Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Harta Karun

Harta Karun

Ratings: (0)|Views: 134 |Likes:

More info:

Published by: Gallus Domesticus Bascara on Aug 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2013

pdf

text

original

 
11 AGUSTUS 2009
Perburuan harta karun masih terus dilakukan. Praktiknya dilakukan secararahasia dan tertutup. Ada pula yang dilakukan terbuka, dan diumumkan kehadapan khalayak. Harta karunyang kerap jadi ajang perburuan itu aneka rupa. Kebanyakan peninggalan Bung Karno, lalu harta danpusaka peninggalan kerajaan-kerajaan masa silam, serta harta peninggalan Belanda. Hanya saja, takmudah mendapatkannya. Selalu saja memakan korban sebagai tumbalnya. Seseorang bisa kehilanganharta, jabatan, kedudukan, bahkan nyawa. Adakah sesungguhnya harta karun itu? Mengapa banyak yangmengincarnya? Dan mengapa selalu minta tumbal?
 Nusantara memang kaya. Seluruh bangsa Indonesia tahu soal itu. Tengok saja, dari Sabang sampai Merauke,terhampar kekayaan alam yang begitu melimpah. Baik yang nampak di permukaan, maupun yang tersembunyi didalam bumi dan lautan. Selain itu, muncul dan tenggelamnya kerajaan-kerajaan di masa lalu, semakinmenambah daftar kekayaan negeri ini. Wujudnya pun beraneka rupa. Ada yang berbentuk logam mulia, matauang kuno, barang-barang antik, sampai pusaka-pusaka bertuah yang tak ternilai harganya.Kekayaan-kekayaan itulah yang kerap disebut harta karun. Sebab keberadaannya tersebunyi dan kebanyakantertimbun di dalam tanah. Ketika penjajah masuk, sebagian kekayaan itu telah diover alih dan dikirim kenegaranya. Sebagian lain, masih ada di tanah air. Catatan-catatan soal keberadaan harta itu tak banyak.Diantaranya dipegang para ahli waris secara turun temurun, dan tersebar diberbagai tempat. Tidak sedikit puladiantara catatan-catatan itu yang jatuh ketangan pihak ketiga. Mereka inilah yang kerap disebut pemburu hartakarun.
Harta Soekarno
 Bicara soal harta karun, perhatian masyarakat cenderung beralih kepada Ir Soekarno, presiden RI pertama. Disebut-sebut, proklamator kemerdekaan RI itu meninggalkan harta yang lumayan banyak, disimpan diberbagaitempat. Beberapa bagian diantaranya disimpan di bank-bank luar negeri. Harta yang banyak itu bukan diperolehSoekarno dari korupsi, melainkan titipan raja-raja dan pembesar masa lampau. Harta itu bisa diambil bilaIndonesia sudah merdeka dan menjadi negara kesatuan. Mereka sengaja menyumbangkan harta itu untukkesejahteraan rakyat.Harta-harta itu, kerap disebut Dana Revolusi, harta dinasi, harta amanah, dan lain-lan sebutan. Namunmaksudnya tiada lain adalah harta karun Soekarno. Harta yang disimpan di bank asing di Swiss, misalnya,dikabarkan berbentuk dolar dan obligasi. Sedangkan yang disimpan di dalam negeri berupa emas batangan 24karat dan platina berton-ton jumlahnya. Hanya saja, soal dimana harta itu berada, hingga kini masih menjadi
 
misteri.Sebuah versi menyebut, dana itu berwujud lempengan emas murni dan platina berbobot 4 ton. Sedangkan uangdalam bentuk dolar senilai US$ 500 miliar, plus obligasi yang jumlahnya tak kalah besar. Yang terakhir itu ditaruhdi bank asing. Bila ditotal berikut bunganya, jumlahnya tentu berkali-kali lipat. Dan jika bisa dicairkan, dana itudapat dignakan untuk membayar utang negara dan mengentaskan krisis multidimensi. Hanya saja, siapa yangberhak mencairkannya? Inilah yang menimbulkan pro-kontra. Bahkan akibat itu, muncul banyak orang yangmengaku-aku sebagai pemegang amanah dari Bung Karno, yang berhak mencairkan harta itu.Sebuah catatan dengan gamblang menyebut jumlah rill Dana Dinasti. Wujudnya berupa lempengan emas danplatina sebanyak 4 ton. Lalu uang sebanyak US 500 miliar dolar. Muasal dana itu dari hasil permufakatan pararaja di seluruh Nusantara pada tahun 1972 di Denpasar, Bali. Bertindak sebagai ketua wktu itu adalah Pakoe
Buwono X dan sekretaris Sultan Hamid dari Sumbawa. “Mereka menyerahkan sebagian hartanya kepada Bung
Karno yang disahkan Notaris Mr Frans dengan akuntan publik Mr Willem dari Belanda. Harta itu kemudian
disimpan di sebuah bank di Swiss,” kata sumber ini.
 Konon, harta itu bukan hanya ditumpuk di Swiss. Beberapa tempat di Jawa Barat pun menjadi tempatpersembunyiannya. Antara lain di gua Gunung Guntur, Gunung Papandayan, Gunung Malabar dan GunungGalunggung. Harta karun titipan raja-raja itu baru boleh dibuka etelah tahun 1996. Atau saat keadaan di tanah air sudah memungkinkan. Hanya saja, karena Bung Karno sudah meninggal, maka yagn berhak menandatanganidan mengurus harta itu adalah anak-anaknya.
Perburuan harta
 Masih menurut catatan-catatan yang tersebar disejumlah sumber, dana maha besar itu dihimpun sejak 1964melalui Instruksi Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi No 018. Tahun 1966, pemerintah sadar akan manfaat dana itu untuk membiayai pembangunan. Maka keluarlah surat tugas kepada Letjen Purn KRMHSoerjo Wirjohadipoetro (81), untuk emmburu harta itu. Di bawah Letjen Soerya dibentuklah tim Pakuneg(penelitian Keuangan Negara).Hanya saja, meski tim sudah melacak ke berbagai bank di luar negeri, hasilnya nihil. Namun tahun 1987, secaradiam-diam pemerintah menugasi Menteri Muda Sekretaris Kabinet Moerdiono, juga untuk menyelidikikemungkinan ada tidaknya dana itu. Sebuah tim bersandi Operasi Teladan dibentuk. Ketuanya MarsekalPertama Kahardiman. Tim beroperasi hingga Oktober 1987. Ternyata ditemukan adanya perkembangan. Saatitu, tim menemukan dana 500.000 dolar AS dan uang itu sudah diamankan negara. Hasil ini memang tidaksesuai dengan kabar yang berkembang.Paranormal yang juga anggota DPR RI Permadi, pernah mendapat izin langsung dari Presiden AbdurrahmanWahid. Permadi lantas mengajak dua pengusaha, Harry Tanujaya dan Sudibyo Tanujaya untuk bekerjasama.Mereka bahkan mengontak tim Spicer dari Sandline Internasional, sebuah perusahaan keamanan yang berbasisdi London. Sayang tim ini tak meneruskan penyelidikan karena kekurangan bukti.Selain Permadi, seorang wanita bernama Lilik Sudarti, juga pernah mendapat izin dari presiden AbdurrahmanWahid untuk memburu harta karun. Izin itu dikeluarkan sebagai penegasan atas izin yang pernah dikeluarkan
 
Soeharto untuk tugas perkara sama. Wanita asal Lenteng Agung, Jakarta ini menyebut Dana Nusantara.Jumlahnya US 250 dolar. Bila dikurskan sedolar dengan Rp 8.850, maka nilainya Rp 2.212,5 triliun. Itu artinyadua kali lebih bear dari utang RI yang jumlahnya mencapai Rp 1.100 triliun. Lilik mengaku didukung dokumansahih yang dinyatakan asli oleh bank di Den Haag dan Swiss.
Tumbal perburuan harta
 Perburuan yang dilakukan tokoh-tokoh itu termasuk terbuka, karena pelaksanaannya diketahui publik. Lantas,bagaimana dengan perburuan yang dilakukan sembunyi-sembunyi? Ternyata jauh lebih banyak. Pada kantung-kantung masyarakat tertentu, perburuan itu masih aktif dilakukan. Mereka bekerja diam-diam, dan melibatkan jaringan. Orientasi perburuan pun bukan hanya pada harta karun peninggalan Bung Karno, tapi juga peninggalankerajaan-kerajaan yang pernah ada di nusantara. Sebut saja kerajaan Majapahit, Pajajaran, Mataram, Sriwijaya,Kutai dan banyak lagi.Di Palembang, misalnya, ada kelompok tertentu yang aktif memburu harta sisa-sisa peninggalan KerajaanSriwijaya. Orientasi perburuan mereka adalah gua-gua yang ada di kawasan itu. Harta yang dicari berbentukbarang-barang antik dan emas permata. Mereka meyakini harta-harta masa lalu itu disimpan di dalam gua-gua.Sebuah tim ekspedisi di pertengahan tahun 1990-an, pernah mengendus keberadaan harta karun di dalamsebuah gua.Hal ini diungkap Moh. Hasbi (40), warga Palembang yang kini berdomisili di Jl Siliwangi, Bandung. Kebetulanayahnya adalah salah seorang anggota tim tersebut. Ketika itu, tim yang berjumlah lima orang sudahmenemukan sebuah gua di tengah belantara. Di salah satu ruang dalam gua itu, ditemukan sebuah ranjangtertutup kain sutera. Di atasnya terdapat setumpuk perhiasan aneka rupa. Ada emas, perak, mutiara, intanberlian, serta seperangkat benda-benda pusaka.Tim yang dipandu ahli gua dan seorang paranormal ini bergerak atas dukungan dana pihak ketiga. Sayangnya,harta-harta itu tak secuilpun boleh dibawa pulang. Larangan itu didasarkan pada sebuah suara gaib ketikamereka berada di mulut gua. Suara itu bersedia memandu mereka menuju tumpukan harta, dengan syarat takboleh mengusiknya, apalagi membawa pulang. Termasuk juga tak memberitahukan keberadaannya kepadasiapapun.Setelah diperlihatkan keberadaan tumpukan harta itu, mereka berlima bergegas meninggalkan gua. Namunentah apa yang terjadi, sampai di luar gua, jumlah mereka tinggal empat orang. Akhirnya setelah seorang
pemandu berdialog dengan penghuni gaib gua itu, diperoleh sebuah keterangan. “Salah seorang anggota tim
ternyata diam-diam telah lancang mengambil salah satu benda berharga di tempat itu. Dan orang itu langsung
hilang dari pandangan,” tutur Hasbi kepada penulis.
 
Tumbal Nyawa
 Mengendus dan melacak harta karun ternyata bukan perkara mudah. Apalagi sampai menemukannya. Sudahbukan rahasia bila kegiatan memburu harta karun berisiko besar. Selain dapat menguras harta benda miliksendiri, nyawa pemburu harta karun kerap jadi taruhan. Seperti peristiwa tanggal 9 Juli 2004, di KabupatenBogor. Demi mencari tumpukan emas peninggalan kerajaan Pajajaran, empat warga Kiarasari, Kecamatan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->