Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Untitled

Untitled

Ratings: (0)|Views: 142 |Likes:
Published by Alim Sumarno

More info:

Published by: Alim Sumarno on Aug 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2013

pdf

text

original

 
1
 
PEWARNAAN GRAF: POLINOMIAL KROMATIKDAN TEOREMA INVERSI MOBIUS
Nurul Miftahul Jannah, Dr. Agung Lukito, M.S.
Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri SurabayaJalan Ketintang Gedung C1, Surabaya 60231email :mifta_nmj@yahoo.co.id
 
ABSTRAK
Misalkan
G
graf sederhana, dan
P
(
G;
)menyatakan banyaknya cara mewarnai titik-titik di
G
dengan
warna sedemikian hingga tidak ada duatitik yang berhubungan langsung mendapat warnasama.
P
(
G;k 
) disebut polinomial kromatik dari
G
.Untuk graf kincir
ሺ௠ሻ
dan graf terpisah,polinomial kromatiknya bisa ditentukan denganmemeriksa struktur grafnya. Hubungan antara poset
 
dan graf dapat membantu menentukan polinomialkromatik sebuah graf dengan memanfaatkan partisihimpunan titik, latis ikatan dan teorema khususdisebut Teorema Inversi
 Mobius
.
Kata kunci:
Polinomial kromatik, poset, latisikatan, Inversi Mobius.
1.
 
PENDAHULUAN
Teori pewarnaan graf merupakan salah satuobjek menarik dan terkenal dalam bidang teori graf.Pewarnaan graf dibagi dalam dua bagian, yaitupewarnaan titik dan pewarnaan sisi. Namun, jikatidak diberikan kualifikasinya, pewarnaan graf diartikan sebagai pewarnaan titik.Masalah umum dalam teori graf ini adalahmewarnai titik dari graf sehingga setiap dua titik yang berhubungan langsung mendapat warna yangberbeda. Kemungkinan jumlah pewarnaan berbedapada graf dapat dihitung dengan banyaknya warnayang diberikan. Setiap nilai-nilai ini dapat dihitungdengan menggunakan fungsi khusus yang terkaitdengan masing-masing graf, yang disebutpolinomial kromatik.Untuk graf sederhana, polinomial kromatik 
 
bisa ditentukan dengan memeriksa struktur grafnya.Untuk graf lainnya, sangat sulit untuk menghitungfungsi dengan cara ini. Oleh karena itu, graf yangakan dibahas adalah graf sederhana.
2.
 
PEMBAHASAN2.1
 
Graf 
Sebuah graf 
G
berisikan dua himpunan yaituhimpunan berhingga tak kosong
(
G
) dari elemen-elemen yang disebut titik, dan himpunan berhingga(mungkin kosong)
 E 
(
G
) yang elemen-elemennyadisebut sisi sedemikian hingga setiap elemen
e
 dalam
 E 
(
G
) merupakan pasangan tak berurutan darititik-titik di
(
G
). Himpunan
(
G
) disebuthimpunan titik 
G
, dan himpunan
 E 
(
G
) disebuthimpunan sisi
G
. [2]Graf kincir
ሺ௠ሻ
adalah graf yang terdiri dari
m
 
copy
graf komplit
dengan tepat sebuah titik yang sama. [4]
ሺଶሻ
 
ሺସሻ
 
ሺହሻ
 
Gambar 1. Graf kincir (
windmill graph
)
Misalkan
G
= (
(
G
),
 E 
(
G
)) sebuah graf.Sebuah himpunan
 
(
G
) dikatakan komplit jikasubgraf terinduksi
G
(
) komplit, dan sebuahhimpunan
 I 
(
G
) dikatakan tak bergantung(
independent 
) jika subgraf terinduksi
G
(
 I 
) adalahgraf nol. Graf 
G
dikatakan terpisah (
split 
) jikahimpunan titiknya dapat dipartisi ke dalam duahimpunan komplit
dan himpunan tak bergantung(
independent 
)
. Graf terpisah dinotasikan dengan
G
=
(
 
 
 I 
,
 E 
(
G
)). [5]Diberikan sebuah graf 
G
berikut
Gambar 2. Graf 
G
 Graf 
G
di atas merupakan graf terpisah,karena himpunan titik 
(
G
) dapat dipartisi ke dalamdua himpunan komplit
dan himpunan tak bergantung
, dengan
ൌ ሼ
,
,
dan
,
. Sehingga diperoleh graf terpisah
G
berikut
Gambar 3. Graf terpisah
G
=
(
 
 
 I 
,
 E 
(
G
))
2.2
 
Pewarnaan Graf 
Misalkan
G
graf dengan
n
titik dan [
]adalah himpunan
warna. Sebuah pewarnaan-
 (
 proper k-colorings
) dari
G
adalah
:
 sedemikian hingga untuk setiap dua titik 
u
dan
v
yang berhubungan langsung,
 f 
(
u
)
 
 f 
(
v
). [6]
 
2
 
Misalkan
G
sebuah graf sederhana.
P
(
G
;
)adalah banyaknya cara mewarnai titik-titik di
G
 dengan
warna sedemikian hingga tidak ada duatitik yang berhubungan langsung mendapat warnasama. Fungsi
P
(
G
;
) disebut polinomial kromatik dari
G
. [9]Misalkan
G
graf yang diberikan pada gambarberikut.
Gambar 3. Graf 
G
dan representasi perhitungan polinomialkromatiknya
Untuk graf di atas, dimulai dengan memilihtitik secara acak dan titik tersebut dapat diwarnaidengan
cara, misalkan titik tersebut adalah
.Jika dilanjutkan bergerak dari
ke titik yang lain
, maka titik 
ini hanya bisa diwarnai dengan
1
cara karena titik 
berhubungan langsungdengan titik 
. Titik ketiga
hanya bisa diwarnaidengan
2
cara di mana titik 
ini adalah titik yang berhubungan langsung dengan titik 
dan
.Titik 
dapat diwarnai dengan
2
cara karenatitik 
berhubungan langsung dengan titik 
dan
. Akibatnya, graf 
G
dapat diwarnai dengan
12ሻ
cara dengan
warna.Sehingga
;12
 
5
+8
4
 
Teorema 1 (
 Deleting – Contraction Recurrence
)
Misalkan
G
graf sederhana dan
e
∈
 E 
(
G
)
.
Jika
G – e
diperoleh dari
G
dengan menghapus sisi
e
dan
G
e
diperoleh dari
G
dengan mengkontraksi sisi
e
(
G
e
 adalah graf yang diperoleh dari
G
denganmenghapus sisi
e
dari
G
dan menyatukan keduatitik akhir sisi
e
), maka
 P
(
G;k 
)
= P
(
G – e;k 
)
– P
(
G
e;k 
)Bukti: [Lihat Wilson dan Watkins, 1981: 239]
Teorema 2
Jika
G
adalah graf kincir
ሺ௠ሻ
, maka
;+ 1
௜ୀଶ
.
 
Bukti:Misalkan
adalah graf komplit ke
i
 dan
ሺሺ
adalah himpunan titik graf 
,dengan
i
= 1, 2, …,
m
.
Gambar 4. Ilustrasi graf kincir
ሺ௠ሻ
 
Misalkan
ሺሺ
,
,,
}
,
((
)
)={
,
,,
}
 
 
((
)
) = {
,
,,
}
 Berdasarkan definisi graf kincir
(௠)
 terdapat tepat sebuah titik yang sama, misalkan
=
= =
. Maka titik 
=
= =
 dapat diwarnai dengan
cara. Kemudian titik 
di
(
)
dapat diwarnai dengan
1
cara karenatitik 
berhubungan langsung dengan titik 
.Untuk mewarnai titik 
di
(
)
, titik 
dapatdiwarnai dengan
+1
cara karena titik 
 berhubungan langsung dengan semua titik di
(
)
.Kemudian untuk mewarnai titik-titik di
(
)
,(
)
,…,(
)
, analog dengan pewarnaandi
(
)
.
 
Sehingga diperoleh
 
()
;=ሾ(1)(+1)ሿ(1)(+1)
 
()
;= ෑ( +1)
௜ୀଶ
 
Teorema 3
Misalkan
G =
(
∪
 I,
(
G
)) graf terpisah dengan
 
= {
,
,,
}
 ,
(
)=
, untuk 
 
= 1,2,…,
 
dan
 
| |=
, maka
 
(;)=(1)(+1)(
)(
).
 
Bukti:Misalkan
= {
,
,,
}
. Untuk menentukanpolinomial kromatik dari graf terpisah
G
, dimulaidengan memilih titik secara acak dan titik tersebutdapat diwarnai dengan
cara. Misalkan titik tersebut adalah
di
G
(
) (
G
(
) adalah subgraf yang diinduksi oleh
G
, dengan
adalah himpunankomplit). Jika dilanjutkan bergerak ke titik yanglain misalkan
, maka titik 
dapat diwarnaidengan
1
cara karena titik 
berhubunganlangsung dengan titik 
. Untuk mewarnai titik 
 di
G
(
), titik tersebut dapat diwarnai dengan
+1
cara karena
komplit.Kemudian untuk mewarnai titik 
, misalkan
(
)
adalah banyaknya titik yang terkait dengantitik 
, dengan
i
= 1, 2, …,
m
. Maka titik 
dapatdiwarnai dengan
(
)
cara. Misalkan
(
)=
, maka diperoleh
 
(;)=(1)(+1)(
)(
).
 
 
3
 
Teorema 4 (Whitney [1933c])
 Misalkan
G
graf dengan
n
titik.
P
(
G
;
) adalahpolinomial dalam
berderajat
n
yang koefisiennyabilangan bulat dengan tanda silih berganti positif dan negatif dan koefisien
adalah 1, sedangkankoefisien
௡ିଵ
adalah
, dengan
m
adalahbanyaknya sisi di
G
.Bukti:Teorema ini akan dibuktikan dengan induksi pada
m
. Jika
m
= 0, maka
G
=
, dengan
adalah graf yang tidak memilikisisi dan
P
(
G
,
) =
. Karena polinomial kromatik graf 
adalah
P
(
G
,
) =
, terlihat bahwa
P
(
G
,
) =
merupakan polinomial dalam
 berderajat
n
.Untuk langkah induksi, misalkan
G
graf dengan
n
titik dengan
m
 
1 dan misalkan
e
=
uv
sebuah sisi di
G
. Berdasarkan Teorema 1,
P
(
G
,
) =
P
(
G – e, k 
) –
P
(
G
e
,
)dengan
G e
adalah graf yang diperoleh denganmenghapus sisi
e
dan
G
e
adalah graf yangdiperoleh dengan mengkontraksi sisi
e,
maka
G – e
mempunyai
n
titik dan
m
– 1 sisi, sedangkan
G
e
 mempunyai
n
– 1 titik. Dengan hipotesis induksi,ada bilangan bulat non negatif 
{
}
dan
{
}
 sedemikian hingga
( –;)= (1)
௜ୀ଴௡ି௜
 
( ∙;)= (1)
௡ିଵ௜ୀ଴௡ିଵି௜
 
Maka berdasarkan Teorema 1,
( ; )= ( –; )–( ∙;)
 
=
–ሾ –1ሿ
௡ିଵ
+
௡ିଶ
–…+(−1)
௡ି௜
 
(
௡ିଵ
–
௡ିଶ
+⋯+(−1)
௜ିଵ௜ିଵ௡ି௜
 
=
–
௡ିଵ
+(
+
)
௡ିଶ
+ (−1)
(
+
௜ିଵ
)
௡ି௜
 
P
(
G;k 
) adalah polinomial dengan koefisien
 adalah
= 1
, dan koefisien
௡ିଵ
adalah
−(
+
) =–
. Jadi, terbukti bahwa koefisien
n
adalah1 dan koefisien
௡ିଵ
adalah
–
.
2.3
 
Himpunan Terurut Parsial
Himpunan terurut parsial
 
(
 poset 
)
P
= (
,
)merupakan pasangan himpunan
dan relasi biner
 pada
yang memenuhi sifat berikut: [1](a)
 
Refleksif,
 x
 
 x
, untuk setiap
 x
;(b)
 
Transitif, jika
 x
 
 y
dan
 y
 
 
 z
, maka
 x
 
 z
;(c)
 
Antisimetris, jika
 x
 
 y
dan
 y
 
 
 x
, maka
 x
=
 y
.
 
Catatan:1.
 
Jika
 x
 
 y
digambarkan dalam diagram poset,maka
 x
 
 y
berbentuk 
Gambar 5. Diagram poset untuk 
 x
 
 y
2.
 
Jika
 x
 
 x
tidak refleksif, akan ada penjelasanlebih lanjut tentang sebab mengapa suatuhimpunan tidak memenuhi sifat refleksif.Jika relasi biner pada himpunan
irrefleksif,untuk setiap
,
, antisimetris dan transitif,
= (S,≤)
disebut pengurutan parsial kuat (
strict  partial ordering
). [3]Sebuah interval [
 x
,
y
] = {
∈
 x
 
 
 y
},untuk setiap
 
,
. Suatu poset dikatakan hinggasecara lokal (
locally finite
) jika untuk setiap interval[
 x
,
y
] memuat sejumlah hingga elemen. [1]Misalkan
P
poset dan
. Elemen
w
 disebut batas bawah
 A
jika dan hanya jika
,dan untuk setiap
,
. Jika
u
adalah batasbawah
 A
sedemikian hingga
, untuk setiap
w
 batas bawah yang lain, maka
u
adalah batas bawahterbesar
 A
atau infimum (
 A
). Elemen
disebut batasatas
 A
jika dan hanya jika
, dan untuk setiap
,
. Jika
v
adalah batas atas
 A
sedemikianhingga
untuk setiap
batas atas yang lain,maka
v
disebut batas atas terkecil
 A
atau supremum(
 A
). [8]Sebuah poset dengan sifat bahwa setiappasangan elemen memiliki infimum dan supremumdisebut latis. [8]Misalkan
 H 
sebuah himpunan. Sebuah partisi
 H 
adalah sebuah koleksi
P
yang terdiri atashimpunan bagian tak kosong di
 H 
,
 
saling asing, dangabungan semuanya adalah
H  
. Setiap elemen partisiini disebut bagian (
 part 
). [7]Misalkan
P
dan
Q
dua partisi suatuhimpunan.
P
dikatakan lebih halus (
 finer 
) daripada
Q
, dinotasikan dengan
, jika setiap bagian di
P
adalah subhimpunan di suatu bagian di
Q
, dengan
. Dapat dikatakan bahwa
Q
lebih kasar(
coarser 
) daripada
P
. Hubungan ini disebut sebagaipengurutan penghalusan (
refinement ordering
)partisi sebuah himpunan. [3]Sebuah ikatan (
bond 
) graf 
G
adalah sebuahpartisi himpunan titik 
G
sedemikian hingga setiapdua titik dalam bagian yang sama terhubung dalamgraf (berarti bahwa titik-titik tersebut berhubunganlangsung atau terdapat lintasan antara titik-titik tersebut yang termasuk dalam bagian yang sama).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->