• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
TANGGAPAN APJII ATAS DRAFT PERMEN TENTANG PEDOMAN KONTEN MULTIMEDIA INDONESIA1.Secara umum APJII menyampaikan bahwa PJI atau ISP (Penyelenggara Jasa Internet) adalah penyedia akses ke Internet, bukan penyedia konten. Dengan demikian, PJI anggota APJII sebetulnya merupakan pihak yang tidak terkenalangsung pada Pedoman Konten ini. Namun bilamana PJI menyediakan tempat hosting suatu konten maupun menyelenggarakan konten, maka dengan sendirinya akan terkena Pedoman Konten ini. 2.Sehubungan dengan butir 1, maka terdapat kalimat yang kami usulkan untuk direvisi. 3.Selain itu, APJII juga melihat beberapa hal untuk menjadi pertimbangan penyusun, yaitu: a)UU-ITE seharusnya sudah dimasukkan ke dalam bagian Mengingat karena UU-ITE sudah disahkan oleh DPR tanggal 25 Maret 2008. b)Penggunaan istilah konten perlu dikaji kembali apakah sudah dapat diadopsi sebagai kata dalam Bahasa Indonesia atau perlu dicari padanannya yang lebih tepat, misalnya “isi” --> Analogi: Table of Content kita terjemahkan menjadi Daftar Isi. c)Beberapa definisi dan pengertian perlu disempurnakan. d)Karena cakupan dalam definisi Multimedia yang begitu luasnya, perlu dijelaskan posisi Permen ini terhadap pengaturan yang dibuat oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). 4.APJII menginginkan agar dapat memperoleh draft final nanti sebelum ditandatangani Menteri.
[LOGO]MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKAREPUBLIK INDONESIAPERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKAREPUBLIK INDONESIANOMOR: ______________TENTANG
 Penggunaan istilah konten perlu dikaji kembali
PEDOMAN KONTEN MULTIMEDIA INDONESIADENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
 
MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKAREPUBLIK INDONESIA
Menimbang:a.Bahwa pembangunan nasional adalah suatu proses yangberkelanjutan yang harus senantiasa tanggap terhadapberbagai dinamika yang terjadi di masyarakat;b.bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat danmemperoleh informasi melalui pelbagai media termasuk Internet sebagai perwujudan hak asasi manusia dalamkehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,dilaksanakan secara bertanggung jawab, selaras danseimbang antara kebebasan dan kesetaraan menggunakanhak berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun 1945;c.bahwa kemajuan di bidang teknologi informasi dankomunikasi khususnya di bidang konten multimedia perludiarahkan bagi kemaslahatan bersama dan agar memberikankontribusi kepada pembentukan karakter bangsa yang kreatif,dinamis dan berdaya saing serta memiliki moral dan etikayang tinggi;d.bahwa pemanfaatan Internet sebagai media baru untupengumpulan, pengembangan, dan penyebaran informasitelah menumbuhkan industri penyediaan konten multimedianasional yang merupakan karya dan kreativitas anak bangsayang perlu dibina kearah menjaga integrasi nasional,mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara, sertamengembangkan industri konten Internet nasional yangberdaya saing; dane.bahwa untuk mengembangkan potensi industri kontennasional secara maksimal, diperlukan panduan standarperilaku penyedia dan pemuatan konten multimedia yangmenjaga nilai moral, tata susila, agama, budaya, kepribadiandan kesatuan bangsa yang berlandaskan kepada KetuhananYang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.Mengingat:
UU-ITE seharusnya sudah dimasukkan di bagian ini.
1.Undang-undang Dasar 1945, pasal 28J ayat 1 dan ayat 2;2.Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran;3.Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers;
 
4.Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentangTelekomunikasi;5.Undang-undang Nomor 8 Tahun 1992 tentang Perfilman6.Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP);7.Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/MTahun 2004 tentang Kabinet Indonesia Bersatu, sebagaimanatelah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun2005; dan8.Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor:01/P/M.KOMINFO/4/2005 tentang Organisasi dan TataKerja Kantor Departemen Komunikasi dan Informatika.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan:PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKATENTANG PEDOMAN KONTEN MULTIMEDIA INDONESIA.
BAB IKENTENTUAN UMUMPasal 1
 Karena judul Permen ini adalah Pedoman Konten-Multimedia, dan dalam pengertian APJII yang diinginkan adalah mengatur konten-multimedia yang disebarkan lewat jalur internet, maka APJII mengusulkan agar pengertian atau definisi tidak dipecah-pecah seperti ini melainkan langsung saja definisi mengenai Konten-Multimedia dalam satu kesatuan, yang di dalamnya dimasukkan sekaligus pengertian konten, pengertian multimedia, dan pengertian konten internet.
Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:1.Internet adalah media informasi dan komunikasi melalui dan berdasarkan sistemkomputer yang tersambung dengan jaringan komputer global
berbasis IP(internet protocol)
dengan atau tanpa kabel dimana kontennya dapat diaksesoleh publik baik secara terbuka ataupun berlangganan.2.Konten adalah seluruh suara, tulisan, gambar baik diam maupun bergerak ataubentuk audio visual lainnya, sajian-sajian dalam bentuk program, atau gabungan
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...