dapat mendatangkan harta yang menjadi sarana tercapainya kesenangan duniawi,pasti tidak akan ada yang memperebutkan kekuasaan!Dinasti terakhir yang berkuasa di Cina adalah Dinasti Kerajaan Chou (951 - 960).Kaisar Chou Ong adalah seorang kaisar yang tua dan lemah lahir batinnya. Dia yangmenjadi kaisar, namun kekuasaan yang berlaku adalah kekuasaan para pembesar.Mereka itu ber-lumba untuk mengumpulkan harta dunia banyaknya, dan untuk itu,mereka menghalalkan segala cara. Korupsi, sogok menyogok, penindasan,pemerasan terjadi di mana-mana. Hukum yang berlaku seolah hukum rimba, siapakuat dia berkuasa dan menang. Terjadilah kekacauan di mana-mana dan parapenjahat bermunculan merajalela. Dalam keadaan seperti ini, kembali rakyat kecilyang menderita. Gerombolan-gerombolan perampok beraksi, terutama di daerah dankota atau dusun yang jauh dari kota raja.Pada suatu hari di musim semi tahun 958, dusun Ki-bun sebelah selatan Hang-choumendapat giliran tertimpa mala¬petaka. Pada pagi hari itu, segerombolan perampokyang terdiri dari sekitar lima puluh orang, menyerbu dusun itu. Mereka adalah laki-laki yang berusia antara tiga puluh sampai empat puluh tahun, rata-rata bertubuhkekar dan bersikap kasar dan bengis. Gerombolan perampok ini sudah mengganas dimana-mana, bahkan sekarang berani mengganggu dusun Ki-bun yang tidak berada jauh dari kota Hang-chou. Pemimpin mereka terdiri dari tiga orang. Mereka sudahterkenal di dunia hitam dengan julukan Tiat-pi Sam wan (Tiga Lutung Bertangan Besi)yang merupakan kakak beradik seperguruan. Yang pertama adalah Yong Ti, berusiatiga puluh tahun, bertubuh tinggi besar bermuka hitam dan dia terkenal lihai sekalidengan senjatanya berupa sebatang tombak baja. Orang ke dua bernama Oh Kun,usianya tiga puluh tujuh tahun, bertubuh tegap tinggi dengan muka penuh brewokdan dia juga lihai dan terkenal dengan senjatanya siang-to (sepasang golok). Adapunsaudara seperguruan ter¬muda bernama Joa Gu, berusia tiga pu¬luh lima tahun,bertubuh gendut agak pendek dengan wajah bundar kekanakan. Joa Gu ini pun lihaidengan senjatanya berupa sepasang kapak.Setengah tahun yang lalu, sekelompok kecil dari gerombolan ini yang hanya terdiridari sembilan orang secara liar tanpa pemimpin pernah mengganggu Ki-bun. Akantetapi mereka dibuat kocar-kacir karena ada Si Tiong An yang tinggal di dusun itu. Si Tiong An adalah seorang bekas guru silat yang mengungsi ke dusun itu dari kota raja.Sebagal seorang murid Siauw-lim-pai, Si Tiong An cukup lihai dan dialah yangmenghajar sembilan orang anak buah gerombolan itu sehingga mereka luka-luka danmelarikan diri.
Leave a Comment