Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perbawaslu_Nomor_10_tahun_2012_ttg_pembentukan_Bawaslu_Provinsi (1).pdf

Perbawaslu_Nomor_10_tahun_2012_ttg_pembentukan_Bawaslu_Provinsi (1).pdf

Ratings: (0)|Views: 232|Likes:
Published by integritas2012

More info:

Published by: integritas2012 on Aug 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/22/2013

pdf

text

original

 
 BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUMREPUBLIK INDONESIAPERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUMREPUBLIK INDONESIANOMOR 10 TAHUN 2012TENTANGPEMBENTUKAN, PEMBERHENTIAN, DAN PENGGANTIAN ANTAR WAKTUBADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM PROVINSI, PANITIA PENGAWASPEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA, PANITIA PENGAWAS PEMILIHANUMUM KECAMATAN, PENGAWAS PEMILIHAN UMUM LAPANGAN, DANPENGAWAS PEMILIHAN UMUM LUAR NEGERIDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAKETUA BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang:a.
 
bahwa dalam melaksanakan tugas mengawasi penyelenggaraanPemilihan Umum di seluruh wilayah Negara Kesatuan RepublikIndonesia, Badan Pengawas Pemilihan Umum didukung olehBadan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi, Panitia PengawasPemilihan Umum Kabupaten/Kota, Panitia Pengawas PemilihanUmum Kecamatan, Pengawas Pemilihan Umum Lapangan danPengawas Pemilihan Umum Luar Negeri;b.
 
bahwa untuk menjamin terselenggaranya Pemilihan Umum yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil, makadibutuhkan Pengawas Pemilihan Umum yang profesional, sertamempunyai integritas, kapabilitas dan akuntabilitas;c.
 
bahwa berdasarkan Pasal 92 Undang-Undang Nomor 15 Tahun2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, Badan PengawasPemilihan Umum membentuk tim seleksi calon anggota BadanPengawas Pemilihan Umum Provinsi pada setiap provinsi danmenetapkan pedoman pembentukan tim seleksi serta tata carapenyeleksian calon anggota Badan Pengawas Pemilihan UmumProvinsi;d.
 
bahwa berdasarkan Pasal 96 ayat (5) dan ayat (6) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang PenyelenggaraPemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilihan Umum perlumenyusun tata cara seleksi dan penetapan calon anggotaPanitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, PanitiaPengawas Pemilihan Umum Kecamatan, dan PengawasPemilihan Umum Lapangan, dan Badan Pengawas Pemilihan
 
2
Umum perlu menyusun juga tata cara pembentukan danpenetapan calon anggota Pengawas Pemilihan Umum LuarNegeri;e.
 
bahwa Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 1 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengangkatan Anggota PanitiaPengawas Pemilihan Umum Provinsi, Panitia PengawasPemilihan Umum Kabupaten/Kota, Panitia Pengawas PemilihanUmum Kecamatan dan Pengawas Pemilu Lapangansebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir denganPeraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 4 Tahun2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan BadanPengawas Pemilihan Umum Nomor 1 Tahun 2010 tentang TataCara Pengangkatan Anggota Panitia Pengawas Pemilihan UmumProvinsi, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota,Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan dan PengawasPemilu Lapangan, sudah tidak sesuai dengan perkembangansehingga perlu diganti;f.
 
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksuddalam huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, dan huruf e, perlumenetapkan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umumtentang Pembentukan, Pemberhentian, dan Penggantian AntarWaktu Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi, PanitiaPengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Panitia PengawasPemilihan Umum Kecamatan, Pengawas Pemilihan UmumLapangan, dan Pengawas Pemilihan Umum Luar Negeri;
 
Mengingat: Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang PenyelenggaraPemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2011 Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 5246);
MEMUTUSKAN:Menetapkan: PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM TENTANGPEMBENTUKAN, PEMBERHENTIAN, DAN PENGGANTIANANTAR WAKTU BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUMPROVINSI, PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUMKABUPATEN/KOTA, PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUMKECAMATAN, PENGAWAS PEMILIHAN UMUM LAPANGAN, DANPENGAWAS PEMILIHAN UMUM LUAR NEGERI
.
BAB IKETENTUAN UMUMPasal
1Dalam Peraturan ini, yang dimaksud dengan:1.
 
Pemilihan Umum, selanjutnya disingkat Pemilu, adalah saranapelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secaralangsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam NegaraKesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila danUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.2.
 
Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan
 
3
Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah Pemiluuntuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, DewanPerwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi,dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dalamNegara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila danUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.3.
 
Pemilu Presiden dan Wakil Presiden adalah Pemilu untukmemilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Negara KesatuanRepublik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-UndangDasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.4.
 
Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota adalah Pemilihanuntuk memilih gubernur, bupati, dan walikota secarademokratis dalam Negara Kesatuan Republik Indonesiaberdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945.5.
 
Penyelenggara Pemilu adalah lembaga yang menyelenggarakanPemilu yang terdiri atas Komisi Pemilihan Umum dan BadanPengawas Pemilihan Umum sebagai satu kesatuan fungsipenyelenggaraan Pemilu untuk memilih anggota DewanPerwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, DewanPerwakilan Rakyat Daerah, Presiden dan Wakil Presiden secaralangsung oleh rakyat serta untuk memilih gubernur, bupati, danwalikota secara demokratis.6.
 
Badan Pengawas Pemilu, selanjutnya disingkat Bawaslu, adalahlembaga penyelenggara Pemilu yang bertugas mengawasipenyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara KesatuanRepublik Indonesia.7.
 
Badan Pengawas Pemilu Provinsi, selanjutnya disingkat BawasluProvinsi, adalah badan yang dibentuk oleh Bawaslu untukmengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah provinsi.8.
 
Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota, selanjutnya disingkatPanwaslu Kabupaten/Kota adalah panitia yang dibentuk olehBawaslu Provinsi untuk mengawasi penyelenggaraan Pemilu diwilayah kabupaten/kota.9.
 
Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan, selanjutnya disingkatPanwaslu Kecamatan, adalah Panitia yang dibentuk olehPanwaslu Kabupaten/Kota yang bertugas mengawasipenyelenggaraan Pemilu di wilayah kecamatan atau nama lain.10.
 
Pengawas Pemilu Lapangan adalah petugas yang dibentuk olehPanwaslu Kecamatan yang bertugas mengawasipenyelenggaraan Pemilu di desa atau nama lain/ kelurahan.11.
 
Pengawas Pemilu Luar Negeri adalah petugas yang dibentuk olehBawaslu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu diluar negeri.12.
 
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, selanjutnya disingkatDKPP, adalah lembaga yang bertugas menangani pelanggarankode etik Penyelenggara Pemilu dan merupakan satu kesatuanfungsi penyelenggaraan Pemilu.13.
 
Pembentukan adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan yangberupa penjaringan dan penyaringan serta pemilihan danpenetapan anggota Bawaslu Provinsi, Panwaslu

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->