4.Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentangTelekomunikasi;5.Undang-undang Nomor 8 Tahun 1992 tentang Perfilman6.Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP);7.Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/MTahun 2004 tentang Kabinet Indonesia Bersatu, sebagaimanatelah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun2005; dan8.Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor:01/P/M.KOMINFO/4/2005 tentang Organisasi dan TataKerja Kantor Departemen Komunikasi dan Informatika.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan:PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKATENTANG PEDOMAN KONTEN MULTIMEDIA INDONESIA.
BAB IKENTENTUAN UMUMPasal 1
Karena judul Permen ini adalah Pedoman Konten-Multimedia, dan dalam pengertian APJII yang diinginkan adalah mengatur konten-multimedia yang disebarkan lewat jalur internet, maka APJII mengusulkan agar pengertian atau definisi tidak dipecah-pecah seperti ini melainkan langsung saja definisi mengenai Konten-Multimedia dalam satu kesatuan, yang di dalamnya dimasukkan sekaligus pengertian konten, pengertian multimedia, dan pengertian konten internet.
Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:1.Internet adalah media informasi dan komunikasi melalui dan berdasarkan sistemkomputer yang tersambung dengan jaringan komputer global
berbasis IP(internet protocol)
dengan atau tanpa kabel dimana kontennya dapat diaksesoleh publik baik secara terbuka ataupun berlangganan.2.Konten adalah seluruh suara, tulisan, gambar baik diam maupun bergerak ataubentuk audio visual lainnya, sajian-sajian dalam bentuk program, atau gabungan
Leave a Comment