Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Gambar

Gambar

Ratings: (0)|Views: 125|Likes:
Published by twinsharyani

More info:

Published by: twinsharyani on Aug 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/05/2014

pdf

text

original

 
 Gambar. Angka kematian bayi tahun 2012 di Indonesia, sumber SDKI 2012Berdasarkann SDKI 2012 angka kematian bayi di Indonesia sekitar 30 kematian per 1000kelahiran hidup
. Angka ini masih tinggi karena tidak sesuai dengan target MDG’S 2015 yaitu ≤
23.Berdasarkan data survei ini dan survei lainnya, jumlah kematian tahunan TN di Indonesia secarakeseluruhan diperkirakan 71.000 selama awal tahun 1980.
Saat ini j
umlah kasus TetanusNeonatorum dari tahun 2007
 –
2011 terjadi penurunan yaitu tahun 2007=141 kasus, tahun 2011=114kasus
 
 Gambar. Persentase Imunisasi dasar lengkap di Indonesia tahun 2012Upaya sistematis untuk menghilangkan Tetanus Neonatorum (TN) dimulai dengan imunisasi TTibu hamil dan calon pengantin dengan melalui Program Pengembangan Imunisasi (EPI), yangdiperkenalkan pada tahun 1979. Kemudian tahun 1984 imunisasi tetanus dalam bentuk vaksinDT dan vaksin TT mulai diberikan pada anak sekolah dasar sebagai bentuk strategi jangka panjang pengendalian TN. Tahun 1998 imunisasi pada anak sekolah dasar ini kemudiandikembangkan menjadi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Sejak tahun 2011, dalam rangka penanggulangan kejadian luar biasa Difteri di Indonesia, maka vaksin TT untuk anak sekolahdasar diganti menjadi vaksin Td.Menanggapi inisiatif global untuk mengeliminasi TN, Indonesia mengadopsi 3 pendekatanimunisasi untuk memberikan perlindungan terhadap tetanus bagi ibu dan bayinya salah satunyaadalah satu dosis ulangan/penguat vaksin Tetanus dalam bentuk vaksin Difteri Tetanus (DT)diberikan kepada siswa kelas satu sekolah dasar, dan satu dosis ulangan/penguat vaksin Tetanusdalam bentuk vaksin Td diberikan kepada siswa kelas 2 dan 3.Karena cakupan
DPT3 telah ≥ 70% sejak 1996, dan cakupan anak masuk sekolah dasar telah >
90% untuk anak perempuan dan anak laki-laki sejak tahun 1990, strategi ini memberikan
 perlindungan tetanus untuk seluruh penduduk sampai usia dewasa muda (≥ 20 tahun).
Tabel. Jadwal imunisasi anak sekolah
 
 Gambar. Cakupan Imunisasi Anak SekolahTahun 2003
 – 
2011, sumber : Ditjen PP & PL tahun2007
 – 
2011Cakupan imunisasi DT kelas 1, TT kelas 2 dan TT kelas 3 anak sekolah berfluktuasi dari tahunke tahun, namun umumnya cakupan telah mencapai minimal 70%. Tahun 2010 pada grafik terdapat cakupan TT kelas 2 dan TT kelas 3 serta cakupan TT kelas 2 & 3, hal ini terjadi karena pada saat itu terdapat beberapa provinsi yang melaporkan cakupan imunisasi TT kelas 2 dan 3secara kumulatif (tidak terpisah untuk TT kelas 2 dan TT kelas 3), se-hingga cakupan TT kelas 2dan TT kelas 3 tahun 2010 tidak mencakup seluruh provinsi. Sedangkan tahun 2011 cakupan TTkelas 2 dan TT kelas 3 sudah meliputi seluruh provinsi .
Cakupan TT kelas dua dan tiga umumnyalebih rendah daripada cakupan campak dan DT. Untuk itu perlu dipelajari kendala operasional dilapangan dan diatasi dengan pelaksanaan yang lebih terencana, sehingga kejadian kehilangankesempatan akan lebih sedikit.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->