Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
cerita mistik

cerita mistik

Ratings: (0)|Views: 7 |Likes:
sange
sange

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: 'govamaniacs' Insave IV on Aug 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/13/2014

pdf

text

original

 
1
PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADATENAGA KERJA BAGIAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT PKS RAMBUTANPTPN-3 TEBING TINGGITAHUN 2013Khoirotun Najihah
1
, Lina Tarigan
2
, Halinda Sari Lubis
3
1
Program Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara DepartemenKeselamatan Dan Kesehatan Kerja
2,3
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan MasyarakatUniversitas Sumatera Utara, Medan, 20155, IndonesiaE-mail: khoirotun.siregar@yahoo.co.id 
Abstract
Theimplementation of theOccupational Safety and HealthProgramat theprocessing of Oil PalmKernelproduceCPOandkernelPTPN-3 Tebing Tinggi on 2013
. Research hasdone on PKS Rambutan PTPN-3 Tebing Tinggi. This research aims to determine how the theimplementation of theOccupational Safety and HealthProgramat theprocessing ofOilPalmKernelproduceCPOandkernelincludes admissions, boiling(sterelizer), Separation(thressing), stamping(pressing), refiningandprocessing ofoilseeds(palm kernel) in PTPN-3 PKS Rambutan Tebing Tinggi North Sumatra. Research of types used in this research wasdescriptive research with cross-sectional approach.The population in this research is thework force who worked ontheprocessing ofOil PalmKernelproduceCPOandkernel. The population in this study as many as 30 people. The results were analyzed descriptively. Theresults showed that theimplementation of theOccupational Safety and HealthProgramat theprocessing ofOil PalmKernelproduceCPOandkernelis performed by workers in the processing is still not up and must be improved for its implementation. OHS program that have been implemented include StandardOperating Procedure(SOP), Job Safety Analysis(JSA), Personal Protective Equipment(PPE), trainingOHS. On the other handthere aremanyworkerswho haveimplemented programs thathave beenset by the company. This isdue tolackof knowledgeandawareness oflaborin implementingOHS.Keywords: Implementation Programof Occupational Health and Safety (OHS),workers, processing ofOil PalmKernel.
Pendahuluan
Di era globalisasi ini dunia industri berkembang dan tumbuh secara cepat, dantidak dapat dipungkiri lagi bahwa arusglobalisasi tersebut membawa pengaruhyang besar bagi dunia industri, khususnyadi Indonesia, perkembangan dunia industri juga diiringi dengan perkembanganteknologi,pemanfaatan teknologidisampingmemberikan kemudahan dalam proses produksi juga menandung berbagairesiko dan potensi bahaya lainnya.Persaingan industrimenuntut perusahaanuntuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang mereka miliki, dalammenghasilkan produk berkualitas tinggi,kualitas produk yang dihasilkan tidak terlepas dari peranan sumber daya manusiayang dimiliki perusahaan, sumber dayamanusia sebagai tenaga kerja tidak terlpasdari masalah-masalah yang berkaitandengan Keselamatan dan Kesehatannyasewaktu bekerja.Menurut
 International Labour Organization
(ILO), setiap tahunnyaterjadi 1,1 juta kematian yang disebabkan
 
2
oleh karena penyakit atau kecelakaanakibat hubungan pekerjaan. Sekitar 300.000 kematian terjadi dari 250 jutakecelakaan dan sisanya adalah kematiankarena penyakit akibat hubungan pekerjaan, dimana diperkirakan terjadi 160 juta penyakit akibat hubungan pekerjaan baru setiap tahunnya.Pelaksanaan program Keselamatan danKesehatan Kerja merupakan suatu sistemyang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaya pencegahan(
 preventif 
) timbulnya kecelakaan dan penyakit kerja akibat hubungan kerjadalam lingkungan kerja dengan caramengenali hal-hal yang berpotensimenimbulkan kecelakaan dan penyakitkerja akibat hubungan kerja dan tindakanantisipatif bila terjadi hal demikian.Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutanmerupakan salah satu dari 11 PKS yangdimiliki PT. Perkebunan Nusantara 3. PKSRambutan dibangun pada tahun 1983dengan kapasitas olah 30 ton/ jam, dimanasumber bahan baku Tandan Buah Segar (TBS) diolah menjadi CPO dan Kernel.Proses pengolahan kelapa sawit pada PKSRambutan PTPN-3 terdiri dari penerimaanTBS, Perebusan, Pemisahan, Pengepresan,Pemurnian minyak dan proses pengolahaninti sawit, dimana pada setiap prosesnyaterdapat potensi bahaya yang dapatmenyebabkan terjadinya kecelakaan kerjaseperti kecelakaan yang disebabkan oleh bangunan/ konstruksi mesin yang dipakai pada setiap proses produksi tersebut.Pernah terjadi kecelakaan di PKSRambutan PTPN-3, dan dalam upayauntuk mencegah terjadinya kecelakaankerja PKS Ramabautan PTPN-3 telahmembuat program Keselamatan danKesehatan Kerja yangtelah mencakup program manusia, peralatan danlingkungan kerja. Program tersebut adalah
Standard Operating Procedure
(SOP),
 JobSafety Analysis
(JSA), Alat Pelindung Diri,Pelatihan K3.Berdasarkan hasil observasi danwawancara, pelaksanaan program K3 yangtelah dibuat oleh perusahaan pada pelaksanaanya belum terlaksana secaraoptimal, seperti kurangnya pengetahuanakan program yang telah ditetapkan oleh perusahaan, kurangnya kesadaran dalammenggunakan APD, prilaku kerja yang belum berbudaya K3.Berdasarkan latar belakang diatasmakadapat dirumuskan yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan programKeselamatan dan Kesehatan kerja padatenaga kerja bagian pengolahan kelapasawit PKS Rambutan PTPN-3 TebingTinngi.Adapun tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui pelaksanaan programK3 pada tenaga kerja bagian pengolahankelapa sawit PKS Rambutan . Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikaninformasi, masukan kepada pihak  perusahaan tentang pentingnya pelaksanaan program K3, untuk menambah ilmu pengetahuan danwawasan penulis khususnya tentang pentingnya program K3, sebagaibahan perbandingan dan referensi dari pihak lainyang ingin melakukan penelitian yang berhubungan dengan pelaksanaan programK3.
Metode
Penelitian ini bersifat survei deskriptif.Sampelpenelitian ini adalah seluruhtenaga kerja bagian pengolahan kelapasawityang berjumlah 30 orang, yangterbagi kedalam 6 stasiun kerja.10 orangtenaga kerja pada stasiun penerimaan TBS,5 orang tenaga kerja pada stasiun perebusan, 2 orang tenaga kerja padastasiun pemisahan, 3 orang tenaga kerja pada stasiun pengpresan, 5 orang tenagakerja pada pemurnian minyak, 5 orangtenaga kerja pada bagian pengolahan biji.
 
3
Hasil dan Pembahasan
Pelaksanaan program
Standard OperatingProcedure
(SOP).
NoPertanyaanYaTidakJumlahN%N%N%
1Apakah setiap pekerjaan andamemilikitahapan kerja30100--301002Jika ya, apakahandamengetahuimasing-masingtahapan pekerjaan anda30100--301003Apakah andaselalumengikutitahapan pekerjaantersebut2790,0310,0301004Apakah andamerasakanadanyakesulitandidalammelakukan pekerjaan andasesuai dengantahapan pekerjaan yangditetapkan826,72273,3301005Apakah anda pernahmendapatkecelakaankerja akibattidak bekerjasesuai dengantahapan pekerjaan anda--3010030100
Dari tabel diatas terdapat 30 orang (100%)tenaga kerja memiliki tahapan kerja dalamsetiappekerjaannya, 30 orang (100%)tenaga kerja mengetahui masing-masingtahapan pekerjaannnya, data tersebutmenunjukkan bahwa tenaga kerja dari tiap-tiap stasiun seperti stasiun penerimaanTBS, perebusan, pemisahan, pengepresan, pemurnian minyak, dan pengolahan bijimemiliki tahapan pekerjaan danmengetahui masing-masing tahapan pekerjaannya. Terdapat 27 orang (90,0%)tenaga kerja selalu mengikuti tahapan pekerjaannya, 3 orang (10,0%) tenagakerja tidak mengikuti tahapan kerjanya,ketiga orang tersebut bekerja pada bagianstasiun penerimaan TBS. Terdapat 8 orang(26,7%) tenaga kerja merasakan adanyakesulitan didalam melakukan pekerjaansesuai dengan tahapan kerja yangditetapkan, 22 orang (73,3%) tenaga kerjatidak merasakan adanya kesulitan didalammelakukan pekerjaannya. Adapun ke 8orang tenaga kerja tersebut 6 diantaranya bekerja pada stasiun penerimaan TBS dan2 orang tenaga kerja lainnya bekerja padastasiun perebusan. Terdapat 30 orang(100%) tenaga kerja dari tiap-tiap stasiuntidak pernah mendapatkan kecelakaankerja akibat tidak bekerja sesuai dengantahapan pekerjaannya.Pelaksanaan program
 Job Safety Analysis
(JSA) .
NoPertanyaanYaTidakJumlahN%N%N%
1Apakah andamemahamimengenaiidentifikasisumber bahaya pekerjaan anda2686,7413,3301002Apakahditempat kerjaanda pernahdilakukanidentifikasi bahaya30100--301003Apakahidentifikasi bahaya yangdilakukan ditempat kerja, pekerjaanmaupun peralatan kerjayang andagunakandilakukan setiaptahun2686,7413,3301004Apakah anda pernahmendapatkejadian yangmembahayakankarena bekerjatidak sesuaidengan pedomanidentifikasi bahaya ditempatkerja anda413,32686,7301005Apakah andamengetahuiupaya pengendalianresiko dari potensi bahayayang mungkinterjadi ditempatkerja anda2786,7313,3301006Apakah adamanfaat yangdiperoleh padaidentifikasi bahaya30100--30100

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->