/  14
 
Mendudukkan Hadits Kuraib dalam Prespektif Penentuan Awal/ Akhir Romadhon dan Problem Kesatuan Umat Islam 
-
1
-
Mendudukkan Hadits Kuraib dalam Prespektif Penentuan Awal/AkhirRomadhon dan Problem Kesatuan Umat Islam
Oleh M. Nugroho
Pengantar
Terdapat dua hal yang sering dicampuradukkan oleh masyarakat terkait masalah Romadhonyaitu (1) tentang kaidah penetapan awal/akhir Romadhon itu sendiri, dan (2) tentang keharusanmemulai/ mengakhiri romadhon
dan menyelanggarakan sholat ’Ied Fitri
bersama pemerintah. Dan bilakita klafsikasikan, maka setida
knya ada tiga kelompok yang mewajibkan dirinya Sholat ’Ied Fitri puasa
bersama pemerintahKelompok pertama adalah golongan orang kebanyakan yang melihat dua hal tersebut sebagai halyang sama saja. Mereka kebanyakan juga tidak terlalu berpusing ria memperhatikan bagaimana kaidahyang benar dalam penetapan awal/akhir Romadhon, yang penting mengikuti apa kata pemerintah benaratau salahnya. Toh kalau salah yang nanggung dosanya juga pemerintah. Golongan seperti ini adalahorang yang sebenarnya menjerumuskan diri dan orang yang diikutinya (pemerintah dll) kedalamkesalahan berjamaah karena keengganannya untuk mencari ilmu dan keengganannya untuk menasehatisesama muslim, termasuk kepada penguasaKelompok kedua adalah golongan yang dalam dirinya telah terpatri prasangka buruk kepadasesama umat Islam di luar golongannya bahwa siapapun yang berbeda dengan pemerintah maka merekaadalah penentang penguasa atau bahkan dikatakan sebagai pembelot, pemberontak, dll. Padahal merekamengetahui bahwa pendapat pendapat dari ulama ulama qodim tentang boleh tidaknya berbeda dengan
penguasa dalam hal mengawali/ mengakhiri puasa termasuk juga pelaksanaan Sholat ’Ied
.Sedangkan kelompok ketiga hampir sama prinsipnya dengan kelompok kedua, namun anehnyamereka hanya toleran terhadap perbedaan penetapan awal/akhir puasa golongan lainnya (ABC dll )namun sangat antipati terhadap perbedaan penetapan awal/akhir puasa dari golongan lainnya (XYZ dll)dengan labelisasi wahabi, arabisme, transnasionalisme dan lain sebagainya.Biasanya kelompok kedua dan ketiga ini selalu bertentangan (
tanaqudh
) pendapat dalam segalawabil khusus dalam masalah ibadah. Sepengetahuan kami, bisa jadi hanya dalam permasalahan berpuasabersama pemerintah inilah mereka memiliki pendapat yang sama. Keduanya pun juga menggunakanhadits Kuraib secara bias untuk menjustifikasi kebenaran pendapat mereka.Kok bias ? Ya ... dan InsyaAllah dalam artikel ini dengan keterbatasan pemahaman saya, akan sayacoba uraikan kebiasan tersebut dimana kebanyakan pada akhirnya adalah nukilan saya dari pendapat 
pendapat mu’tabar yang tersebar di buku buku ataupun di internet dan lain sebagainya.
 
 
Mendudukkan Hadits Kuraib dalam Prespektif Penentuan Awal/ Akhir Romadhon dan Problem Kesatuan Umat Islam 
-
-
Kami menujukan risalah ini bagi sahabat sahabat kami yang sedang kebingungan dan terombangambing dalam masalah penentuan awal/akhir ramadhan apakah harus mengikuti pendapat pemerintahatau tidak. Kebingungan itu sebenarnya tidak perlu terjadi asal setiap orang mengetahui benar bagaimanapendapat itu digali (di-
istinbath
) lalu
qona’ah
(menetapi) terhadap kebenaran proses dan hasil istinbathtersebut, terlepas apakah hasil akhirnya sama atau tidak dengan yang diyakini selama ini. Denganmengetahui pokok pembahasan tersebut pada akhirnya yang diharapkan adalah kesadaran bahwa bahwabisa memahami kewajaran perbedaan pendapat untuk kemudian sebagai sesama
muqolid 
(pengikut pendapat ulama) ataupun sebagai
tholibin
(orang yang baru belajar) tidak saling mencela satu sama lain.
Bunyi dari Hadits Kuraib
"Artinya : Dari Kuraib : Sesungguhnya Ummu Fadl binti Al-Haarits telah mengutusnya menemui Mu'awiyahdi Syam. Berkata Kuraib : Lalu aku datang ke Syam, terus aku selesaikan semua keperluannya. Dantampaklah olehku (bulan) Ramadlan, sedang aku masih di Syam, dan aku melihat hilal (Ramadlan) padamalam Jum'at. Kemudian aku datang ke Madinah pada akhir bulan (Ramadlan), lalu Abdullah bin Abbasbertanya ke padaku (tentang beberapa hal), kemudian ia menyebutkan tentang hilal, lalu ia bertanya ;"Kapan kamu melihat hilal (Ramadlan) ?  Jawabku : "Kami melihatnya pada malam Jum'at".Ia bertanya lagi : "Engkau melihatnya (sendiri) ?"  Jawabku : "Ya ! Dan orang banyak juga melihatnya, lalu mereka puasa dan Mu'awiyah Puasa".Ia berkata : "Tetapi kami melihatnya pada malam Sabtu, maka senantiasa kami berpuasa sampai kamisempurnakan tiga puluh hari, atau sampai kami melihat hilal (bulan Syawwal) ". Aku bertanya : "Apakahtidak cukup bagimu ru'yah (penglihatan) dan puasanya Mu'awiyah ?  Jawabnya : "Tidak ! Begitulah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, telah memerintahkan kepada kami".
Hadits ini telah dikeluarkan oleh: Muslim (3/126), Abu Dawud (No. 2332), Nasa'i (4/105-106), Tirmidzi(No. 689), Ibnu Khuzaimah (No. 1916), Daruquthni (2/171), Baihaqy (4/251) dan Ahmad (Al-Fathur-Rabbaani 9/270), semuanya dari jalan : Ismail bin Ja'far, dan Muhammad bin Abi Harmalah dari Kuraibdari Ibnu Abbas. Berkata Imam Tirmidzi : Hadits Ibnu Abbas hadits : Hasan-Shahih Gharib. Berkata ImamDaruquthni : Sanad (Hadits) ini Shahih.
1
Bahwa ternyata Ibnu Abbas RA kemudian tidak menyamakan awal/akhir Ramadhan dengan penduduk Syam setelah persaksian Kuraib, mendorong munculnya berbagai asumsi penyebab perilaku tersebut. Danasumsi yang paling menonjol terhadap sikap beliau tersebut adalah karena beliau menilai Madinah danSyam
berbeda jarak sehingga harus menggunakan ru’yatul hilal masin
g masing wilayah. Padahalstatement seperti
(karena berbeda mathla’)
itu sekali lagi adalah penafsiran dari pembaca, bukanungkapan dari Ibnu Abbas itu sendiri. Dan atas hadits itulah oleh kemudian Imam Syafi'i memunculkanteori
ikhtilaf al-
Matali’ 
, yakni bahwa rukyat di suatu kawasan, tidak dapat diberlakukan untuk seluruhdunia.
2
 Demikian pula muncul ragam pendapat dalam menafsirkan statement Ibnu Abbas RA : "
Hakadza AmaranaRasulullah
" (Begitulah Rasulullah menyuruh kami), yakni apakah hadits diatas b
isa dimarfu’ kan kepada
Rasul ataukah statusnya mauquf pada Ibnu Abbas RA dan merupakan ijtihad beliau semata. Penggolonganini sangat penting sebab hadits mauquf (atsar sahabat) secara klasifikasi adalah termasuk golongan haditsdhoif dimana kita dilarang berhujah dengan hadits dhoif dalam masalah hukum syara khususnya lagidalam masalah ibadah. Karenanya, maka kita menjadi wajib mengerti pula ciri ciri perbedaan antara
hadits marfu’
dengan hadits mauquf . Hal ini insyaAllah akan kami terangkan pada dua bab berikutnya.
Posisi Hadits Kuraib di antara Hadits-Hadits Shiyam lainnya
Setelah kita membaca hadits Kuraib, maka berikut kami sampaikan hadits-hadits shiyam lainnya agarselintas pembaca bisa membandingkan hadits Kuraib dengan hadits hadits berikut yang semua diambildari kitab Bulughul Marom Min Adilatil Hukmi karya Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqolani
3
:
 
Mendudukkan Hadits Kuraib dalam Prespektif Penentuan Awal/ Akhir Romadhon dan Problem Kesatuan Umat Islam 
-
-
Hadits ke-511 :Dari Abu Umairah Ibnu Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu dari paman-pamannya di kalanganshahabat bahwa :
suatu kafilah telah datang, lalu mereka bersaksi bahwa kemarin mereka telahmelihat hilal (bulan sabit tanggal satu), maka Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkanmereka agar berbuka dan esoknya menuju tempat sholat mereka.
Riwayat Ahmad dan Abu Dawud.Lafadznya menurut Abu Dawud dan sanadnya shahih.Hadits ke-673 :
Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallambersabda: "Apabila engkau sekalian melihatnya (bulan) berpuasalah, dan apabila engkau sekalianmelihatnya (bulan) berbukalah, dan jika awan menutupi kalian maka perkirakanlah
." MuttafaqAlaihi. Menurut riwayat Muslim: "
 Jika awan menutupi kalian maka perkirakanlah tiga puluh hari.
"Menurut riwayat Bukhari: "
Maka sempurnakanlah hitungannya menjadi tigapuluh hari
."Hadits ke-674 :Menurut riwayatnya (Muslim) dari hadits Abu Hurairah: "Maka sempurnakanlah hitungan bulanSya'ban 30 hari."Hadits ke-675 :Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata:
Orang-orang melihat bulan sabit, lalu aku beritahukankepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bahwa aku benar-benar telah melihatnya. Lalu beliauberpuasa dan menyuruh orang-orang agar berpuasa
. Riwayat Abu Dawud. Hadits shahih menurut Hakim dan Ibnu Hibban.Hadits ke-676 :Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa ada seorang Arab Badui menghadap Nabi Shallallaahu'alaihi wa Sallam, lalu berkata:
Sungguh aku telah melihat bulan sabit (tanggal satu). NabiShallallaahu 'alaihi wa Sallam bertanya: "Apakah engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah?" Ia berkata: Ya. Beliau bertanya: "Apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah." Iamenjawab: Ya. Beliau bersabda: "Umumkanlah pada orang-orang wahai Bilal, agar besok merekaberpuasa.
" Riwayat Imam Lima. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, sesangNasa'i menilainya mursal.Secara selintas disini kita meilhat bahwa Rasulullah SAW langsung meminta kaum muslimin di Madinahagar berpuasa sejenak setelah beliau kesaksian telah dilihatnya hilal oleh penduduk luar Madinah.Riwayat ini selintas bisa kita lihat bertentangan dengan hadits Kuraib dimana ibnu Abbas tidak langsungmengakhirkan puasa setelah mendapat berita dari luar Madinah yang dibawakan oleh Kuraib.
Pentingnya pembedaan antara Hadits Marfu dan Hadits Mauquf 
Definisi Isitlah
 
4
:-
 
Hadits M 
arfu’ 
: hadits yang khusus disandarkan kepada Nabi SAW berupa perkataan, perbuatan
atau taqrir beliau; baik yang menyandarkannya sahabat, tabi’in atau yang lain; baik sanad hadits
itu bersambung atau terputus.
o
 
Marfu’ qouli seperti ”Kami mendengar Rasulullah SAW berkata ...”
o
 
Marfu’ fi’ly seperti ”Kami melihat Rasulullah SAW begini begitu”
 
o
 
Marfu’ taqriri seperti ”Rasulullah melihat kami begini begitu dan beliau mendiamkan” dll
 -
 
Hadits Mauquf 
: berita yang hanya disandarkan sampai kepada sahabat saja
 
, baik yangdisandarkan itu perkataan atau perbuatan dan baik sanadnya bersambung maupun terputusSecara status, hadits marfu dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu :1.
 
Marfu’ Hakiki
: secara jelas (shahih) sampai pada Rasulullah SAW2.
 
Marfu’ Hukman
: tidak jelas sampai pada Rasulullah SAW.

Share & Embed

More from this user

Recent Readcasters

Add a Comment

Characters: ...