Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
0Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pencegahan Dan Pemberantasan Rabies

Pencegahan Dan Pemberantasan Rabies

Ratings: (0)|Views: 93|Likes:
Published by Teuku Ronasky

More info:

Published by: Teuku Ronasky on Aug 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/16/2013

pdf

text

original

 
 
PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN RABIES
 
Drh. HISWANI, Mkes
 
Fakultas Kesehatan Masyarakat
 
Universitas Sumatera UtaraI. PENDAHULUAN.
Mengingat bahaya dan keganasan rabies terhadap kesehatan dan ketentramanhidup masyarakat, maka usaha pengendalian penyakit berupa pencegahan,pemberantasan dan penanggulangan perlu dilaksanakan seintensif mungkin. Untukmelaksanakan hal tersebut perlu adanya pedoman umum bagi para petugas DepartemenKesehatan, Departemen Pertanian dan Departemen Dalam Negeri.Rabies adalah penyakit menular yang akut dari susunan syaraf pusat yang dapatmenyerang hewan berdarah panas dan manusia yang disebabkan oleh virus rabies.Bahaya rabies berupa kematian gangguan ketentraman hidup masyarakat. Hewanseperti anjing, kucing dan kera yang menderita rabies akan menjadi ganas dan biasanyacenderung menyerang atau menggigit manusia. Penderita rabies sekali gejala klinistimbul biasanya diakhiri dengan kematian. Terhadap bahaya rabies termaksud diatasakan mengakibatkan timbulnya rasa cemas atau rasa takut baik terhadap orang yangdigigit maupun masyarakat pada umumnya.Pada hewan yang menderita penyakit ini biasanya ditemukan virus dengankonsentrasi tinggi pada air ludahnya, oleh karena itu penularan umumnya melalui suatuluka gigitan. Infeksi rabies pada hewan ditandai dengan mencari tempat yang dingindiikuti dengan sikap curiga dan menyerang apa saja yang ada disekitarnya, hipersalivasi,paralisa dan mati. Sedangkan gejala rabies pada manusia yang menyolok berupa rasatakut air (hydrophobia) dan gejala-gejala encephalitis.Sehubungan dengan adanya penyakit ini pemerintah mengeluarkan suatuperaturan khusus pada tahun 1926 yang disebut ordonansi rabies (HondsholheidOrdonantie, Staatsblad No. 451, 1926) dan peraiuran pelaksananya yaitu (staatsblad No.452, 1926) yang bertujuan mencegah perluasan rabies.Selanjutnya ordonansi tersebut mengalami perubahan-perubahan ataupenambahan yang disesuaikan dengan perkembangan pada waktu itu. Namun demikianrabies terus berjangkit sampai sekarang malah ada tendensi semakin meningkat danmeluas.
II. TANDA-TANDA RABIES.
Gejala yang terlihat pada umumnya adalah berupa manifestasi peradangan otak(encephalitis) yang akut baik pada hewan maupun manusia. Pada manusia keinginanuntuk menyerang orang lain pada umumnya tidak ada.Masa inkubasi rabies pada anjing dan kucing berkisar antara 10 sampai 8minggu. Pada sapi, kambing, kuda dan babi berkisar antara 1 sampai 3 bulan.Tanda klinis pada anjing dan kucing hampir sama gejala-gejala, penyakit inidikenal dalam tiga bentuk yaitu:a. Bentuk ganas (furious rabies) masa eksitasi panjang, kebanyakan akan mati dalam 2sampai 5 hari setelah tanda-tanda rabies terlihat.b. Bentuk diam atan dungu (dumb rabies) disini terjadi kelumpuhan (paralisa) sangatcepat menjalar keseluruh anggota tubuh dan masa eksitasi pendek.
©2003 Digitized by USU digital library 
1
 
c. Bentuk asymptomatis disini memperlihatkan kejadian dimana hewan tiba-tiba matidengan tidak menunjukan gejala-gejala sakit.Selain dari ketiga bentuk tanda klinis rabies pada anjing dan kucing bisa dijumpaitanda-tanda lain yang sering terlihat sebagai berikut:- Pada phase prodromal hewan mencari tempat-tempat yang dingin dan menyendiri,tetapi dapat lebih menjadi agresif dan nervous. Reflek cornea berkurang/hilang, pupilmeluas dan cornea kering.- Pada phase exitasi hewan akan menyerang siapa saja yang ada disekitamya danmemakan barang yang aneh-aneh. Dengan berlanjutnya penyakit, mata mejadikeruh dan selalu terbuka.- Pada phase paralisa cornea kering, mata terbuka dan kotor, semua reflek hilang danmati.Tanda klinis pada hewan pemamah biak dapat dilibat seperti gelisah, gugup, liardan adanya rasa gatal pada seluruh tubuh, kelumpuhan pada kaki belakang danakhirnya hewan mati. Pada hari pertama atau kedua gejala klinis terlihat biasanyatemperatur normal, anorexia, eskpresi wajah berubah dari biasa, sering menguak dan inimerupakan tanda yang spesiftk bagi hewan yang menderita rabies.
III. CARA PENULARAN RABIES
Masa inkubasi pada anjing dan kucing kurang lebih dua minggu (10 hari sampai 8minggu). Pada manusia 2 sampai 3 minggu, yang paling lama satu tahun tergantungpada jumlah virus yang masuk melalui luka gigitan, dalam atau tidaknya luka, lukatunggal atau banyak dan dekat atau tidaknya luka dengan susunan syaraf pusat.Virus ditularkan tenrtama melalui luka gigitan, oleh karena itu bangsa carnivoraadalah hewan yang paling utama (efektif) sebagai penyebar rabies antara hewan ataumanusia.Pada hewan percobaan virus masih dapat ditemukan ditempat suntikan selama14 hari. Virus menuju ke susunan syaraf pusat melalui syaraf perifer dengan kecepatan3mm per jam (dean dkk, 1963) kemudian virus berkembang biak di sel-sel syaraf terutama di hypocampus, sel purkinye dan kelenjar ludah akan terus infektif selamahewan sakit.
IV. PENCEGAHAN RABIES
Pencegahan rabies pada hewan adalah tanggung jawab Dinas Peternakan dandalam pelaksanaannya akan bekerjasama dengan semua isntansi. Agar pencegahan danpemberantasan lebih efektif, maka disusun pedoman khusus berlandaskan pada suratkeputusan bersama antara menteri Kesehatan, Menteri pertanian dan Menteri DalamNegeri tentang pencegahan dan penanggulangan rabies.Adapun langkah-langkah pencegahan rabies dapat dilihat dibawah ini:- Tidak memberikan izin untuk memasukkan atau menurunkan anjing, kucing, kera danhewan sebangsanya di daerah bebas rabies.- Memusnahkan anjing, kucing, kera atau hewan sebangsanya yang masuk tanpa izin kedaerah bebas rabies.- Dilarang melakukan vaksinasi atau memasukkan vaksin rabies kedaerah-daerah bebasrabies.- Melaksanakan vaksinasi terhadap setiap anjing, kucing dan kera, 70% populasi yangada dalam jarak minimum 10 km disekitar lokasi kasus.
©2003 Digitized by USU digital library 
2
 
- Pemberian tanda bukti atau pening terhadap setiap kera, anjing, kucing yang telahdivaksinasi.- Mengurangi jumlah populasi anjing liar atan anjing tak betuan dengan jalanpembunuhan dan pencegahan perkembangbiakan.- Menangkap dan melaksanakan observasi hewan tersangka menderita rabies, selama10 sampai 14 hari, terhadap hewan yang mati selama observasi atau yang dibunuh,maka harus diambil spesimen untuk dikirimkan ke laboratorium terdekat untukdiagnosa.- Mengawasi dengan ketat lalu lintas anjing, kucing, kera nan hewan sebangsanya yangbertempat sehalaman dengan hewan tersangka rabies.- Membakar dan menanam bangkai hewan yang mati karena rabies sekurang-kurangnya1 meter.
V. TINDAKAN TERHADAP ORANG YANG DIGIGIT ATAU DIJILAT OLEH HEWANYANG TERSANGKA ATAU MENDERITA RABIES.
1. Apabila terdapat infonnasi ada orang yang digigit anjing atan dijilat oleh hewan yangtersangka rabies harus segera ke Puskesmas terdekat guna mendapatkan perawatanluka akibat gigitan.2. Apabila dianggap perlu orang yang digigit atau dijilat hewan yang tersangka rabiesharus segera dikirim ke Unit Kesehatan yang mempunyai fasilitas pengobatan antirabies.3. Apabila hewan yang dimkasud ternyata menderita rabies berdasarkan pemeriksaanklinis maupun laboratories dari Dinas Peternakan, maka orang digigit atau dijilatharus segera mendapat pengobatan khusus di unit Kesehatan yang mempunyaifasilitas pengobatan anti rabies.4. Apabila hewan yang menggigit itu tidak dapat ditangkap, atau tidak dapat diobservasiatau spesimen tidak dapat diperiksa karena rusak, maka orang digigit atan dijilattersebut harus segera dikirim ke unit Kesehatan yang mempunyai fasilitas antirabies.
VI. TINDAKAN TERHADAP HEWAN TERSANGKA ATAU MENDERITA RABIES
Apabila ada informasi hewan tersangka rabies atau menderita rabies, maka DinasPeternakan harus melakukan penangkapan atau membunuh hewan tersebut sesuaidengan ketentuan yang berlaku. Apabila setelah dilakukan observasi selama lebihkurang dua minggu ternyata hewan itu masih hidup, maka diserahkan kembali kepadapemiliknya setelah divaksinasi, atau dapat dimusnahkan apabila tidak ada pemilikinya.
VII. TATA CARA PELAPORAN RABIES
1. Apabila ada persangkaan rabies pada hewan, Kepala Desa harus segera melaporkankepada Caroat dan petugas Peternakan di kecamatan.2. a. Camat setelah menerima laporan dari kepala desa tentang adanya persangkaanrabies pada hewan harus segera melaporkan kepada Bupati/Walikota madya DaerahTingkat II.b. Petugas peternakan di Kecamatan setelah menerima laporan dari kepala desa danpimpinan unit kesehatan setempat tentang adanya persangkaan rabies harus segeramelaporkan kepada kepala Dinas Peternakan Kabuapten/Kotamadya Daerah TingkatII.3. Kepala Dinas Peternakan di Kabupaten/Kotamadya setelah menerima laporan harussegera melaporkan kepada Bupati/Walikota madya.
©2003 Digitized by USU digital library 
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->