P. 1
5403847 Niskala Dan Sebuah Novel Berjudul Episode IV

5403847 Niskala Dan Sebuah Novel Berjudul Episode IV

Ratings: (0)|Views: 322 |Likes:
Published by abdi_16

More info:

Published by: abdi_16 on Jun 06, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/18/2011

pdf

text

original

 
NISKALA&SEBUAH NOVEL BERJUDUL EPISODE IV
ERVIN RUHLELANACopylefts 2004
 you have RIGHT TO COPY 
Draft 1, 1999Draft 15, 2003Photo Copy Edition, 2004-2005Online Edition, 2006Draft 18, 2007Multiply Version, Random Chaptering with Friend Fictions', 2008
You can get it free on ruhlelana.multiply.com/tag/episode%20iv Respond and Reply (FriendFicts) to episode_iv@yahoo.co.uk avalaible at ruhlelana.multiply.com/tag/friendfictsor  samanthaschool.blogspot.com
Published bySamantha School
VIVA INDEPENDENT!!!
1
 
PROLOG.
 It’s Not The Beginning 
Aku mengurai-urai luka beberapa kali, sampai tanganku kebas. Awalnya tak kutemukan apa-apa disitu. Meskipun beberapa kali aku seperti menemukan sesuatu, seperti misalnya seonggok  borok bernanah yang kusangka adalah hal yang kucari-cari itu, ternyata itu hanyalah borok  bernanah yang ditanam oleh makhluk-makhluk di masa lalu yang pada saat itu seringmenghantuiku saat sebelum tidur dan kemudian membangunkanku juga dari tidur yang tak  pernah nyenyak itu.Aku meneruskan mencari, kali ini yang kutemukan – seperti yang pernah kuyakini sebelumnya – bukanlah yang benar-benar ingin kutemukan, hanya sebuah jerawat kecil menyakitkan yang bertengger dengan kuat dan tak terpecahkan di bawah hidungku, tepat diatas bibir tempat asaprokok biasanya mengepul deras menghindari kepulan ke arah mata. Jerawat itu berbeda dengan borok bernanah tadi, dia bukan hal yang ditanam oleh makhluk-makhluk di masa lalu tetapisebuah cerca yang kemudian akan mengejutkanku saat bangun tidur dan lantas menatapcermin, menjerit. Yang jelas bukan dia yang sedang kucari. Lantas kupencet dia dengan paksa.Rasanya perih sekali, sementara "mata"nya belum mau keluar, malah makin masuk, ini lebihmenambah perih.Lelah dan putus asa tiba-tiba menjajah pencarianku dan hal itulah ternyata yang membawakumenemukan benda itu diantara beberapa luka yang berdarah cukup busuk dan berbelatung riadiantara kedua selangkanganku. Benda berbentuk uraian panjang sebuah teks yang terpelitur mengkilap dalam sebuah kutipan lengkap tentang hidup seseorang yang pernah kuyakini adakeberadaannya dalam beberapa bagian hidupku yang terurai-urai pecah berantakan.Setidaknya dengan menemukan ini aku mungkin bisa membuat sebuah formula lem super rekatuntuk menyambungkan bagian-bagian hidupku yang terpecah-pecah tak beraturan itu.Ini akan menjadi semacam permainan puzzle tanpa batas di semua sisinya, dan aku mungkinakan menghabiskan sisa hidupku untuk menyusun puzzle-puzzle itu yang – seperti kubilangterus-menerus nanti “takbisaterbalik-kan”. Hidup adalah “ke-takbisaterbalik-kan” yangkupikir cukup absolut mengencani sisi lain apapun yang berada disekitanya, tak terpermanai2
 
keberadaannya.Ini semua alasannya sangat sederhana, seperti alasan banyak orang, kebahagiaan, tapi tentusaja kebahagiaan itu tak berpangkal-tak berujung, persis seperti puzzle-puzzle yang akankususun ini.Maka, Kawan, doakan aku agar bisa cepat-cepat – minimal (paling tidak) – mengakhirihidupku! Dengan cara apapun – tentu! – yang kubisa memaknainya sebagai sebuah harap yangtak berpangkal-tak berujung.
3

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Al-Firdaus liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->