Asmaraman S. Kho Ping Hoo > Serial Pendekar Kayu Harum > SPKH 05 Pendekar Sadis > Post by http://cersilkita.blogspot.com
2
Di dalam hutan di lereng bukit pada pagi hari itu pemandangannya amatlah indahnya. Dariujung daun-daun dan rumput sampai kepada awan, semua seolah-olah tersenyum gembirabersama cahaya matahari pagi yang lembut dan menghidupkan. Akan tetapi, seorang wanita yangberjalan mendaki lereng bukit itu, yang memanggul tubuh seorang pria, berjalan sambil menangissedih! Sungguh, di manapun juga di dunia ini, selalu terdapat manusia yang merasa sengsara dantenggelam dalam kedukaan.Wanita itu masih amat muda dan cantik sekali, paling banyak dua puluh empat tahun usianya,berwajah serius dan gagah. Biarpun dia memanggul tubuh seorang pria di pundaknya, namunlangkahnya yang tegap dan ringan itu jelas menunjukkan bahwa dia adalah seorang wanita yangmemiliki ilmu kepandaian tinggi. Memang sesungguhnya demikianlah. Wanita ini adalah seorangpendekar wanita yang amat lihai, juga terkenal sekali, bukan hanya karena kelihaiannya sendirimelainkan karena dia adalah cucu dari mendiang ketua Cin-ling-pai yang amat terkenal. Wanita inibernama Lie Ciauw Si, cucu luar dari mendiang ketua Cin-ling-pai dan dialah satu-satunya cucuCin-ling-pai yang menerima penggemblengan langsung dari mendiang kakeknya, yaitu mendiangCia Keng Hong, pendekar sakti yang pernah menggegerkan dunia persilatan itu. Maka, dapatdibayangkan betapa lihainya karena dia telah mewarisi ilmu-ilmu dari Cin-ling-pai, biarpun harusdiakui bahwa dia tidak atau belum menguasai ilmu-ilmu tinggi itu secara sempurna sepertikakeknya.Tubuh pria yang dipanggulnya itu seperti sudah mati saja, lemas dan wajahnya pucat sepertimayat, di ujung bibirnya nampak darah, napasnya tinggal satu-satu. Siapakah pria itu? Dia punmasih muda, bahkan masih amat muda, kurang lebih dua puluh satu atau dua puluh dua tahunusianya, amat tampan dan pakaiannya amat mewah, seperti pakaian pria-pria bangsawan. Pria iniadalah suami Lie Ciauw Si! Dia adalah seorang Pangeran, bahkan Pangeran dari dua kerajaan. Diaadalah putera kandung dari Puteri Khamila yang menjadi isteri Raja Sabutai, seorang raja liar diutara daerah Mongol, maka tentu saja dia adalah seorang Pangeran kerajaan utara ini. Akantetapi, ayah kandungnya bukanlah Raja Sabutai, melainkan mendiang Kaisar Ceng Tung, KaisarKerajaan Beng-tiauw dan hal ini selain diketahui oleh Raja Sabutai, juga diakui oleh mendiangKaisar itu sebelum meninggal dunia sehingga secara resmi dia pun menjadi seorang Pangeran dariKerajaan Beng-tiauw. Namanya adalah Pangeran Oguthai, yaitu sebagai Pangeran utara, atauCeng Han Houw, sebagai Pangeran Kerajaan Beng-tiauw.Ceng Han Houw ini adalah seorang Pangeran muda yang semenjak kecil suka bertualang dansuka sekali mempelajari ilmu-ilmu yang tinggi, bahkan yang berhasil mempelajari ilmu-ilmu silat
Leave a Comment