Di zaman modern ini, salah satu bentuk dan gerakan wakaf yang banyak mendapat perhatian paracendikiawan dan ulama adalah
cash waqf
(wakaf tunai). Dalam sejarah Islam,
cash waqf
berkembangdengan baik pada zaman Bani Mamluk dan Turki Usmani. Namun baru belakangan ini menjadi bahandiskusi yang intensif di kalangan para ulama dan pakar ekonomi Islam. Di Indonesia hasil diskusi dankajian itu membuahkan hasil yang menggembirakan, yakni dimasukkannya dan diaturnya
cash waqf
(wakaf tunai) dalam perundangan-undangan Indonesia melalui UU No 41 tahun 2004 tentang Wakaf. Dengandemikian, wakaf tunai telah diakui dalam hukum positif di Indonesia. Lahirnya Undang-Undang Republik Indonesia No. 41 tahun 2004 tentang Wakaf diarahkan untuk memberdayakan wakaf yang merupakan salahsatu instrumen dalam membangun kehidupan sosial ekonomi umat Islam. Kehadiran Undang-undangwakaf ini menjadi momentum pemberdayaan wakaf secara produktif, sebab di dalamnya terkandung pemahaman yang komprehensif dan pola manajemen pemberdayaan potensi wakaf secara modern.Apabiladalam perundang-undangan sebelumnya, PP No.28 tahun 1977 tentang Perwakafan Tanah Milik, konsepwakaf identik dengan tanah milik, maka dalam Undang-Undang Wakaf yang baru ini konsep wakaf mengandug dimensi yang sangat luas. Ia mencakup harta tidak bergerak maupun yang bergerak, termasuk wakaf tunai yang penggunaannya sangat luas, tidak terbatas untuk pendirian tempat ibadah dan sosialkeagamaan. Formulasi hukum yang demikian, jelas suatu perubahan yang sangat revolusioner dan jikadapat direalisasikan akan memiliki akibat yang berlipat ganda atau
multiplier effect
, terutama dalamkaitannya dengan pemberdayaan ekonomi umat Islam.Namun usaha ke arah itu jelas bukan pekerjaan yangmudah. Umat Islam Indonesia selama ratusan tahun sudah terlanjur mengidentikkan wakaf dengan (dalam bentuk) tanah, dan benda bergerak yang sifatnya bendanya tahan lama. Dengan demikian, UU No. 41 tahun2004 diproyeksikan sebagai sarana rekayasa sosial (
social engineering
), melakukan perubahan-perubahan pemikiran, sikap dan perilaku umat Islam agar senafas dengan semangat UU tersebut. Salah satu regulasi baru dalam Undang-Undang Wakaf tersebut adalah Wakaf Tunai.
Dasar Syariah CashWaqaf
Pengembangan wakaf dalam bentuk uang yang dikenal dengan cash wakaf atau wakaf tunai sudahdilakukan sejak lama. Bahkan dalam sejarah Islam, wakaf tunai sudah dipraktekkan sejak abad keduaHijriyah. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa Imam az Zuhri (wafat 124 H), salah seorang ulamaterkemuka dan peletak dasar
tadwin al hadits,
memberikan fatwanya untuk berwakaf dengan Dinar danDirham agar dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembangunan, dakwah, sosial, dan pendidikan umat Islam.Cara yang dilakukan adalah dengan menjadikan uang tersebut sebagai modal usaha (modal produktif)kemudian menyalurkan keuntungannya sebagai wakaf. Kebolehan wakaf tunai juga dikemukakan olehMazhab Hanafi dan Maliki. Bahkan sebagian ulama Mazhab Syafi’iy juga membolehkan wakaf tunaisebagaimana yang disebut Al-Mawardy, ”Abu Tsaur meriwayatkan dari Imam Syafi’iy tentang kebolehanwakaf dinar dan dirham”. Pendapat inilah yang dikutip Komisi fatwa MUI (2002) dalam melegitimasiwakaf tunai. Di Indonesia saat ini, persoalan boleh tidaknya wakaf uang, sudah tidak ada masalah lagi. Halitu diawali sejak dikeluarkannya fatwa MUI pada tanggal 11 Mei 2002. Isi fatwa MUI tersebut sebagai beikut :
1.
Wakaf uang (cash wakaf/
waqf al-nuqud)
adalah wakaf yang dilakukan seseorang,kelompok orang, lenmbaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai.
2.
Termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga.
3.
Waqaf uang hukumnya
jawaz
(boleh)
4.
Wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secarasyar’iy. Nilai pokok wakaf uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual,dihibahkan dan atau diwariskan.
Dengan diundangkannya UU No 41 Tahun 2004, kedudukan wakaf uang semakin jelas, tidak saja dari segi fiqh (hukumIslam), tetapi juga dari segi tata hukum nasional. Artinya, dengan diundangkannya UU tersebut maka wakaf tunai telahmenjadi hukum positif, sehingga persoalan
khilafiyah
tentang wakaf tunai telah selesai.
Leave a Comment
wakaf tunai