• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Memiliki tak selalu …www.kangtris.com
1
Memiliki tak selalu berarti menikmati
Dalam sebuah obrolan ringan dalam perjalanan keluar kota, seorang rekanbertanya, “mungkinkah orang-orang yang sudah mapan secara ekonomi,dan dikategorikan kaya hatinya bisa terus bergantung kepada Allah,sedangkan aktivitas lahir keseharian ia begitu sibuk dengan urusan bisnis?”. Mendengar pertanyaan tersebut, rekan saya yang lain memberikansebuah komentar, “Secara logika, sulit diterima, karena fikiran ini akanmaksimal bila tidak bercabang, bagaimana mungkin hatinya bergantungbersama Allah, sedangkan aktivitas hariannya tidak mendukung ke arahitu.” begitu komentar rekan saya yang lain.Obrolan itupun belum terhenti, rekan – rekan yang lain salingmenambahkan. ”Sebagian orang kaya, justru sadar, bahwa aktivitasmereka bisa memalingkan dari keadaan bersama Allah, makanya diantaramereka ada yang membuat planning, setelah diatas umur 50 tahun, akanberhenti dari aktivitas bisnis kemudian terjun di aktivitas sosial dankeagamaan.” Begitu ungkap yang lain. Agak lama, sayapun terdiam belum memberikan komentar apapun atasobrolan rekan – rekan ini, namun beberapa lama kemudian, saya teringatkisah seseorang yang protes kepada Syekh Abu Hasan As Syadzili.Sebagaimana kita ketahui Syekh Abu Hasan As Syadzili adalah seorang sufiyang diberi anugerah lahir memiliki kekayaan materi.Seseorang bertanya kepada syekh, Ya Syekh, bagaimana anda bisabegitu jelas tawajuh kepada Alloh terus menerus bersama Allohsedangkan Anda ini dengan kehidupan yang begitu mewah ?”, begitupertanyaan seseorang. Mendengar itu, Syekhpun menjawab, “kamuingin tahu jawabannya ?, kalau begitu mari ikut bersama saya, naikkereta kencana keliling kota, silahkan kamu bawa air didalam gelas ini,syaratnya air ini tidak boleh tumpah dari gelas”. Begitu ungkap syekh.Setelah selesai keliling kota sampai begitu lama, kemudian turunlahsang syekh dan orang itu, setelah turun syekhpun bertanya, “ bagaimanmenurut kamu pemandangan di kota ini, indah kan ?” begitu tanyasyekh. Mendengar pertanyaan itu, orang itu menjawab, “ bagaimanasaya bisa menikmati keindahan pemandangan kota, sedangkan sayaterus menerus berkonsentrasi supaya air di gelas tidak tumpah.” begitu jawabnya. Mendengar jawaban itu, Syekh Abu Hasan As Syadziliberkata, “Begitulah hati saya ditengah kemewahan ini. Tidak sedikitpunsaya menikmati kemewahan. Hati saya hanya untuk Alloh.”Tanpa diduga, tiba – tiba terdengar dering telpon handphone rekan saya,yang bertanya tadi. Sepintas kedengaran telpon dari isterinya, namunyang jelas ia begitu asyik menikmati pembicaraan di telepon itu, hingga wajahnyapun terlihat berbinar-binar.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...