Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DAUN SIRSAK

DAUN SIRSAK

Ratings: (0)|Views: 543|Likes:
Published by aurea_yansiku
daun sirsak powerful
daun sirsak powerful

More info:

Published by: aurea_yansiku on Aug 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/12/2013

pdf

text

original

 
 Nutrasetikal, Wajib bagi Penderita Kanker Alternatif Mon, 25 Aug 2008 13:30:00 WIBSepanjang hidup, tubuh manusia mengalami enam sampai sepuluh kali erupsi sel-sel kanker.Masalah muncul bila sistem kekebalan tubuh terganggu, kekebalan melemah, daya tahan tubuh tak mampu mengendalikan mutasi genetik sel kanker. Pengobatan komplementer dan nutrasetikaladalah pendekatan yang lebih aman.Setiap orang memiliki sel kanker. Kanker sendiri merupakan penyakit akibat pertumbuhan sel jaringan tubuh yang tak normal.Menurut
Dr. Paulus Wahyudi Halim, Sp.B
, bila daya tahan lemah, tubuh kehilangan kemampuanmembunuh sel kanker. Akibatnya, tubuh tak dapat mengendalikan pertumbuhan sel kanker. Lewataliran darah dan getah bening, sel kanker leluasa menyebar ke jaringan sekitar dan organ lain.Kanker bukan penyakit ringan. Langkah awal pengobatan adalah dengan deteksi secara benar apakah gejala yang timbul, seperti benjolan pada tubuh, benar-benar sel kanker ganas.Umumnya deteksi ini dilakukan dengan biopsi, sehingga pengobatan dapat dilakukan secara cepatdan tepat, dengan terapi pengobatan konvensional. Contohnya, pembedahan dengan membuang jaringan yang terserang sel-sel ganas, ditambah radioterapi dan kemoterapi untuk mematikan selkanker.Ada kalanya terapi di atas masih ditambah terapi hormon, yang bertujuan mengatur keseimbanganhormon. Menurut Dr. Paulus, pengobatan kanker bisa dibarengi dengan terapi komplementer atauterapi pendamping berupa pemberian nutrisi."Terapi nutrisi maksudnya dengan memperhatikan ekobiosistem tubuh. Terapi ini dilakukan dengantidak memunculkan lingkungan dalam tubuh yang mendukung sel kanker untuk hidup dan berkembang biak," kata pria yang sudah belasan tahun meninggalkan bedah dan beralih sepenuhnyake komplementer itu.
Nutrasetikal
 "Cara efektif melawan kanker adalah jangan memberi sel kanker makanan yang disukainya.Penderita kanker wajib mengonsumsi makanan yang berfungsi sebagai obat atau bersifatnutrasetikal," ucapnya.
 
  Nutrasetikal adalah bahan yang memberikan manfaat medis, termasuk mencegah atau mengobati penyakit. Nutrasetikal terdiri atas herbal, suplemen, dan minuman nutrasetikal.Herbal dapat berbentuk bumbu dapur, sayuran, dan buah-buahan. Suplemen berupa vitamin danmineral. Minuman nutrasetikal meliputi air jahe, kunyit asam, beras kencur, air kacang hijau, susukedelai, agar-agar, atau gula aren.Bila ingin mengonsumsi gula, sebaiknya pilih madu, gula aren, atau gula kelapa. Hindari pemanis buatan. Hindari pula susu sapi dan hasil olahannya karena susu sapi membuat tubuh memproduksimucous, makanan bagi kanker. Sebagai penggantinya, konsumsi susu kedelai tanpa pemanis.Menurut Dr. Paulus, sel kanker senang dengan lingkungan asam. Daging misalnya, adalah bahan pangan yang bersifat asam. Daging mengandung residu antibiotik, hormon pertumbuhan, dan parasit."Penderita kanker sebaiknya diet vegetarian. Hindari konsumsi lemak tinggi dan imbangi denganmakanan berserat tinggi. Jangan pula mengonsumsi makanan dalam kaleng atau yang mengandung bahan pengawet. Hindari konsumsi garam meja yang mengandung pemutih dan bahan kimia,sebaiknya konsumsi garam kasar," imbuhnya.Hal lain yang perlu dihindari, tambah konsultan Medical Radiaesthesi ini, adalah makanan yangtelah direkayasa, seperti kedelai dan jagung transgenik, serta sayuran yang mengandung residulogam berat, pestisida, atau herbisida. Hindari juga makanan seperti jengkol, emping, melinjo,durian, buah bergetah seperti cempedak, nangka, sawo, duku, langsat, makanan yang dipanaskandengan microwave, makanan yang dibekukan, dan makanan yang dipanaskan dengan suhu tinggi.Sebaiknya, setiap hari konsumsi 80 persen sayuran segar, biji-bijian, sereal, dan buah-buahan.Kacang-kacangan juga diperlukan, tetapi yang sudah dimasak. Kacang-kacangan memilikiantinutrisi, tetapi bila telah dimasak sifat negatifnya akan hilang."Selain itu, hindari cabai dan santan yang kental," ujar mantan direktur Rumah Sakit KustaSintanala, Tangerang ini.Soal minuman, Dr. Paulus melarang semua yang mengandung kafein tinggi, seperti kopi, teh,cokelat, alkohol, dan soft drink. Ia menyarankan minum teh hijau karena mengandung zatantikanker.
Peran herbal
 Untuk mendapatkan nutrasetikal dalam bentuk tanamanobat, Indonesia tak akan mengalami kesulitan. Negara kitamerupakan sumber tanaman obat terbesar kedua di duniasetelah Brasil. Saat ini, diketahui terdapat sekitar 40 jenistanaman obat asli Indonesia yang dipercaya mempunyaiefek antikanker. Sayang sekali bila tak dimanfaatkan secaraoptimal. Di samping itu, masih banyak bahan nutrisi herbalyang tumbuh liar di belantara Indonesia.Keanekaragaman hayati tersebut, dijelaskan oleh Dr.Paulus, bisa menjadi sumber simplisia, yakni bahan alamiyang telah dikeringkan dan belum mengalami pengolahan
 
apa pun, selanjutnya digunakan sebagai obat karena berkhasiat penyembuhan. Dalam praktik  pengobatan kanker, tanaman obat yang kerap digunakan Dr. Paulus di antaranya beberapa jenis benalu, buah merah, daun dewa, keladi tikus, sambiloto, dan lingzhi.Lingzhi, katanya, bila dikonsumsi secara teratur dapat merangsang produksi interferon sertainterleukin I dan II. "Interferon dan interleukin yang secara alamiah diproduksi tubuh bermanfaatsebagai antikanker. Produksinya kian meningkat jika seseorang rutin mengonsumsi lingzhi,"ungkap dokter lulusan Universita' Degli Studi Padova, Italia ini.Secara tidak langsung lingzhi yang mengandung polisakarida 1,3-D-glukan dan beta-1,6-D-glukan juga bersifat antitumor yang kuat. Polisakarida juga dapat memperkuat makrofag, sel-sel kekebalantubuh yang penting untuk melawan bakteri, virus, dan cendawan. Dalam sebuah riset, Cao QZmembuktikan ekstrak lingzhi bersifat antitumor.Cao menginduksi sel tumor sarkoma 180 pada mencit. Ia memberikan dosis berbeda untuk setiapkelompok percobaan, yakni 50, 100, dan 200 mg per kilogram bobot tubuh mencit. Persentase penghambatan masing-masing adalah 35,2; 45,2; dan 61,6 persen. Sambiloto juga bisa meracunisel-sel kanker. Dalam tanaman itu diketahui terdapat senyawa saponin, flavonoid, tannin,andrografolida, deoksi-andrografolida, neo-andrografolida, keton, aldehida, adrografin, panikolina,dan beberapa mineral. Senyawa-senyawa tersebut diyakini mampu membunuh sel-sel kanker.Meski berbagai herbal bermanfaat sebagai obat, Dr. Paulus mengingatkan agar pemakaiannya harusalami. Bahannya pun harus mempertahankan sifat genetik alias bukan hasil rekayasa genetik."Khasiatnya hilang bila telah mengalami iradiasi bahan genetika yang telah diubah dengan caratidak alami dari sifat tanaman tersebut," ujarnya. Karena itu, membudidayakannya harusmenggunakan prinsip-prinsip pertanian organik seutuhnya, yang bebas logam berat, pestisida, sertaherbasida.Dr. Paulus juga mengingatkan, karena metabolisme tubuh masing-masing orang berbeda, ramuantanaman obat pada setiap penderita juga tak sama. Keuntungan pasti memanfaatkan tanaman obatadalah tidak bersifat toksik, sehingga lebih aman bagi tubuh penderita kanker.Sayangnya, saat ini belum ada standar mutu bahan baku dan belum ada yang melakukan
double lineclinical trial 
(uji klinis) tentang efek tanaman obat secara menyeluruh.
Alamat Praktek Jl. Suplir Blok F1/13Sektor 1.5Bumi Serpong DamaiTangerangTelp. 5380639
 
Praktek Senin, Rabu, Jumat.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->