Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
242Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TEKNOLOGI BUDIDAYA RUMPUT LAUT

TEKNOLOGI BUDIDAYA RUMPUT LAUT

Ratings:

4.25

(4)
|Views: 12,402 |Likes:
Published by Akmal Alimuddin

More info:

Published by: Akmal Alimuddin on Jun 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2013

pdf

text

original

 
MATERI PELATIHAN
TEKNOLOGI MANAJEMEN BUDIDAYA RUMPUT LAUT
(Kappaphycus alvarezii)
Oleh : A k m a l, S.Pi,Sugeng Raharjo, A.Pi.
 
I l h a m, S.Pi.
Makalah ini disampaikan pada Pelatihan Budidaya Rumput Laut, 27-30 Mei 2008,Di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah
.
 
DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANANDIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYABALAI BUDIDAYA AIR PAYAUTAKALAR 2008
 
 
1
TEKNOLOGI BUDIDAYA RUMPUT LAUT
(Kappaphycus alvarezii)
1)
 
Oleh :A k m a, S.Pi,
2)
Sugeng Raharjo, A.Pi,
3)
dan I l h a m, S.Pi.
4)
Balai Budidaya Air Payau TakalarDesa Bontoloe Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, 92254Sulawesi Selatan
Abstrak
Sulawesi Tengah memiliki sumberdaya perikanan yang cukup potensial untukpengembangan budidaya, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satuupaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan potensi sumberdaya ini adalahmelalui penerapan paket teknologi spesifik yang sesuai menurut tipe agroekologisetiap wilayah pengembangan. Rumput laut
Kappaphycus alvarezii 
merupakan salahsatu dari tiga komoditas utama program revitalisasi perikanan yang diharapkanberperan penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jenis ini banyakdibudidayakan karena permintaan pasar yang tinggi, teknologi produksinya relatif murah, siklus pruduksi yang relatif singkat serta penanganan pasca panen relatif mudah dan sederhana. Teknologi budidaya memiliki peranan yang sangat pentingdalam usaha meningkatkan produksi rumput laut, memenuhi kebutuhan pangan dangizi serta kebutuhan pasar dalam dan luar negeri, memperluas kesempatan kerja,meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pembudidaya serta menjaga kelestariansumberdaya hayati perairan. Kegiatan budidaya ini sangat memungkinkan untukdilaksanakan karena ditunjang oleh perairan pantai Indonesia yang tersebar luas danmempunyai teluk dengan kondisi perairan yang relatif tenang. Keadaan demikiansangat potensial untuk pengembangan budidaya rumput laut. Makalah inimenguraikan secara rinci penanganan budidaya rumput laut
K. alvarezii 
meliputi,aspek pemilihan lokasi, teknologi metode budidaya, pemeliharaan, perawatan,penanggulangan hama dan penyakit, serta panen dan pascapanen.
Kata kunci :
Teknologi, Rumput laut, dan Metode budidaya
1)
 
Makalah disampaikan pada Pelatihan Budidaya Rumput Laut, 27-30 Mei 2008, Di KabupatenDonggala, Sulawesi Tengah.
2)
 
Perekayasa Muda pada Balai Budidaya Air Payau Takalar 
 
3)
 
Kepala Balai Budidaya Air Payau Takalar 4)
 
Pengawas Budidaya pada Balai Budidaya Air Payau Takalar 
 
 
2
I. PENDAHULUANa. Latar Belakang
 Sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki perairan pantai yangsangat baik dan juga memiliki posisi strategis serta berpeluang sebagai pusatperdagangan komoditi perikanan. Melihat peluang tersebut, maka diperlukanusaha-usaha untuk meningkatkan sumberdaya hayati perairan yang masihrendah produktifitasnya.Sulawesi Tengah memiliki sumberdaya perikanan yang cukup potensialuntuk pengembangan budidaya namun belum dimanfaatkan secara optimal.Hal ini terlihat dari sumbangan ekonomi bidang kelautan terhadap ProdukDomestik Regonal Bruto (PDRB) baru mencapai 3,85 persen (2.283.594.000)dari total PDRB Sulawesi Tengah sebesar Rp. 7.342.714.000 (DiskanlutSulteng, 2000
dalam
Muh. Amin,
et.al 
, 2005). Salah satu upaya yang dapatdilakukan untuk meningkatkan potensi sumberdaya ini adalah melaluipenerapan paket teknologi spesifik yang sesuai menurut tipe agroekologisetiap wilayah pengembangan.Rumput laut merupakan salah satu dari tiga komoditas utama programrevitalisasi perikanan yang diharapkan berperan penting dalam peningkatankesejahteraan masyarakat. Pada akhir tahun 2009, rumput laut ditargetkanproduksi meningkat menjadi 1,9 juta ton (
Kappaphycus alvarezii 
. 1,5 juta ton)dengan sasaran pengembangan areal budidaya seluas 1.500.000 ha
K.alvarezii 
. serta penyerapan tenaga kerja sekitar 255.000 orang (Anonim,2005). Jenis ini banyak dibudidayakan karena permintaan pasar yang tinggi,teknologi produksinya relatif murah, siklus pruduksi yang relatif singkat sertapenanganan pasca panen relatif mudah dan sederhana. Kegiatan budidayarumput laut tidak banyak menuntut tingkat keterampilan tinggi dan modalyang besar, sehingga dapat dilakukan oleh semua anggota keluarga nelayantermasuk ibu rumah tangga dan anak-anak.Dalam memproduksi rumput laut ini sering muncul kegagalan-kegagalanyang dialami oleh pembudidaya rrumput laut. Kegagalan yang dialami terdiridari kegagalan panen maupun penjualan. Untuk menanggulangi permasalahan(kegagalan) panen tersebut, perlu memperhatikan faktor-faktor berikut :lokasi budidaya, teknik budidaya, manajemen budidaya, bibit, musim.

Activity (242)

You've already reviewed this. Edit your review.
Vian Octovianus liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Farhah Hurriyah liked this
Aga Ciko SapuTra liked this
Abde Firmansyah liked this
Pangky's Hokage added this note
sangat lengkap pak. amal
Z Suparkan liked this
Midas Edrin liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->