (Atr), penanda, petanda; yang tercakup dalam tataran kate-gori misalnya nomina, verba, adjek-tiva, preposisi, adverbia; dan yangtercakup dalam tataran peran, misalnya,penjumlahan, pemilihan, kesamaan,penerang, pembatas, penunjuk ataupenentu, sebutan, ragam, negatif, aspek,tingkat, dan sebagainya (Ramlan,1981:158-176; periksa juga Ramlan,1982: 27-117).
Bahasan
Satuan gramatikal yang dianalisisdalam tulisan ini disusun menjaditingkat demi tingkat, yakni tingkat
 
 
kalimat, tingkat klausa, tingkat frasa,tingkat kata, dan morfem. Berikuturaiannya.
 Analisis Tingkat Kalimat
Secara umum dan dipandang dariunsur-unsurnya, ketujuh kalimatdalam paragraf di atas merupakankalimat berklausa karena ketujuhkalimat tersebut masing-masingterdiri atas satuan yang berupaklausa (Ramlan, 1981:27). Dipan-dang dari fungsinya dalam hu- bungan situasi atau tipe situasinya,ketujuh kalimat dalam paragraf itumerupakan kalimat berita ataukalimat deklaratif karena hanya berfungsi memberitahukan sesuatuatau menyampaikan maklumat.Dinyatakan kalimat berita karena didalamnya tidak terdapat kata-katatanya, ajakan, persilahan, danlarangan (Ramlan, 1981:32; Cook,1969:38-40).Kalimat (1), yaitu
 Pemilu 1999barangkali harus melewati rintangandemi rintangan,
merupakan kalimatsederhana (simplek) karena iahanya terdiri atas satu klausa(Ramlan, 1996:49); dan merupakankalimat mayor karena secara krite-rial ia memenuhi persyaratan seba-gai kalimat mayor, yaitu minimalmemiliki satu klausa inti atau klausaatasan. Kalimat (1) juga memilikipola intonasi kalimat berita. Dengandemikian, kalimat (1)
mengikutiformula Cook (1969:46-48)
terdiriatas gatra pokok atau fungsi inti yang diisi oleh klausa inti atau atas-an, dan gatra atau fungsi intonasi yang diisi oleh kontur intonasi akhir.Istilah gatra pokok atau fungsi intidan gatra sampingan atau fungsiluar inti dipinjam dari Verhaar(1988:71-73). Kontursebagaimanadimaksud olehKridalaksana (1984: 109) merupakanpola ciri-ciri prosodi yang terjadi daripola nada, gerak nada, dengan atautanpa tekanan, yang meliputisebagian atau seluruh ujaran tertentu;sedangkan kontur intonasi merupakanpola naik turunnya nada yangmenyertai ujaran.Kalimat (2), yaitu
 Apabila rintangandemi rintangan itu bisa dilewati,akan bisa sampai ke suatu tujuan,
merupakan kalimat mayor dankalimat luas tidak setara. Dikatakankalimat luas karena ia terdiri atasdua klausa, yaitu (i)
rintangan demi rintangan itu bisa dilewati 
dan (ii)
(pemilu 1999) akan bisa sampai kesuatu tujuan.
Dikatakan tidak setarakarena dalam kalimat tersebutklausa (i) merupakan bagian dariklausa (ii). Dengan kata lain,kedudukan klausa (i) bergantungpada klausa (ii) sehingga klausa (i)merupakan klausa bawahan danklausa (ii) merupakan klausa intiatau atasan. Selain itu, kehadiranklausa (i) bersifat mana suka sedang-kan kehadiran klausa (ii) bersifat wajib. Kedua klausa dalam kalimattersebut dihubungkan dengan pe-nanda hubung tidak setara
apabila,
 yang menyatakan makna syarat.Dengan demikian, mengikuti for-mula Cook; kalimat (2) terdiri atasgatra sampingan atau fungsi luarinti yang diisi oleh klausa bawahan bersifat manasuka, gatra pokok ataufungsi inti yang diisi oleh klausa intiatau atasan, dan gatra atau fungsiintonasi yang diisi oleh kontur in-tonasi akhir.Kalimat (3), yaitu
 Kadang rin-tangan itu datang dengan sendirinya,tetapi rintangan itu juga ada yangsen gaja dibuat orang,
merupakankalimat mayor dan kalimat luas.Kalimat ini terdiri atas tiga klausa, yaitu (i)
kadang rintangan itu datangdengan sendirinya
dan (ii)
rintanganitu juga ada
sebagai klausa inti, serta(iii) (
rintangan itu) sengaja dibuat orang.
Hubungan antara klausa (i)dan (ii) bersifat setara karenamasing-masing berdiri sendiri sebagaiklausa setara dan kedudukanantarklausa tidak saling bergantungkarena keduanya merupakan klausainti (Ramlan, 1981: 52). Keduaklausa tersebut dihubungkandengan penanda hubung setara
tetapi,
 yang menyatakan maknaperlawanan. Hubungan antaraklausa (ii) dan (iii) bersifat tidak setara karena klausa (iii) hanyamenjadi penjelas frasa
rintangan itu
 yang menjadi S klausa (ii). Dengandemikian, kalimat (3) terdiri atasgatra pokok atau fungsi inti yangdiisi oleh klausa inti atau atasan,gatra atau fungsi penghubung yangdiisi oleh penanda hubungan, gatrapokok atau fungsi inti yang diisi olehklausa inti atau atasan, gatra sampi-ngan atau fungsi luar inti yang diisioleh klausa bawahan, dan gatra ataufungsi intonasi yang diisi oleh konturintonasi akhir.Kalimat (4), yaitu
Tujuan rintanganyang sengaja dibuat orang itu, antaralain untuk menggagalkan pemilu,
merupakan kalimat mayor dankalimat luas. Kalimat tersebutterdiri atas dua klausa, yaitu satuklausa inti atau atasan dan satuklausa bawahan. Namun, klausa bawahannya berfungsi sebagai atri- but bagi frasa yang menjadi bagiandari klausa inti. Klausa (i), yaitu
tujuan rintangan antara lain untukmenggagalkan pemilihan umum 1999,
merupakan klausa inti atau atasan,dan klausa (ii), yaitu
sengaja dibuat orang
merupakan klausa bawahan yang menjadi penjelas frasa
tujuan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->