Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Fungsi BK

Fungsi BK

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 1,724 |Likes:
Published by maz bnu

More info:

Published by: maz bnu on Jun 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

 
Fungsi Bimbingan dan Konseling adalah :
1.
Fungsi Pemahaman
, yaitu fungsi bimbingan dan konselingmembantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) danlingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkanpemahaman ini, konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinyasecara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamisdan konstruktif.
2.
Fungsi Preventi
, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuksenantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupayauntuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli. Melalui fungsi ini,konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkandiri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Adapun teknikyang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi, informasi, dan bimbingankelompok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konselidalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan,diantaranya : bahayanya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan,
drop out 
, dan pergaulan bebas (
free sex 
).
3.
Fungsi Pengembangan
, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnyalebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untukmenciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasiperkembangan konseli. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secarasinergi sebagai
teamwork 
berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan danmelaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungandalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya.Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi,tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat
(brain storming 
),
home room
, dankaryawisata.
4.
Fungsi Penyembuhan,
yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifatkuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepadakonseli yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial,belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan
remedial teaching 
.
5.
Fungsi Penyaluran
, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantukonseli memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, danmemantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat,keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini,
 
konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.
6.
Fungsi Adaptasi 
, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepalaSekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan programpendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dankebutuhan konseli. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenaikonseli, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukankonseli secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materiSekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupunmenyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli.
7.
Fungsi Penyesuaian
, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantukonseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secaradinamis dan konstruktif.
8.
Fungsi Perbaikan,
yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantukonseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan danbertindak (berkehendak). Konselor melakukan intervensi (memberikanperlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat, rasionaldan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepadatindakan atau kehendak yang produktif dan normatif.
9.
Fungsi Fasilitasi,
memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapaipertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras dan seimbangseluruh aspek dalam diri konseli.
10.
Fungsi Pemeliharaan,
yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantukonseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yangtelah tercipta dalam dirinya. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar darikondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri.Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik,rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseliTerdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagipelayanan bimbingan. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentangkemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan,baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. Prinsip-prinsip itu adalah:
1.
Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua konseli 
. Prinsip iniberarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua konseli atau konseli, baik yangtidak bermasalah maupun yang bermasalah; baik pria maupun wanita; baikanak-anak, remaja, maupun dewasa. Dalam hal ini pendekatan yang digunakandalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari padapenyembuhan (kuratif); dan lebih diutamakan teknik kelompok dari padaperseorangan (individual).
2.
Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi 
. Setiap konseli bersifatunik (berbeda satu sama lainnya), dan melalui bimbingan konseli dibantu untukmemaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. Prinsip ini juga berartibahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah konseli, meskipun pelayananbimbingannya menggunakan teknik kelompok.
3.
Bimbingan menekankan hal yang positif 
. Dalam kenyataan masih ada konseliyang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan, karena bimbingandipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. Sangat berbeda denganpandangan tersebut, bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang
 
menekankan kekuatan dan kesuksesan, karena bimbingan merupakan carauntuk membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri, memberikandorongan, dan peluang untuk berkembang.
4.
Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama.
Bimbingan bukanhanya tugas atau tanggung jawab konselor, tetapi juga tugas guru-guru dankepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing.Mereka bekerja sebagai
teamwork.
5.
Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingandan konseling.
Bimbingan diarahkan untuk membantu konseli agar dapatmelakukan pilihan dan mengambil keputusan. Bimbingan mempunyai perananuntuk memberikan informasi dan nasihat kepada konseli, yang itu semua sangatpenting baginya dalam mengambil keputusan. Kehidupan konseli diarahkan olehtujuannya, dan bimbingan memfasilitasi konseli untuk memper-timbangkan,menyesuaikan diri, dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusanyang tepat. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuanbawaan, tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. Tujuan utama bimbinganadalah mengembangkan kemampuan konseli untuk memecahkan masalahnyadan mengambil keputusan.
6.
Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan)Kehidupan.
Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung diSekolah/Madrasah, tetapi juga di lingkungan keluarga, perusahaan/industri,lembaga-lembaga pemerintah/swasta, dan masyarakat pada umumnya. Bidangpelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek, yaitu meliputi aspek pribadi,sosial, pendidikan, dan pekerjaan.Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukanoleh diwujudkannya asas-asas berikut.
1.
Asas Kerahasiaan,
yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntutdirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang konseli (konseli) yangmenjadi sasaran pelayanan, yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dantidak layak diketahui oleh orang lain. Dalam hal ini guru pembimbingberkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itusehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin.
2.
Asas kesukarelaan,
yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendakiadanya kesukaan dan kerelaan konseli (konseli) mengikuti/menjalanipelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. Dalam hal ini guru pembimbingberkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut.
3.
Asas keterbukaan,
yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dantidak berpura-pura, baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendirimaupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang bergunabagi pengembangan dirinya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajibanmengembangkan keterbukaan konseli (konseli). Keterbukaan ini amat terkaitpada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada dirikonseli yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. Agar konseli dapat terbuka,guru pembimbing terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura.
4.
Asas kegiatan,
yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif didalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. Dalam hal ini guru

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nur Kholiq liked this
shatilla liked this
Vebyo Arson liked this
miftahulfuad liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->