• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Asmaraman S. Kho Ping Hoo > Serial Pendekar Kayu Harum > SPKH 05 Pendekar Sadis > Post by http://cersilkita.blogspot.com
1
 AUTHOR: Kho Ping HooSerial Pendekar Kayu HarumTITLE: SPKH 05 - Pendekar SadisPAGI yang amat cerah dan indah! Matahari, sesuatu yang perkasa adil dan murah hati, jugaamat indahnya, muncul di permukaan bumi mengusir segala kegelapan dan datang membawakeriangan dan kesegaran kepada semua yang berada di permukaan bumi, memandikan segalasesuatu dengan cahayanya yang keemasan dan yang menjadi sumber tenaga dari segala sesuatuyang tidak nampak. Cahaya matahari seolah-olah membangkitkan semua yang tadinya penuhketakutan dan kekhawatiran tenggelam dalam kegelapan malam, mendatangkan kembalisemangat hidup pada tumbuh-tumbuhan, pohon-pohon besar, binatang-binatang dari yang kecilsampai yang paling besar, yang beterbangan di udara maupun yang berjalan dan merayap di atasbumi.Matahari pagi yang demikian indahnya, cahaya keemasan yang menerobos di antara gumpalan-gumpalan awan yang berarak bebas teratur rapi di atas langit, embun-embun pagi yangberkilauan di ujung daun-daun, kicau burung gembira, semua itu seolah-olah mengingatkan kitabahwa kegelapan den kesunyian dan keseraman yang timbul bersama datangnya malam bukanlahperistiwa yang abadi, melainkan hanya sementara saja. Demikian pula sebaliknya, kecerahan dankeriangan yang datang bersama matahari pagi itu pun akan terganti oleh sang malam yangmembawa kegelapan.Baik buruknya siang dan malam timbul dari penilaian kita. Kalau kita sudah menilai bahwa yangsiang itu baik dan yang malam buruk, maka kita akan terseret ke dalam lingkaran baik dan buruk,senang dan susah. Sebaliknya, kalau kita menghadapi siang dan malam, atau segala sesuatu yangterjadi di dunia ini tanpa penilaian, maka tidak akan timbul pula baik buruk itu. Dan bukan tidak mungkin bahwa kita akan menemukan keindahan dalam kegelapan den kesunyian malam itu!Pagi hari yang amat cerah dan indah itu selalu mendatangkan keriangan pada semua mahluk,kecuali manusia! Manusia terlalu diperbudak oleh perasaan yang timbul karena terlalumenonjolkan keakuannya. Manusia terlalu mudah mengeluh, juga terlampau mudah mabuk. Diwaktu menghadapi peristiwa yang tidak menyenangkan, manusia mengeluh seolah-olah dialahorang yang paling sengsara di dunia ini, dan di waktu menikmati peristiwa yang menyenangkan,manusia menjadi mabuk den lupa diri!
 
Asmaraman S. Kho Ping Hoo > Serial Pendekar Kayu Harum > SPKH 05 Pendekar Sadis > Post by http://cersilkita.blogspot.com
2
Di dalam hutan di lereng bukit pada pagi hari itu pemandangannya amatlah indahnya. Dariujung daun-daun dan rumput sampai kepada awan, semua seolah-olah tersenyum gembirabersama cahaya matahari pagi yang lembut dan menghidupkan. Akan tetapi, seorang wanita yangberjalan mendaki lereng bukit itu, yang memanggul tubuh seorang pria, berjalan sambil menangissedih! Sungguh, di manapun juga di dunia ini, selalu terdapat manusia yang merasa sengsara dantenggelam dalam kedukaan.Wanita itu masih amat muda dan cantik sekali, paling banyak dua puluh empat tahun usianya,berwajah serius dan gagah. Biarpun dia memanggul tubuh seorang pria di pundaknya, namunlangkahnya yang tegap dan ringan itu jelas menunjukkan bahwa dia adalah seorang wanita yangmemiliki ilmu kepandaian tinggi. Memang sesungguhnya demikianlah. Wanita ini adalah seorangpendekar wanita yang amat lihai, juga terkenal sekali, bukan hanya karena kelihaiannya sendirimelainkan karena dia adalah cucu dari mendiang ketua Cin-ling-pai yang amat terkenal. Wanita inibernama Lie Ciauw Si, cucu luar dari mendiang ketua Cin-ling-pai dan dialah satu-satunya cucuCin-ling-pai yang menerima penggemblengan langsung dari mendiang kakeknya, yaitu mendiangCia Keng Hong, pendekar sakti yang pernah menggegerkan dunia persilatan itu. Maka, dapatdibayangkan betapa lihainya karena dia telah mewarisi ilmu-ilmu dari Cin-ling-pai, biarpun harusdiakui bahwa dia tidak atau belum menguasai ilmu-ilmu tinggi itu secara sempurna sepertikakeknya.Tubuh pria yang dipanggulnya itu seperti sudah mati saja, lemas dan wajahnya pucat sepertimayat, di ujung bibirnya nampak darah, napasnya tinggal satu-satu. Siapakah pria itu? Dia punmasih muda, bahkan masih amat muda, kurang lebih dua puluh satu atau dua puluh dua tahunusianya, amat tampan dan pakaiannya amat mewah, seperti pakaian pria-pria bangsawan. Pria iniadalah suami Lie Ciauw Si! Dia adalah seorang Pangeran, bahkan Pangeran dari dua kerajaan. Diaadalah putera kandung dari Puteri Khamila yang menjadi isteri Raja Sabutai, seorang raja liar diutara daerah Mongol, maka tentu saja dia adalah seorang Pangeran kerajaan utara ini. Akantetapi, ayah kandungnya bukanlah Raja Sabutai, melainkan mendiang Kaisar Ceng Tung, KaisarKerajaan Beng-tiauw dan hal ini selain diketahui oleh Raja Sabutai, juga diakui oleh mendiangKaisar itu sebelum meninggal dunia sehingga secara resmi dia pun menjadi seorang Pangeran dariKerajaan Beng-tiauw. Namanya adalah Pangeran Oguthai, yaitu sebagai Pangeran utara, atauCeng Han Houw, sebagai Pangeran Kerajaan Beng-tiauw.Ceng Han Houw ini adalah seorang Pangeran muda yang semenjak kecil suka bertualang dansuka sekali mempelajari ilmu-ilmu yang tinggi, bahkan yang berhasil mempelajari ilmu-ilmu silat
 
Asmaraman S. Kho Ping Hoo > Serial Pendekar Kayu Harum > SPKH 05 Pendekar Sadis > Post by http://cersilkita.blogspot.com
3
tinggi dari orang-orang sakti sehingga dalam hal ilmu silat, dia bahkan lebih lihai dibandingkandengan isterinya yang lihai itu! Kepandaiannya yang hebat membuat Pangeran ini menjadi tinggihati dan sombong, di samping ambisinya yang amat besar untuk menjadi jagoan nomor satu didunia, bahkan kaiau mungkin untuk merampas tahta Kerajam Beng-tiauw. Sikap inilah yang telahmenjatuhkannya! Di bawah Pimpinan Pangeran Hung Chih, yang dianggap sebagai PangeranMahkota, para pendekar yang sakti telah bergerak menentangnya dan akhirnya Pangeran iniroboh dan terluka secara hebat sekali ketika terjadi pertempuran. Juga semua pengikutnya,pasukannya, telah dihancurkan sehingga semua usahanya itu mengalami kehancuran dankegagalan. Pangeran Ceng Han Houw sudah kehilangan segala-galanya, kecuali isterinya yangamat setia dan amat mencintanya itu. Isterinya inilah yang membawa tubuhnya yang terlukaparah itu, membawanya lari meninggalkan gelanggang pertempuran di mana suaminyamengalami kegagalan, melarikannya siang malam sampai pada pagi hari itu, dengan tubuh amatletih, pendekar wanita Lie Ciauw Si tiba di lereng bukit itu sambil menangis.Hampir dia tidak kuat melangkah lagi, namun dipaksanya karena dia harus dapat membawasuaminya yang sudah lebih mendekati mati daripada hidup itu sampai ke puncak. Dia mendengarbahwa di puncak bukit itu tinggal seorang pertapa yang pandai sekali mengobati orang, makaharapan satu-satunya hanyalah membawa suaminya menghadap pertapa itu.Semua peristiwa di atas telah diceritakan dalam kisah Pendeker Lembah Naga. Dia telahmelakukan perjalanan dua hari dua malam, hanya berhenti untuk memberi minum, atau lebihtepat memasukkan air ke dalam perut suaminya, karena suaminya itu hampir terus-menerusdalam keadaan tidak sadar. Dia sendiri selama itu hanya minum sedikit air saja! Maka, ketika diamendaki lereng bukit ini, kedua kakinya sudah gemetar dan dia harus menggigit bibir dengan airmata menetes-netes untuk menguatkan dirinya. Betapapun juga, berkat kepandaiannya yangtinggi, langkahnya masib nampak ringan ketika dia terus mendaki ke atas, ke arah sebuah pondok di puncak yang sudah kelihatan dari bawah. Melihat pondok kecil itu, Ciauw Si merasa sepertimelihat cahaya yang penuh harapan, tenaganya timbul kembali dan setengah berlari diaberloncatan naik ke atas puncak.Pondok itu kecil sederhana dan pintunya terbuka! Maka Ciauw Si yang sudah merasa betapamatanya berkunang dan kepalanya pening, melangkah masuk. Samar-samar dia melihat seorangkakek duduk bersila di dalam pondok. Dia cepat melangkah maju dan sempat berkata lirih, “...mohon... mohon Locianpwe sudi... menolong suami saya...” dan tergulinglah isteri setia inibersama suami yang dipanggulnya, roboh ke depan kaki pria tua yang duduk bersila itu.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...