Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
54Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teori kepuasan kerja

Teori kepuasan kerja

Ratings:

4.67

(3)
|Views: 10,153|Likes:
Published by bnter

More info:

Published by: bnter on Jun 06, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/17/2013

pdf

text

original

 
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
1
PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA INDIVIDUALDENGAN
SELF ESTEEM 
DAN
SELF EFFICACY 
 SEBAGAI VARIABEL INTERVENINGCECILIA ENGKO
1
Universitas Pattimura
ABSTRAK
This study examines the effect of job satisfaction on job performancewith self esteem and self efficacy as a intervening variable. The purposeof this study is to find empirical evidence about the presence / theabsence of a) the positive effect of job satisfaction and self esteem, b) the positive effect of job satisfaction and self efficacy, c) the positive effect of  job satisfaction and job performance, d) the positive effect of self esteemand self efficacy, e) the positive effect of self esteem and job performance, f) the positive effect of self efficacy and job performance.The respondents of this study are the students of Magister Science of Gajah Mada University, especially those who are lecturer that come from many universities in Indonesia with the data collecting by the direct distribution questionnaire. The data collecting will be proceed by pathanalysis. The result from this study are the positive effect of jobsatisfaction and self esteem, job satisfaction and self efficacy, jobsatisfaction and job performance, self esteem and self efficacy, self esteem and job performance, self efficacy and job performance.Key words: Job satisfaction, Job performance, Self esteem, Self efficacy.
Padang, 23-26 Agustus 2006
1
K-AMEN 06
 
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
2
1.
 
LATAR BELAKANG MASALAH
Banyak penelitian-penelitian akuntansi yang mencoba mencari pemahamanhubungan antara kepuasan kerja dan kinerja individual. Beberapa penelitianmenyatakan bahwa ada hubungan positif antara kepuasan kerja dan kinerjaindividual (Parker dan Kleemeir, (1951), Vroom (1960), dan Strauss (1968) dalamDwi Maryani dan bambang Supomo (2001). Penelitian yang menguji hubunganantara kepuasan kerja dan kinerja individual masih tidak jelas. Meta analisis yangdilakukan oleh Iffaldano dan Muchinsky (1986) menemukan korelasi yangsignifikan antara kedua variabel tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Ostroff (1992) memberikan bukti empiris bahwa kepuasan kerja tidak mempunyai hubunganyang signifikan dengan peningkatan kinerja individual. Ketidakjelasan hubunganantara kepuasan kerja dan kinerja individual mendorong peneliti untuk melakukan pengujian kembali hubungan antara kepuasan kerja dengan kinerja individualdengan menggunakan
self esteem
dan
self efficacy
sebagai variabel intervening.Untuk melihat apakah
self esteeem
dan
self efficacy
dapat memediasi hubunganantara kepuasan kerja dan kinerja individual, dimana
self esteem
adalah suatukeyakinan nilai diri sendiri berdasarkan evaluasi diri secara keseluruhan. Perasaan- perasaan
self esteem
, pada kenyataannya terbentuk oleh keadaan kita dan bagaimanaorang lain memperlakukan kita. Seseorang dengan
self esteem
yang tinggi dimanamereka melihat dirinya berharga, mampu dan dapat diterima. Orang dengan
self esteem
rendah tidak merasa baik dengan dirinya (Kreitner&Kinicki, 2003),sedangkan
Self efficacy
adalah keyakinan seseorang mengenai peluangnya untuk  berhasil mencapai tugas tertentu (Kreitner&Kinicki, 2003). Penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan objek yaitu dosen karena melihat fenomena yangterjadi ada beberapa dosen merasa dirinya tidak berarti di lingkungannya sehinggamembuatnya merasa terasing, minder dan jika memiliki keyakinan bahwa dia tidak mampu untuk menjalani tugasnya sebagai seorang dosen yang harus mengajar,melakukan penelitian-penelitian menjadikan profesinya sebagai suatu bebansehingga dapat menurunkan kepuasan dan kinerjanya. Untuk itu dengan memiliki
self esteem
yang tinggi, dimana dia merasa dirinya begitu berharga, berarti dan jikadia memilki
self efficacy
yang tinggi dimana dia merasa yakin dengankemampuannya untuk berhasil maka sangat mendukung karier maupun kinerjanyasebagai seorang dosen.
Padang, 23-26 Agustus 2006
2
K-AMEN 06
 
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
3Adapun perumusan masalah penelitiannya adalah apakah terdapat pengaruh positif antara kepuasan kerja dengan self esteem, kepuasan kerja dengan
self efficacy,
kepuasan kerja dengan kinerja individual,
self esteem
dengan
self efficacy,self esteem
dengan kinerja individual dan
self efficacy
dengan kinerja individual danhasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh positif antarakepuasan kerja dengan self esteem, kepuasan kerja dengan
self efficacy,
kepuasankerja dengan kinerja individual,
self esteem
dengan
self efficacy, self esteem
dengankinerja individual dan
self efficacy
dengan kinerja individual.
2. TELAAH TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS2.1. Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja dapat dipahami melalui tiga aspek. Pertama, kepuasan kerjamerupakan bentuk respon pekerja terhadap kondisi lingkungan pekerjaan. Kedua,kepuasan kerja sering ditentukan oleh hasil pekerjaan atau kinerja. Ketiga, kepuasankerja terkait dengan sikap lainnya dan dimiliki oleh setiap pekerja (Luthans, 1995).Smith
et al
, (1996) secara lebih rinci mengemukakan berbagai dimensi dalamkepuasan kerja yang kemudian dikembangkan menjadi instrumen pengukur variabelkepuasan terhadap (1) menarik atau tidaknya jenis pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja, (2) jumlah kompensasi yang diterima pekerja, (3) kesempatan untuk  promosi jabatan, (4) kemampuan atasan dalam memberikan bantuan teknis dandukungan perilaku, dan dukungan rekan sekerja. (Maryani&Supomo, 2001).
 2.2. Self Esteem
Self esteem
adalah suatu keyakinan nilai diri sendiri berdasarkan evaluasi dirisecara keseluruhan. Perasaan-perasaan
self esteem
, pada kenyataannya terbentuk oleh keadaan kita dan bagaimana orang lain memperlakukan kita.
Self esteem
diukur dengan pernyataan positif maupun negatif. Pernyataan positif pada survey
self esteem
adalah “saya merasa bahwa saya adalah seseorang yang sangat berarti,seperti orang lainnya, sedangkan pernyataan-pernyataan yang negatif adalah “sayamerasa bahwa saya tidak memiliki banyak hal untuk dibanggakan”. Orang yangsepakat dengan pernyataan positif dan tidak sepakat dengan pernyataan negatif memiliki
self esteem
yang tinggi dimana mereka melihat dirinya berharga, mampu
Padang, 23-26 Agustus 2006
3
K-AMEN 06

Activity (54)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
nzswani liked this
liishaque liked this
Devi Supiani liked this
Nor Solehah liked this
dennovratna liked this
Budi Supriyanto liked this
Budi Supriyanto liked this
Budi Supriyanto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->