Bagaimana KONSULTAN BISNIS Membantu Bisnis Keluarga Menjadi an Professional

 
 
 
 
 
Value This
Doc
Scribd
Average
     
Pages: 2 43
Words: 666 13640
Characters: 5013 81678
Lines: 6 623
     
     
Letters per word: 7.53 5.99
Words per line: 111.0 21.89
Words per page: 333.0 317.21

Add to your reading list

Flag_red Flag this document

Document Information

466 Reads | 0 Comments

Description

Bagaimana konsultan bisnis membantu bisnis keluarga menjadi bisnis perusahaan dengan manajemen professional?Telp: 021-36233226 HP: 081389411679

Dalam artikel saya kali ini saya ingin membahas bisnis yang mula-mulanya adalah bisnis keluarga menjadi bisnis yang professional dengan penanganan yang benar dan manajemen bisnis yang handal.
Sebagai ilustrasi bisnis keluarga, Anda tentu pernah mendengar bahwa keluarga si A yang memiliki bisnis dibidang tertentu sekarang memiliki perusahaan dalam bidang tertentu yang dimulai dari Ayahnya dan sekarang akan diturunkan kepada generasi berikutnya atau anaknya. Dalam masa generasi pertama (dalam hal ini sang ayah) bisnis dikelola dengan system keluarga dimana dari hampir semua departemen penting atau jabatan penting dipegang oleh anggota keluarga dan hampir tidak ada satu jabatan penting dalam perusahaan yang dipegang oleh professional yang ahli dibidangnya. Sebagai pelaku bisnis anda pasti tahu dan saya yakin kita semua sependapat bahwa anggota keluarga (anggota keluarga diartikan masih adanya pertalian darah) diasumsikan bisa dipercaya dibandingkan dengan orang lain meskipun dia itu professional yang ahli dibidangnya.
Gambaran di atas adalah gambaran mengenai bisnis keluarga atau lebih tepatnya bisnis yang dikelola dengan manajemen keluarga dengan mengandalkan pertalian darah. Bisnis yang dikelola dengan system keluarga ini tentu ada minus dan plusnya. Minusnya adalah kita tidak bisa mengukur tingkat kemampuan dari personal dengan persyaratan yang diminta. Misalnya sebagai contoh jabatan akuntansi dipegang oleh anak terakhir yang background pendidikannya bukan dari akuntansi bahkan minatnya pun bukan di akuntansi namun dia dituntut untuk mengatur keuangan perusahaan oleh ayahnya yang karena dalam satu sisi tidak bisa menemukan atau tidak merasa aman jika posisi tersebut dipegang oleh orang lain yang bukan keluarga. Dengan background seperti ini hampir dapat dipastikan bahwa dalam system manajemen akuntansi akan ditemui banyak kejanggalan atau ketiak sesuaian jika dibandingkan dengan system akuntansi modern. Dampaknya adalah tidak mampunya si pemegang stir perusahaan untuk melakukan uji kompetensi dan mengukur kinerja perusahaan. Dan hampir dapat dipastikan perusahaan keluarga macam ini system manajemen keuangannya pun masih tercampur antara keuangan keluarga dan perusahaan meskipun bisnis keluarga ini sudah menggunakan badan hukum seperti PT. Minus lain dalam bisnis keluarga adalah ruang gerak perusahaan yang tidak akan bisa berkembang karena adanya ketidaknyamanan si pemegang stir perusahaan kepada pihak lain yang tidak memiliki pertalian darah.
Sebaliknya apakah bisnis perusahaan yang dikelola dengan manajemen keluarga bisa menjadi perusahaan besar? Jawabnya tentu BISA. Apa persyaratannya agar perusahan yang dikelola dengan manajemen bisnis keluarga dengan manajemen profesional?
Ada beberapa persyaratan atau langkah yang bisa diambil jika Anda ingin perusahaan dengan manajemen bisnis keluarga bisa dikelola dengan prinsip manajemen modern:
1. Prinsip the right man in the right place. Prinsip ini adalah prinsip penting dalam manajemen sumber daya manusia atau human capital resources. Dalam prinsip ini siapapun yang menduduki posisi di perusahaan baik dari posisi paling bahkan sampai posisi paling atas harus ditempatkan berdasarkan kemampuan atau kompetensi personal dari orang tersebut tanpa ada embel-embel pertalian darah. Sehingga dengan prinsip ini perusahaan akan lebih mudah melakukan pembenahan internal ataupun melakukan ekspansi bisnis tanpa harus memikirkan mengenai pertalian darah yang ada. Orang yang tidak mampu meskipun adik atau anak sendiri tidak akan menepati posisi yang tidak dikuasainya.
2. Prinsip penerapan manajemen modern dimana masing-masing orang yang ada mengetahui posisi dan job deskripsi yang menjadi tanggung jawabnya untuk perusahaan. Dalam hal ini struktur organisasi perusahaan harus didesign sedemikian rupa sehingga budaya kerja perusahaan dapat dibang

Word_16x16 2 Pages


Date Added

06/06/2009

Category
Tags
Groups
Copyright

Attribution Non-commercial

More info »

 

or use Facebook Connect