Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
P. 1
Nasakom

Nasakom

Ratings: (0)|Views: 177 |Likes:
Published by Peter Kasenda
Dalam tahun 1966, Bernhard Dahm berkunjung ke Indonesia untuk yang pertama kalinya sesudah edisi bahasa Jerman dari biografi pemikiran Soekarno ini diterbitkan pada permulaan tahun 1965. Kesempatan ini dipergunakan untuk mememui Presiden Soekarno, yang menjadi pusat perhatian bukunya yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul “ Sukarno and the Struggle for Indonesia Independence.” Oleh Cornell University Press.

Menuruit Bernhard Dahm, dalam kata pengantarnya buat edisi bahasa Inggris ini, sungguhpun Soekarno mengetahui bahwa orang-orang komunis terlibat dalam Peristiwa Gerakan 30 September 1965, namun dengan bersikeras kepala dia menolak tuntutan dari semua pihak untuk membubarkan PKI. “ Mengapa Anda tidak melarang PKI”, tanya Bernhard Dahm.“ Engkau tak dapat menghukum suatu partai secara keseluruhan berdasarkan segelintir orang “, jawab Soekarno. Setelah mendengar jawaban yang demikian Bernhard Dahm lantas mengemukakan bahwa dia (Soekarno) pernah berbuat begitu terhadap Masyumi dan PSI di tahun 1960. Soekarno lalu menjelaskan bahwa “ Masyumi dan PSI ….merusak jalan revolusi kami. Sedangkan PKI merupakan tombak (avant-garde) dari kekuatan-kekuatan revolusioner. Kita membutuhkannya untuk melaksanakan keadilan sosial dan kemakmuran masyarakat”.

Kemudian Bernhard Dahm melanjutkan pembicaraan dengan menanyakan apakah dia masih tetap berpegang pada konsep NASAKOM. Masih, jawab Presiden Soekarno,” Aliran-aliran ini ….merupakan faktor-faktor obyeklf dari masyarakat kami. Dan jika Anda ingin mengadakan perubahan-perubahan di dalam masyarakat ini Anda harus mempersatukan mereka”.

Dialog di atas kembali mengingatkan Bernhard Dahm kepada Soekarno di permulaan tahun dua puluhan sewaktu dia mulai muncul sebagai salah satu pemimpin pergerakan nasional Indonesia yang menghendaki persatuan dalam uangkapan dan tuturan kata-kata yang kurang lebih sama. “Jelas”, kata Bernhard Dahm,” caranya menghadapi masyarakatnya yang pluralistis tidak pernah berubah. Demikianlah, pesannya selalu tetap sama; menentang imperialisme sampai titik terakhir di satu pihak, sedangkan di pihak lain membangun sebuah orde dengan jalan mengawinkan ideologi-ideologi yang berbeda kedalam suatu keseluruhanya yang harmonis“. Dengan lain perkataan Bernhard Dahm berpendapat bahwa Soekarno tetap “konsisten”, tidak pernah berubah.

Kegiatan politik Soekarno dalam 1926 dimulai dengan sebuah artikel ,” Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme”, yang menunjukkan kemungkinan diadakannya suatu sintesa di antara ketiga aliran itu. Dan, sekarang, dalam tahun 1961, konsep-konsep yang sama di peras ke dalam satu kata, Nasakom. Dengan menggunakan, pergerakan-pergerakan politik yang sama seperti ketika ia memulai perjuangannya untuk kemerdekaan, ia sekarang, sebagaimana dikatakan Bernhard Dahm, setelah kembali berkuasa, berusaha melanjutkan perjuangannya untuk mewujudkan suatu tatanan sosial yang adil. Kiranya tak mungkin ada dukungan yang lebih kuat lagi bagi kata-katanya,” Aku masih tetap Soekarno dari tahun 1927.”
Dalam tahun 1966, Bernhard Dahm berkunjung ke Indonesia untuk yang pertama kalinya sesudah edisi bahasa Jerman dari biografi pemikiran Soekarno ini diterbitkan pada permulaan tahun 1965. Kesempatan ini dipergunakan untuk mememui Presiden Soekarno, yang menjadi pusat perhatian bukunya yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul “ Sukarno and the Struggle for Indonesia Independence.” Oleh Cornell University Press.

Menuruit Bernhard Dahm, dalam kata pengantarnya buat edisi bahasa Inggris ini, sungguhpun Soekarno mengetahui bahwa orang-orang komunis terlibat dalam Peristiwa Gerakan 30 September 1965, namun dengan bersikeras kepala dia menolak tuntutan dari semua pihak untuk membubarkan PKI. “ Mengapa Anda tidak melarang PKI”, tanya Bernhard Dahm.“ Engkau tak dapat menghukum suatu partai secara keseluruhan berdasarkan segelintir orang “, jawab Soekarno. Setelah mendengar jawaban yang demikian Bernhard Dahm lantas mengemukakan bahwa dia (Soekarno) pernah berbuat begitu terhadap Masyumi dan PSI di tahun 1960. Soekarno lalu menjelaskan bahwa “ Masyumi dan PSI ….merusak jalan revolusi kami. Sedangkan PKI merupakan tombak (avant-garde) dari kekuatan-kekuatan revolusioner. Kita membutuhkannya untuk melaksanakan keadilan sosial dan kemakmuran masyarakat”.

Kemudian Bernhard Dahm melanjutkan pembicaraan dengan menanyakan apakah dia masih tetap berpegang pada konsep NASAKOM. Masih, jawab Presiden Soekarno,” Aliran-aliran ini ….merupakan faktor-faktor obyeklf dari masyarakat kami. Dan jika Anda ingin mengadakan perubahan-perubahan di dalam masyarakat ini Anda harus mempersatukan mereka”.

Dialog di atas kembali mengingatkan Bernhard Dahm kepada Soekarno di permulaan tahun dua puluhan sewaktu dia mulai muncul sebagai salah satu pemimpin pergerakan nasional Indonesia yang menghendaki persatuan dalam uangkapan dan tuturan kata-kata yang kurang lebih sama. “Jelas”, kata Bernhard Dahm,” caranya menghadapi masyarakatnya yang pluralistis tidak pernah berubah. Demikianlah, pesannya selalu tetap sama; menentang imperialisme sampai titik terakhir di satu pihak, sedangkan di pihak lain membangun sebuah orde dengan jalan mengawinkan ideologi-ideologi yang berbeda kedalam suatu keseluruhanya yang harmonis“. Dengan lain perkataan Bernhard Dahm berpendapat bahwa Soekarno tetap “konsisten”, tidak pernah berubah.

Kegiatan politik Soekarno dalam 1926 dimulai dengan sebuah artikel ,” Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme”, yang menunjukkan kemungkinan diadakannya suatu sintesa di antara ketiga aliran itu. Dan, sekarang, dalam tahun 1961, konsep-konsep yang sama di peras ke dalam satu kata, Nasakom. Dengan menggunakan, pergerakan-pergerakan politik yang sama seperti ketika ia memulai perjuangannya untuk kemerdekaan, ia sekarang, sebagaimana dikatakan Bernhard Dahm, setelah kembali berkuasa, berusaha melanjutkan perjuangannya untuk mewujudkan suatu tatanan sosial yang adil. Kiranya tak mungkin ada dukungan yang lebih kuat lagi bagi kata-katanya,” Aku masih tetap Soekarno dari tahun 1927.”

More info:

Published by: Peter Kasenda on Aug 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

03/02/2014

 
\eter Goseijo
Bebnodo Gebnofa Iosogcb
‖Offe revcfutacioare grod`tei‒&"‖sebuo& segofa foma sebuo& teiomo revcfusacier jajofob noimso‒/ Jus8 semofo peimmcfcimoi (osof revcfusacier! jofob bosyorogot gato persotugoi) Jus 8 ‖Iosogcb‒) Tenon Iosogcb ojofo` geiyotooi"geiyotooi `ajup yoimtog jopot janoito` &"favaim reofates"jajofob bosyorogot Aijciesao gato aia) Bou tajog bou&seioim otou tajog seioim& gato `orus beimmonuimgoi teiomo berego atu) Bou tajog bou&seioim otou tajog seioim& gato `orus bebpermuiogoi teiomo monuimoi jora berego atu
 ^escpab
& ?1;?Uisur"uisur geprcmresakoi atu terjopotfo` jasebuo fopasoi bosyorogot Aijciesao ) Ojojagofoimoi Omobo) Ojo jagofoimoi iosaciofas) Ojo jagofoimoi scsaofas"gcbuias) Omobobeim`eijoga geberjegooi joi geojafoi) Iosaciofas Aijciesao beim`eijoga scsac"iosaciofasbe joi scsac"jebcgrosa) )Tcsaofas"gcbuias beim`eijoga geberjegooi joiscsaofasbe) Getamo"tamoiyo jus beimoijuim geprcmresakoi) Goreio atu bogo IOTOGCBojofo` ge`orusoi"prcmresak jorapojo ^evcfusa Aijciesao) Taopo oita Iosogcb& ao tajog  prcmresak// Taopo oita Iosogcb& ao seneioriyo ojofo` bebaidoimgoi ^evcfusa&beijaimgfoimgoi ^evcfusa/ Taopo oita Iosogcb& ao tajog peiu`"revcfusacier& ao no`goiojofo` `astcras gcitro"revcfusacier/ 
Zovap
& ?1;:Toyo nergoto no`wo Iosogcb otou IOTOTCT otou Ioso opo pui ojofo` uisur butfog jorapojo pebnoimuioi noimso Aijciesao) ……\ersotuoi joi gesotuoi noimso bosa`tetop berupogoi syrot butfog noma ge`ajupoi iosaciof gato & bosa` tetop berupogoisyorot butfog noma pertubnu`oi serto pebnoimuioi jofob najoim boteraaf otou ajaaf opo pui / 
 Hoimoi Tegofa"gofa Beiaimmofgoi Tehoro`
&?1;;?
 
Jofob to`ui ?1;;& Neri`orj Jo`b nerguihuim ge Aijciesao uitug yoim pertobo gofaiyo sesujo` ejasa no`oso Herboi jora nacmroka pebagaroiTcegoric aia jaternatgoi pojo perbufooi to`ui ?1;5) Gesebpotoi aiajapermuiogoi uitug bebebua \resajei Tcegoric& yoim beihoja pusot per`otaoi nuguiyo yoim gebujaoi jaterhebo`goi jofob no`oso Aimmrasjeimoi hujuf ‖ Tugoric oij t`e Ttrummfe kcr Aijciesao Aijepeijeide)‒ Cfe`Dcrieff Uiaversaty \ress)Beiuruat Neri`orj Jo`b& jofob goto peimoitoriyo nuot ejasa no`osoAimmras aia& suimmu`pui Tcegoric beimeto`ua no`wo croim"croim gcbuiasterfanot jofob \erastawo Merogoi 4< Teptebner ?1;5& iobui jeimoi nersageros gepofo jao beicfog tuitutoi jora sebuo pa`og uitug bebnunorgoi \GA) ‖ Beimopo Oijo tajog beforoim \GA‒& toiyo Neri`orjJo`b)‖ Eimgou tog jopot beim`ugub suotu portoa sedoro gesefuru`oi nerjosorgoi semefaitar croim ‖& howon Tcegoric) Tetefo` beijeimor howonoiyoim jebagaoi Neri`orj Jo`b foitos beimebugogoi no`wo jao (Tcegoric! perio` nernuot nematu ter`ojop Bosyuba joi \TA ja to`ui ?1;<) Tcegoricfofu beihefosgoi no`wo ‖ Bosyuba joi \TA …)berusog hofoi revcfusa goba)Tejoimgoi \GA berupogoi tcbnog (ovoit"morje! jora geguotoi"geguotoirevcfusacier) Gato bebnutu`goiiyo uitug befogsoiogoi geojafoi scsaofjoi gebogburoi bosyorogot‒)Gebujaoi Neri`orj Jo`b befoihutgoi pebnadorooi jeimoi beioiyogoiopogo` jao bosa` tetop nerpemoim pojo gcisep IOTOGCB) Bosa`& howon\resajei Tcegoric&‒ Ofaroi"ofaroi aia …)berupogoi kogtcr"kogtcr cnyegfk jora bosyorogot goba) Joi hago Oijo aimai beimojogoi peruno`oi" peruno`oi ja jofob bosyorogot aia Oijo `orus bebpersotugoi berego‒)
>
 
Jaofcm ja otos gebnofa beimaimotgoi Neri`orj Jo`b gepojo Tcegoric ja perbufooi to`ui juo pufu`oi sewogtu jao bufoa buiduf senomoa sofo` sotu pebabpai permerogoi iosaciof Aijciesao yoim beim`eijoga persotuoijofob uoimgopoi joi tuturoi goto"goto yoim guroim fena` sobo) ‖Hefos‒&goto Neri`orj Jo`b&‒ doroiyo beim`ojopa bosyorogotiyo yoim pfurofastastajog perio` neruno`) Jebagaoifo`& pesoiiyo sefofu tetop sobo7 beieitoimabperaofasbe sobpoa tatag terog`ar ja sotu pa`og& sejoimgoi ja pa`og foaibebnoimui senuo` crje jeimoi hofoi beimowaigoi ajecfcma"ajecfcma yoim nernejo gejofob suotu gesefuru`oiyo yoim `orbcias‖) Jeimoi foai pergotooi Neri`orj Jo`b nerpeijopot no`wo Tcegoric tetop ‖gcisastei‒&tajog perio` neruno`)Gemaotoi pcfatag Tcegoric jofob ?1>; jabufoa jeimoi senuo` ortagef &‒ Iosaciofasbe& Asfobasbe& joi Borxasbe‒& yoim beiuihuggoigebuimgaioi jaojogoiiyo suotu saiteso ja oitoro getamo ofaroi atu) Joi&segoroim& jofob to`ui ?1;?& gcisep"gcisep yoim sobo ja peros gejofob sotu goto& Iosogcb) Jeimoi beimmuiogoi& permerogoi" permerogoi pcfatag yoim sobo seperta getago ao bebufoa perhuoimoiiyouitug geberjegooi& ao segoroim& senomoaboio jagotogoi Neri`orjJo`b& setefo` gebnofa nerguoso& neruso`o befoihutgoi perhuoimoiiyouitug bewuhujgoi suotu totoioi scsaof yoim ojaf) Garoiyo tog buimgaiojo juguimoi yoim fena` guot foma noma goto"gotoiyo&‒ Ogu bosa` tetopTcegoric jora to`ui ?1>=)‒Teneioriyo& senomoaboio jagotogoi& ^ut` Bd[ey& tufasoi Tcegoricbeimeioa ‖Iosaiofasbe& Asfobasbe joi Borxasbe&‒ jatuhugoi gepojo regoi"regoi sesobo pebabpai ja jofob merogoi geberjegooi) Jofob `of aia& ao
4

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->