Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PERATURAN_BAWASLU_NOMOR_7_TAHUN_2013.pdf

PERATURAN_BAWASLU_NOMOR_7_TAHUN_2013.pdf

Ratings: (0)|Views: 253 |Likes:
Published by integritas2012

More info:

Published by: integritas2012 on Aug 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2013

pdf

text

original

 
 BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUMREPUBLIK INDONESIAPERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUMREPUBLIK INDONESIANOMOR 7 TAHUN 2013TENTANGTATA CARA PENGAWASAN PENYUSUNAN DAFTAR PEMILIH UNTUKPEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWANPERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAHDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAKETUA BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM,Menimbang
: a.
 
bahwa salah satu syarat penting pemilihan umum yangdemokratis dan berkualitas adalah meluasnya partisipasiwarga negara dalam menggunakan hak pilihnya, sehinggadipandang perlu adanya perhatian khusus terhadap jaminankepastian hak konstitusional setiap warga negara dalammenggunakan hak pilihnya pada penyelenggaraan pemilihanumum anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan PerwakilanDaerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;b.
 
bahwa dalam rangka menjamin hak asasi manusia dalambidang politik serta untuk mencegah banyaknya warganegara yang tidak menggunakan hak pilihnya karena tidakterdaftar dalam daftar pemilih tetap, perlu ada pengaturanmengenai pengawasan terhadap penyusunan daftar pemilih;c.
 
bahwa dalam rangka melaksanakan tugas, wewenang, dankewajiban sesuai dengan ketentuan Pasal 73 dan Pasal 74,serta ketentuan Pasal 120 Undang-Undang Nomor 15 Tahun2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, perlu adaperaturan mengenai pengawasan terhadap penyusunandaftar pemilih;d.
 
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksuddalam huruf a, huruf b, dan huruf c perlu menetapkanPeraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum tentang TataCara Pengawasan Penyusunan Daftar Pemilih UntukPemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, DewanPerwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;
Mengingat
: 1.
 
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang PenyelenggaraPemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2011 Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 5246);2.
 
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang PemilihanUmum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan PerwakilanDaerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran
 
2
Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 117, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5316);3.
 
Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 13 Tahun2012 Tentang Tata Cara Pengawasan Pemilihan UmumAnggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Berita Negara RepublikIndonesia Tahun 2012 Nomor 1080);4.
 
Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 14 Tahun2012 Tentang Tata Cara Pelaporan dan PenangananPelanggaran Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, DewanPerwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 1081)sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Badan PengawasPemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2013 tentang Perubahanatas Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 14 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pelaporan dan PenangananPelanggaran Pemilihan Umum Anggota Dewan PerwakilanRakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan PerwakilanRakyat Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013Nomor 588;5.
 
Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun2012 Tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa PemilihanUmum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan PerwakilanDaerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Berita NegaraRepublik Indonesia Tahun 2012 Nomor 1109)sebagaimanatelah diubah dengan Peraturan Badan Pengawas PemilihanUmum Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perubahan atasPeraturan badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun2012 tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa PemilihanUmum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan PerwakilanDaerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Berita NegaraRepublik Indonesia Tahun 2013 Nomor 162);
MEMUTUSKAN
:
 Menetapkan
:
ERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM TENTANGATA CARA PENGAWASAN PENYUSUNAN DAFTAR PEMILIHNTUK PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILANAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWANERWAKILAN RAKYAT DAERAH.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum ini yangdimaksud dengan:1.
 
Pemilihan Umum, selanjutnya disebut Pemilu, adalah saranapelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secaralangsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam NegaraKesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila danUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945.2.
 
Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan
 
3
Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah Pemiluuntuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, DewanPerwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsidan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota dalamNegara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasiladan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945.
 
3.
 
Dewan Perwakilan Rakyat, selanjutnya disingkat DPR, adalahDewan Perwakilan Rakyat sebagaimana dimaksud dalamUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945.
 
4.
 
Dewan Perwakilan Daerah, selanjutnya disingkat DPD, adalahDewan Perwakilan Daerah sebagaimana dimaksud dalamUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945.
 
5.
 
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, selanjutnya disingkatDPRD, adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi danDewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kotasebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945.
 
6.
 
Penyelenggara Pemilu adalah lembaga yang menyelenggarakanPemilu yang terdiri atas Komisi Pemilihan Umum dan BadanPengawas Pemilu sebagai satu kesatuan fungsipenyelenggaraan Pemilu untuk memilih Anggota DPR, DPD,DPRD, Presiden dan Wakil Presiden secara langsung olehrakyat, serta untuk memilih gubernur, bupati, dan walikotasecara demokratis.
 
7.
 
Komisi Pemilihan Umum, selanjutnya disingkat KPU, adalahlembaga penyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap,dan mandiri yang bertugas melaksanakan Pemilu.
 
8.
 
Komisi Pemilihan Umum Provinsi, selanjutnya disingkat KPUProvinsi, adalah penyelenggara Pemilu yang bertugasmelaksanakan Pemilu di provinsi.
 
9.
 
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, selanjutnyadisingkat KPU Kabupaten/Kota, adalah penyelenggara Pemilu yang bertugas melaksanakan Pemilu di kabupaten/kota.
 
10.
 
Panitia Pemilihan Kecamatan, selanjutnya disingkat PPK,adalah panitia yang dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kotauntuk melaksanakan Pemilu di kecamatan atau nama lain.
 
11.
 
Panitia Pemungutan Suara, selanjutnya disingkat PPS, adalahpanitia yang dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota untukmelaksanakan Pemilu di desa atau nama lain/kelurahan.
 
12.
 
Panitia Pemilihan Luar Negeri, selanjutnya disingkat PPLN,adalah panitia yang dibentuk oleh KPU untuk melaksanakanPemilu di luar negeri.
 
13.
 
Badan Pengawas Pemilu, selanjutnya disebut Bawaslu, adalahlembaga penyelenggara Pemilu yang bertugas mengawasipenyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara KesatuanRepublik Indonesia.
 
14.
 
Badan Pengawas Pemilu Provinsi, selanjutnya disebutBawaslu Provinsi adalah badan yang dibentuk oleh Bawaslu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di provinsi.
 
15.
 
Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota, selanjutnyadisebut Panwaslu Kabupaten/Kota, adalah Panitia yangdibentuk oleh Bawaslu Provinsi yang bertugas mengawasi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->